1. Bila kita membeli kompresor udara sentrifugal maka manufacturer akan memberikan performance curve dari kompresor tersebut dimana terlihat juga di kurva tersebut adanya surge line. Bila kompresor tersebut telah mengalami beberapa kali pergantian internal parts seperti impeller, dll jelas performance curvenya akan berubah, namun yang ingin saya ketahui apakah surge linenya juga berubah ? Apa boleh kita mempergunakan surge line yang sama dan diplot ke performance curve yang baru? ; 2. Bila harus menentukan surge line yang baru, bagaimana caranya untuk menentukan surge line tersebut tanpa membuat kompresor tersebut sampai surge? ; 3. Indikasi apa saja yang bisa dijadikan acuan hingga kompresor bisa dikatakan telah surging? Vibrasi, Flow, Motor amperage?

Tanya – Alda Adrina

Kawan-kawan milis yth,

Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai kompresor udara :

1. Bila kita membeli kompresor udara sentrifugal maka manufacturer akan memberikan performance curve dari kompresor tersebut dimana terlihat juga di kurva tersebut adanya surge line. Bila kompresor tersebut telah mengalami beberapa kali pergantian internal parts seperti impeller, dll jelas performance curvenya akan berubah, namun yang ingin saya ketahui apakah surge linenya juga berubah ? Apa boleh kita mempergunakan surge line yang sama dan diplot ke performance curve yang baru?

2. Bila harus menentukan surge line yang baru, bagaimana caranya untuk menentukan surge line tersebut tanpa membuat kompresor tersebut sampai surge?

3. Indikasi apa saja yang bisa dijadikan acuan hingga kompresor bisa dikatakan telah surging? Vibrasi, Flow, Motor amperage?

Mohon bantuan kawan-kawan. Terima kasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Alda,

Saya berbeda pendapat dengan pak Alda nih mengenai performance curve mudah mudahan ‘term performance curve’ sama seperti yang saya coba digest.

Sepanjang semua dikembalikan ke kondisi awal, spesifikasi kita penuhi, penggantian part seperti impeler dan lain lain seharusnya tidak merubah kurva head dr compressor vs icfm dari gas yng masuk (udara) tetapi factor fisik misalnya gas entrance yang penuh debu atau lain2 restriction memang kan menurunkan head dan icfm compressor, secara umum profile dr kurva tetap tetapi kalau anda tera dilapangan say pd rpm 5000, kalau di plot di curva. sepertinya compressor anda di run pada rpm 4500 . jadi ada kehilangan head maupun thruput.

Mengenai surge line pendapat saya selama parameter buat adjustment nya tidak di utik 2 yah akan tetap saya di situ, saya kurang faham seberapa besar compressor nya pak alda. untuk compressor yng didrive electric motor atau direct petrol dan diesel compressor mengalami surge jarang yang bikin ko prime movernya. tapi untuk hi speed gas turbine, surge itu sangat dihindari, karena problem ikutannya, spt hi vibration, misalignment, atau shaft rupture dll. sebagai gambaran untuk compressor yang besar di oil and gas surge margin 10 % bisa dibilang agressive, banyak yang senang dengan besaran yang lebih besar /lebih conservative. sepanjang semua probe untuk detecting pre surge condition dan pengontrol ahirnya resposive untuk membawa compressor dr presurge ke daerah aman agressive saya kira lebih baik in term fuel cost dan lain lain.

Tanggapan 2 – Alda Adrina

Wah, lama banget tidak buka email nih. Sudah ada balasan dari mas Roeddy ternyata. Terima kasih banyak.

Di sini surge controller kita menggunakan margin 3% ampere, jadi mungkin sangat agresif pak ya. Hehe.