Nitrogen adalah gas inert, tidak bereaksi dengan komponen lain (Ban/rubber), oxygen / oksidasi bereaksi dengan rubber biarpun lambat. Efeknyanya ban cenderung lebih tahan lama / awet dengan pengisian nitrogen.

Tanya – freddy.valensky@singgar-mulia

Dear Rekan miling migas,

Saya mohon pencerahannya mengenai penggunaan gas Nitrogen untuk Ban kendaraan.

1. Apakah kelebihannya dibandingkan gas Oksigen?

2. Apakah ada efeksamping bagi Ban ?

3. Jika kita menggunakan Nitrogen, apakah oksigen yang ada dalam ban harus kita buang habis terlebih dahulu, ataukah bisa langsung dicampur dengan gas Nitrogen ?

Demikian, mohon informasinya.

Tanggapan 1 – Nur Harjanto

Mas Freddy saya coba bantu, dulu saya pernah 2 tahun kerja di Air Separation Plant jadi sedikit tahu tentang karakteristik gas…

1. Apakah kelebihannya dibandingkan gas Oksigen?

Nitrogen adalah gas inert, tidak berreaksi dengan komponen lain (Ban/rubber), oxygen / oksidasi bereaksi dengan rubber biarpun lambat. Efeknyanya ban cenderung lebih tahan lama / awet dg pengisian nitrogen.

2. Apakah ada efeksamping bagi Ban ?

sudah terjawab diatas..

3. Jika kita menggunakan Nitrogen, apakah oksigen yang ada dalam ban harus kita buang habis terlebih dahulu, ataukah bisa langsung dicampur dengan gas Nitrogen ?

Ban harus dikempesin dulu, baru di isi nitrogen, karena inert maka ban tidak cepat kehilangan tekanan dibanding dengan memakai compress air (bukan oxygen, kalau pake oxygen 100% untuk isi Ban, ban mobil pasti langsung meletus ketika kena panas). Kita pasti merasakan biarpun Ban tidak bocor sering kali setiap +/- 3 minggu sekali kita pasti nambah tekanan ban / dipompa lagi. Itu artinya oxygen yang ada di dalam ban anda bereaksi dengan rubber…

Semoga bisa membantu

Tanggapan 2 – iwan saputra

Mas Freddy,

Semua benar seperti yang dikatakan Mas Nur Harjanto..

Dan saya telah membuktikan sendiri , karena ban mobil yang saya pake sehari-hari di rumah, Bannya diisi oleh Nitrogen dan sudah hampir 2 tahun kondisi ban (tubless) tetap bagus dan tidak pernah bocor. Walau sekalipun dipake untuk jarak jauh seperti Pekanbaru Medan P/P.

Tanggapan 3 – ROSES-Man

Dear Pak Freddy,

Sedikit menjawab, berdasarkan pengalaman. sebenarnya penggunaan nitrogen itu lebih cocok ke aplikasi ban yang bertekanan atau temperatur tinggi, seperti pesawat terbang. Dengan nitrogen, yang ‘lebih dingin’ dibandingkan oksigen, jelas sekali akan mengurangi efek tire burst. Kalau anda menggunakan kendaraan dengan kecepatan normal dan muatan yang dibawah maksimumnya…, menurut saya tidak perlu menggunakan nitrogen. Cukup angin biasa saja, bukan oksigen juga tapi angin campuran sesuai kadar yang ada di alam ini. tapi kalo anda menggunakan mobil sport yang selalu ngebut dan rem mendadak atau digunakan untuk truk, lebih baik menggunakan nitrogen.

Untuk penggunaannya lebih baik dibuang habis udara yang ada dalam ban, lalu diganti dengan nitrogen… kl fluida istilahnya flushing. kl campuran udara normalnya di atas 5%, cukup mengganggu efektifitas nitorgen. Dibuangnya juga benar2 sampai habis, mungkin lebih baik membuka pelek dahulu lalu dipasang ulang.

Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di beberapa website tentang ban, terutama ban pesawat. Ada michellin, good year, atau bridgestone.

Hanya sekedar penjelasan singkat, mudah2an bisa membantu.

Tanggapan 4 – sasmoyo

Dear Pak Roses-man,

Karena kebetulan sering terlibat di pekerjaan produksi Gas Nitrogen yang ingin saya sampaikan adalah Gas Nitrogen itu terkait dengan Puritynya nah yang bagus buat ban itu purity berapa dari 0 PPM – 1000 PPM (kandungan oksigen)?. Kadar PPM O2 (0 – 10 PPM) yang terlalu rendah juga harus diwaspadai karena dalam jumlah tertentu dapat segera membuat orang pingsan/mabuk dan selanjutnya tidak tertolong jiwanya kalau terpapar terus.