Select Page

Jika perusahaan anda adalah CONTRACTOR pada tahap detail design, maka wajar jika anda di supply Basis of Design dari fase FEED atau Basic Engineering atau Conceptual Engineering untuk ‘design inputs’. Semuanya itu telah menjadi hak milik COMPANY yang juga mempunyai kepentingan agar informasi pada tahap dasar itu lebih dikembangkan menjadi lebih detail dan lebih akurat agar bisa dikembangkan untuk tahap pembelian, fabrikasi dan instalasi. Jadi Basis of Design adalah keberlanjutan Basis of Design tahap sebelumnya.

Tanya – Fadhli Halim@rekayasa

Dear milist,

Mohon pencerahannya tentang batas-batas dalam menggunakan file perusahaan lain yang telah dilindungi undang-undang (policy privacy). Misalnya sebuah konsep design basis yang sudah dibuat perusahaan lain, seberapa besar kita bisa mengcopy atau mengambil tulisan2 yang ada didokumen asli tersebut?
Bagaimana kalau tulisan tersebut kita copy paste kemudian kita lakukan perubahan-perubahan (edit) tulisan yang mana memiliki makna yang sama dengan yang ada di dokumen asli.
Terima kasih.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Pak Fadhil,

Sependek pengetahuan saya, Design basis yg saya buat tdk pernah di-daftarkan Hak patent-nya kok :)) Dan seandainya saya menemukan Design basis dr Perusahaan lain yg ternyata mirip sekali dgn yang biasa saya buat .. maka saya kemungkinan ber-assumsi bahwa kemungkinan terjadi kemiripan adalah wajar karena Refrensi nya sama2 dr Standard International dan Philosophy-nya juga sudah umum diapplikasikan….

Tebakan saya anda sekarang dalam phase mempersiapkan Basis Design ya ?? Saran saya, alangkah jauh lebih baik jika merancang Basis Design itu benar2 berdasarkan pemahaman ttg Philosophy yg dianut, sehingga produknya bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Contoh kasus :

Bayangkan jika ternyata ada perubahan Philosophy yg otomatis Basis Design juga harus berubah, sedangkan kita tdk paham Philosophy awalnya…di-jamin brantakan deh kerjaannya dan ManHours akan terbuang banyak. (karena dulu cuma Copy & Paste + sedikit Edit.).

Pengalaman pertama merancang Basis Design pasti sangat sulit, karena Basis Design harus merujuk ke banyak Document & Drawing. Dan merujuki dari Basis Design di project sebelumnya mungkin sangat membantu, tapi Mbok yo’o kalo mbacem ojok nemen2 ya …hue3x.

Ket:

‘Mbacem’ = Nyontek/Nyontoh/Copy+paste.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Pak,

Kalau anda di posisi kontraktor, bukankah kontrak biasanya menyatakan bahwa apa yang telah dideliver akan menjadi hak milik COMPANY (oil company) sepenuhnya ?.
Jika perusahaan anda adalah CONTRACTOR pada tahap detail design, maka wajar jika anda di supply Basis of Design dari fase FEED atau Basic Engineering atau Conceptual Engineering untuk ‘design inputs’. Semuanya itu telah menjadi hak milik COMPANY yg juga mempunyai kepentingan agar informasi pada tahap dasar itu lebih dikembangkan menjadi lebih detail dan lebih akurat agar bisa dikembangkan untuk tahap pembelian, fabrikasi dan instalasi. Jadi Basis of Design adalah keberlanjutan Basis of Design tahap sebelumnya.

Repot juga kalau concept nya beda dengan info detailnya. Satu ke Utara dan satu lagi ke Selatan, ntar nggak ketemu khan ?

Tanggapan 3 – uci sanusi

Pa Fadhli,

Sangat dilematis utk menjawab pertanyaan tsbt. Kt butuh file2 utk membntu pekerjaan kt. sy mengalami hal yg serupa, dan ga tau deh. Bgmn rekan2 yg lain?

Tanggapan 4 – dimas yudhanto

Menurut saya,

Esensi nya bukan soal copy paste atau edit-mengedit, karena objective, orientasi dan perspektif perancangan design basis berbeda utk setiap project.
Apabila filosofi proses serta teknologi proses yg digunakan bukan lah sesuatu yg baru, arti nya sudah menjadi typical, tentu nya terdapat cukup banyak standar, code dan referensi project sebelum nya yg dapat digunakan sebagai rujukan. ya sah2 saja.
Btw, ini mas fadhli yang sebelum nya di tripatra ya, yang pernah jadi juara 8 festival band se Sumbar khan?
Wah, sekarang sudah berkibar dengan bendera rekayasa. tentu nya kantor yg lama merasa kehilangan engineer dengan kualifikasi spt Anda.

Tanggapan 5 – Crootth Crootth

MAS Fadhli

Bangsa jepang menjadi seperti sekarang ini karena mereka mencontek aplikasi teknologi dari amerika (dan dunia barat lainnya) secara brutal sejak awal abad ini, tepatnya setelah restorasi Meiji. Jadi negara maju pun sudah melakukan Copy Cat sejak jaman baheula. 20 tahun belakangan giliran Cina melakukannya, makanya ga heran mobil Cherry (betul ga sih) begitu mirip ama Chevy.

Kemungkinan terjadinya kesamaan meskipun sama sama antara satu dan lain report dari masing-masing perusahaan yang berbeda buat saya pribadi tidaklah penting, cukup sulit di jaman seperti kita ini menyusun sebuah dokumen yang ‘completely different’, baik sengaja atawa tidak sengaja, kesamaan isi dan susunan kalimat (redaksional) antar dokumen itu bukanlah hal yang musykil. Yang lebih penting adalah si pembuat dan penandatangan dokumen mengerti dan memahami konten nya apa saja. Dalam sejumlah kasus, kontraktor yang diserahi tugas membuat basis of design terkadang mengalami hal ini, beberapa diantaranya disebabkan terjadinya pergantian personel di tengah proyek tanpa melalui management of change yang memadai.

Saya perlu menggaris bawahi pentingnya memasukkan Risk Based Process Safety sebagai hal utama yang musti dimasukkan ke dalam Basis of Design karena pengalaman saya pribadi menunjukkan banyak terjadi perubahan atau inefisiensi di belakangan hari karena tidak memasukkan RBPS ini sebagai media untuk optimasi pemasangan peralatan. Sebagai contoh adalah pemasangan Fire and Gas Detector yang berlebihan yang hanya berdasarkan argumen ‘BIAR LEBIH AMAN’… Dengan dasar perhitungan Risk Based Process Safety, bisa saja Fire and Gas Detector tidak diperlukan sama sekali untuk dipasang. Menghemat ongkos pemasangan, menghemat ongkos pemeliharaan, spurious trip dan sebagainya. Ingat, semua sekarang mengarah ke ‘Performance based’ sehingga selayaknya pemasangan alat alat musti di dasarkan pada cara cara performance based ini.

Kesimpulannya Pak Fadhli, boleh saja mbacem, asal ngerti apa yang dibacem…. dan saya jamin jika si pembuat mengerti apa yang dibuatnya hasil baceman akan menjadi lebih berbeda daripada yang dicontek… hehehe

Tanggapan 6 – Edyson Simorangkir

Ya, begitulah pak, untuk memasukkan aspek Safety sejak ‘ masa rancang bangun ‘ suatu proyek sangatlah susah, masih ada pikiran membuat biaya tinggi, padahal nyatanya setelah proyek selesai barulah mulai terjadi pasang memasang peralatan Safety yg kalau dihitung biayanya jauh lebih besar. Runyamnya itu terjadi pergantian boss, yg telah dipasang tadipun masih diganti dengan selera masing2.

Tanggapan 7 – fadhli_ui@rekayasa

Pak Dimas dan Pak DAM yang baik,

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktunya untuk menjelaskan dan membagi ilmunya kepada saya mengenai design basis dan design criteria. Saya merasa sangat terbantu dengan penjelasan bapak berdua.

Untuk pak Dimas,

Saya sangat merasa tersanjung atas pujian bapak, Bapak sangat sangat rendah hati. Untuk ukuran bapak Dimas yang bekerja sebagai Project engineer dengan status expatriate di sebuah perusahaan berskala internasional (Santos) dengan experience sudah puluhan tahun, bapak dengan murahnya mau memberi respon bahkan sanjungan kepada orang yang masih minim pengalaman seperti saya.
Saya yakin, pasti engineer dibawah supervisi bapak senang dengan atasan seperti bapak.

Share This