Select Page

Saya mau tanya, apakah ada bapak2 yang tahu tentang fire zone.
Lebih tepatnya bagaimana penentuan fire zone.
Yang jelas fire zone ini sangat berguna untuk single fire Risk.
Tapi saya tidak tahu penentuan radius atau besarnya jarak fire zone dari suatu lokasi.

Tanya – PRINCE TAMBUNAN

Saya mau tanya, apakah ada bapak2 yang tahu tentang fire zone.
Lebih tepatnya bagaimana penentuan fire zone.
Yang jelas fire zone ini sangat berguna untuk single fire Risk.
Tapi saya tidak tahu penentuan radius atau besarnya jarak fire zone dari suatu lokasi.
Thanks…

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Kalau sudah seperti ini, sebaiknya melakukan Fire and Explosion Risk Analysis.

Terlalu banyak kalau di jelaskan di sini. Intinya sih hasil Fire and Explosion Risk Analysis dapat menentukan cakupan luasan wilayah kebocoran (isopleth), luasan isoradiation, maupun cakupan luasan isobar akibat ledakan, pada masih masing titik tinjau.

Tanggapan 2 – PRINCE TAMBUNAN

Sebenarnya apa sih yang dilakukan pada Fire and Explosion Risk Analysis?

Apakah menggunakan software seperti DNV semacam PHAST.
Atau bapak tahu software lainnya???
Mungkin pertanyaan saya diperjelas lagi pak…
Bagaimana penentuan daerah atau besarnya radius dari fire zone, impacted area,
atau restricted area.
Soalnya selama saya bekerja, hal ini jadi inputan saya untuk penggambaran safety distance.
Saya hanya penasaran apakah inputan saya benar atau tidak???
Thaks alot…

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Pak Tambunan

Bukan softwarenya yang terpenting Pak (software lain banyak pak: ada FRED nya Shell, ada CIRRUSnya BP, ada SAFER nya Trace dsb) … pengetahuan dasar dan mumpuni si Fulan yang menjalankan software yang sangat penting. Dalam beberapa kasus bahkan spreadsheet excell yang sederhana bisa menjawab skenario kebakaran di Platform besar.

Umumnya langkahnya sebagai berikut:

1. identifikasi event yang menghasilkan release flammable, dispersion, ignition dan tentukan kriteria kecelakaan dan impairmentnya

2. identifikasi process inventory untuk flammablenya, besarnya, sifatnya, dsb

3. lakukan konsekuensi analysis pd skenario yang td telah diidentifikasi, potensi release vs waktu, tentunya untuk berbagai ukuran lubang kebocoran, tentukan panjang heat flux yang sama besarnya, dan mungkin iso bar radiusnya.

4. tentukan frekuensinya

5. tentukan potensial eskalasi kebakaran/ledakannya

6. berikan masukan dari hasil aplikasi langkah 1 – 5 diatas

Btw, anda ini sedang mendapatkan tugas dari boss untuk melakukan Fire and Explosion Risk Analysis atau sedang apa ini? iseng saja saya ingin tahu. kalau tidak berkeberatan mohon dicantumkan perusahaan bapak apa, biar sopan dan professional.

Silahkan menanggapi..

Tanggapan 4 – Akh. Munawir

Pak Tambunan,

Tentukan dulu jenis Fire yg nantinya menjadi ‘lakon’ dlm skenario penentuan Fire Zoning.
Apakah Pool Fire atau kah Gas Fire …dan jenis Fire yg lainnya??

Kemudian tentukan apa2 dan dimana2 saja LAKON tersebut mungkin bisa muncul, lalu selain menghitung Dimensi Max. dari si Lakon ini tentu saja juga harus menghitung Heat Radiation Effect dari nya, yg bisa memungkinkan terjadinya bahaya Ditempat lain.
Jika sdh jadi, barulah anda buat Arsiran Area di plot plan anda.

Mudah2an membantu

Nb : Lakon = Fire

Share This