Saya ada masalah nih. Lube Oil di Steam Turbine (penggerak Gas Compressor) kami berubah warna menjadi seperti ‘madu’ bahkan lebih lagi menyerupai ‘Orange Just’. Kami sudah melakukan pengecekan di beberapa equipment. Diantaranya Water Cooller, tidak ada kebocoran, baik di tube maupun Channel Head. Dan di Tangki Reservoir (tangki penampungan lube oil) tidak ada air yang significant. Pengechekan sample Lube Oil sudah dilakukan di Laboratorium, kesimpulannya Viscositas masih baik (???). Sebelum digunakanpun dilakukan pengecekan thdp Lube Oil, dengan hasil baik. Pertanyaannya, Apakah Lube Oil bisa bereaksi dengan air sehingga membentuk senyawa baru yang tidak bisa dipisahkan lagi antara Oil dan Air. Jika ia reaksi seperti apa, pada temperature berapa?

Tanya – Edward Arnold

Dear All

Saya ada masalah nih..

Lube Oil di Steam Turbine (penggerak Gas Compressor) kami berubah warna menjadi seperti ‘madu’ bahkan lebih lagi menyerupai ‘Orange Just’. Kami sudah melakukan pengecekan di beberapa equipment. Diantaranya Water Cooller, tidak ada kebocoran, baik di tube maupun Channel Head.
Dan di Tangki Reservoir (tangki penampungan lube oil) tidak ada air yang significant. Pengechekan sample Lube Oil sudah dilakukan di Laboratorium, kesimpulannya Viscositas masih baik (???). Sebelum digunakanpun dilakukan pengecekan thdp Lube Oil, dengan hasil baik.

Pertanyaannya :

1. Apakah Lube Oil bisa bereaksi dengan air sehingga membentuk senyawa baru yang tidak bisa dipisahkan lagi antara Oil dan Air. Jika ia reaksi seperti apa, pada temperature berapa.

2. Apakah Lube oil yang sudah berubah warna (seperti orange just) bisa di deteksi berapa kandungan airnya.

Dan masih layak pakaikah lube oil yang sudah berubah warna seperti itu (walau Viscositas masih masuk)

3. Apakah rekan-rekan ada pengalaman dengan lube oil palsu..?? Lube Oil yang kami gunakan DTHM Shell. (maaf kalau harus menyebut merk)

4. Sedemikian hebatkah teknologi pemalsuan Lube Oil sehingga tidak bisa terdeteksi sebelum digunakan.

5. Parameter apa saja yang dilihat di Lube Oil sehingga layak digunakan.

6. Tolong pencerahan yang lain.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Edward,

Interesting subject yang bapak utarakan problem dilapangan yang mesti di cover bagaimana baiknya. Yang saya tangkap dari statement yang bapak utarakan mestinya ini air yang berupa moisture, air yang terlarut dalam lube oil, karena kalau free water,l bapak bilang turbine nya sudah jebol tuh turbina tapi the opposite, juga bapak bilang hasil analisa lab oke juga.

Pendapat saya. bapak ngak perlu khawatir, itu okey.
Lubricant memang mempunyai kemampuan untuk melarutkan air, saya lupa persisnya, tapi kalau bapak interest Perry Chem handbook akan memberi indikasi berpa ppm air yang akan larut di various hydrocarbon. moisture. kalau bapak lebih interest lagi yah pendelikin itu lubricant seller , minta spec dari water solubility yg mungkin dr product yng dia jual, kalau bapak bandingkan lebih lebih 100 ppm, ngak usah buat apa.apa.

Kalau di turbin yang bapak utak atik atau company manual tidak menyebut persaratan minimum buat olinya. yah sudahlah. tapi seringkali ada batasan nya.
biasanya sebelum oli dipakai , ada devise yang jaga quality nya . kalau turbine ,recommended pake cenrifugal . ini hanya sampai ngeluarkan free water saja. kalau moisture harus lebih rendah lagi, water stripper bisa di pasang.

Pertanyaan bapak water bereaksi dg lube jawaban nya iya tapi kalau bapak lihat kinetiknya, laju reaksinya sedemikian lambat sehingga bisa dibilang tidak, he he aneh ya . maksud nya untuk time frame/keperluan bapak, kondisi operasinya; temperature dan tekanannya tidak memungkinkan water bereaksi dg rate terukur ?? . berapa pressure dan temp, ????. persisnya bapak bisa refer ke steam reforming process atu water shift process.

Oli orange bisa di deteksi kanduangan airnya ???, bisa pak. banyak alat analitik yang bisa memberikan data yang bapak perlukan, ada yang portable moisture analiser ada yang model test rig jadi mesti di lab.
Layak pakai, ???. kalau viscositas saja saja bilang tidak layak lah pak, karena lube itu dilihat dr banyak indikator, lubricity for sure. daya mengambil panas, daya lengket/residual sangat perlu saat start up kalau kering ring lube baru di start nanti turbinya jadi onggokan aluminum kiloan, heavy metal content, copper, berubah jadi shear thinning ?,daya membersihkan, distribusi komponen pembentuk ada banyak yang mestii bapak pertimbangkan somehow detilnya sudah pada kabur. dan lbisa juga lewat standard minimum yang ditunjukan oleh SNI, mil-spec, atau standard international lainya.

Pengalaman oli palsu yah ada sih, tapi karena system yang di implement dr mulai qualified agent/penjual, afiliasi dg distributor, kemungkinan pemalsuan kita kendalikan.
kalau pengalaman saya. bawa saja ke lab, minta bikinkan finger print analysis dari lube yang bapak pakai : ‘the original’. kalau vendor mau jual, harus punya finger print juga. bapak tinggal bandingkan. kalu sama ok, kalau beda reject.

Kalau hebat, saya kira tidak, yang membeli dan merasa dikibulin saya kira mereka saat itu tidak memungkinkan melakukan precautionary measure. misal saya mau beli oli motor bebek, kalau minta lihat Finger print dr oli yang dia jual pasti tidak ada. yang ada cuman kepercayaan.
Kalau kita kaki tangan perusahaan cukup besar hal diatas bisa kita kerjakan .

Tanggapan 2 – Andy

Pak Arnold,

Saya coba sharing dan menjawab pertanyaan bapak

Pertanyaannya :

1. Apakah Lube Oil bisa bereaksi dengan air sehingga membentuk senyawa baru yang tidak bisa dipisahkan lagi antara Oil dan Air. Jika ia reaksi seperti apa, pada temperature berapa.

Pelumas dinyatakan rusak apa bila terkontaminasi

Coba dilakukan detail analisa pelumas dari karakteristik hingga additive degradations, selanjutnya diskusi dengan supplier pelumas Anda. Pertimbangan lain harga pelumas vs resiko kerusakan parts – pasti pelumas jauh lebih murah.

Untuk kontaminasi air dalam pelumas, harus di ketahui secara pasti kontaminasi air (water) dalam bentuk apa?

Ada 3 kondisi;

– Free water

Bisa di hilangkan dengan coalesced filter, centrifugal separator atau settling process (di endapkan beberapa jam / hari lalu di tap via bottom drain)

– Emulsified

– Dissolved

Untuk emulsified & dissolved water hanya bisa maksimal di tangani dengan vacuum dehydration.

Coba search diskusi sebelumya ‘subject : lube oil’ Wed 11/28/2007

2. Apakah Lube oil yang sudah berubah warna (seperti orange just) bisa di deteksi berapa kandungan airnya. Dan masih layak pakaikah lube oil yang sudah berubah warna seperti itu (walau Viscositas masih masuk)

Lihat poin ‘analisa pelumas’

Soal ‘viscositas masih masuk’ – tolong recheck dulu standard astm yang di pakai.

Low cost test u/ polutan air pada pelumas, gunakan crackle test – meneteskan pelumas pada hot plate

3. Apakah rekan-rekan ada pengalaman dengan lube oil palsu..?? Lube Oil yang kami gunakan DTHM Shell. (maaf kalau harus menyebut merk)

4. Sedemikian hebatkah teknologi pemalsuan Lube Oil sehingga tidak bisa terdeteksi sebelum digunakan.

Deteksi oli palsu

Saya pernah ‘ngurusin’ pelumas sebagai tech support & lube engineer untuk beberapa tahun, produsen / principal pelumas bersikap ‘playing safe’ dengan hanya menyatakan ‘oil not meet as our std spec’ jadi tidak gamblang bilang palsu. Lab sekali pun tidak punya hak menyatakan oli tsb asli/palsu, hanya state ‘tidak seperti referensi std pelumas (merk+type) tsb’.

Cara produsen pelumas & lab menganalisa ‘keaslian pelumas’;

1. Tracing documents – batch number, product number, production code, etc.

2. Check visual – drums/pail (kemasan), cap seals, cat, dsb

3. Distribution channel

4. Lab – metode spectrometer dengan target spectrum dari pelumas, dgn kata lain ‘finger print’. Perlu di ingat metode ini lebih effective u/ pelumas baru.

Jangankan pelumas palsu, perkembangan teknologi terakhir sudah mampu ‘mendeteksi kandungan minyak tanah pada bbm’ yang sering merugikan operator mesin diesel – secara onsite

5. Parameter apa saja yang dilihat di Lube Oil sehingga layak digunakan.

Coba cari lube handbook dan tutorial di noria & internet, beberapa links;

www.kittiwake.com – bagian tech info

www.noria.com

6. Tolong pencerahan yang lain.

Sudah saatnya minta training pelumas dari supplier pelumas sebagai aftersell service, harusnya free kalo mereka masih mau bisnis dari Anda.

Atau minta bantuan rekan2 dari pertamina seperti Bp. Hasto, Bp. Arifun, Bp Giri, Bp. Sugen, dsb.

Pelumas turbine adalah jenis circulation lube oil yang memiliki kemampuan demulsibility (memisahkan air vs pelumas), additive anti foam (anti berbusa), etc.

Tanggapan 3 – romenrifian

Dear Pak Edward,

Berikut informasi yang dapat saya tambahkan sejauh pengetahuan saya

1. Lube oil tidak bereaksi dengan air karena berbeda kepolarannya.

Yang mungkin terjadi adalah terbentuknya emulsi akibat high mix antara turbine oil dengan air/mungkin dari kebocoran steam atau yang lainnya. Secara umum turbine oil sendiri mempunyai kandungan air dalam jumlah relatif kecil umumnya 100 ppm max. Turbine oil harus diuji kemampuannya untuk memisah dari air atau demulsification test IP 17 (umumnya max 60 menit).

2. Anda dapat melakukan uji water content dengan analisa Karl fischer ASTM D6304 di lab anda atau di third party lab seperti corelab, lemigas atau sucofindo. Layak atau tidaknya oli tersebut dipakai direfer kepada hasil lengkap analisa lab compared to spec dari manufacturer.

3. Sekarang memang banyak beredar oli-oli palsu, saya sendiri pernah menemukannya secara langsung di sebuah work shop. Yang perlu dilakukan hanya belilah oli tersebut lewat representative agentnya atau distributor resmi di Indonesia. Jangan pernah membeli dari selain itu.

4. Secara visual sulit untuk dibedakan kecuali bagi yang terbiasa pakai oli dengan merek tertentu saja. Lihat bentuk packagingnya, labelnya, warna pack etc pakah ada beda dari yang original. Tapi dari pengalaman saya bila diuji lab pasti dapat terbedakan dengan nyata.

5. Untuk turbine oil secara umum sama kecuali : metal content (@ max 4 ppm), total metal max 10 ppm, air release, demulsification, cooper corrosion, rust test etc.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – edward Arnold

Pak Romen, Pak Ruddy dan Dear All

Terima kasih sekali atas masukannya..

Tambahan dan koreksi data saya.

Semula saya beranggapan Lube Oil yang ‘beremulsi atau berubah warna’ akibat terkontaminasi air condensate Steam. Saat Turbine dalam keadaan stop, kemungkinan ada condensate di Line Steam hingga ke Cassing Turbine, yang masuk ke Bearing Housing melalui HP Packing Turbine.
Untuk meminimize kemungkinan tersebut, sebelum turbine dijalankan dan Lube Oil disirkulasikan, Vacuum Ejector di Outlet Turbine kami jalankan. Juga dilakukan Drain Condensate di Line Steam. Sehingga bisa diyakini Cassing Turbine terbebas dari condensate sebelum dioperasikan. Termasuk di Line sirkulasi Lube Oil juga dibersihkan.

Setelah melalui prosedur itu, setelah Lube Oil disirkulasikan, bahkan Turbine belum Running, Lube oil kembali berubah warna..
Berhubung hasil pengechekan di Lab kami, viscositas masih memenuhi, Lube oil terus kami gunakan. Kalau lah ini terjadi pada Kendaraan pribadi kita, mungkin kita langsung ganti oli ya pak…
Masalahnya pada Turbine kami (ada 3 Steam Turbine), untuk mengisi reservoir tank dibutuhkan minimum 40 Drum Lube Oil.

Dan sebagai koreksi saya, Lube Oil yang kami gunakan (sekali lagi maaf menyebut merk) DTE Heavy Medium ISO 68 dari Exxon Mobil.

Demikian tambahan dan koreksi saya…

Mohon pencerahan selanjutnya dan sharing pengalaman rekan-rekan.

Jika ada yang perlu lewat Japri, bisa ke arnold@pertamina-up2.com

Tanggapan 5 – Andy

Pak Arnold,

Pelumas berubah warna bisa akibat;

– Kontaminasi air yang diperparah dengan proses ‘homogenizing’ pada pompa sirkulasi

– Air entrapment, udara yang terjebak didalam pelumas

Perlu di ingat pengukuran pelumas dalam kondisi terkontaminasi tidak akan memberikan hasil yg tepat, misalnya viskositas, dsb.

Pelumas adalah ‘darah mesin/peralatan’, preventive maintenance via analisa pelumas bersifat mencari informasi kondisi mesin/peralatan Anda via ‘darah mesin – pelumas’. Dalam kasus Anda, mencari sumber kontaminasi lebih mendesak demi antipasti kerusakan pada unit turbine.

Bila pelumas merk Mobil tipe DTE name series, coba upgrade ke turbine series setelah plant survey/audit dari lube engineer XOM, coba hub bp. Blasius Setiawan 021-5740707 atau 08129641772.