In-place analysis adalah analysis structure terhadap beban yang ada (including dead weight, appurtenance, eguipment, environmental).

Tanya – Hendrayana H

Mohon pencerahan dari rekan-rekan Structural Engineers,

Mengenai In-Place Analysis, kalau WBS saya bagi atas Topside dan Substructure :

Pada WBS Substructure dilakukan in-place analysis yang merupakan global analysis.

Apakah pada WBS Topside perlu dilakukan ‘Topside In-Place Analysis’ dimana ‘mating point’ ke substructure kita letakkan pinned ?

Adakah batasan2 kapan perlu melakukan analysis ataupun tidak ?

Tanggapan 1 – Ali Imron@rekayasa

Mas Hendra,

Mestinya pada waktu anda melakukan Inplace analysis Substructure sekalian memodelkan Topsidenya sehingga perhitungan global hanya dilakukan sekali, sehingga perhitungan selanjutnya hanya memperhitungkan secondary structure di Topsidenya.

Tanggapan 2 – Mega Liefwarnadya

Kalo menurut saya, sah2 aja WBS di bagi buat topside sama substructure untuk pendistribusian pekerjaan dan pengontrolan.

Dan yang namanya in-place analysis adalah analysis structure terhadap beban yang ada (including dead weight, appurtenance, eguipment, environmental).

Menurut saya, Pengintegrasian atau peggabungan model (topside dan substructrure ) perlu untuk dlm inplace dlm hal penentuan priode natural structure.

Tanggapan 3 – Hendrayana H

Mas Imron,

Terima kasih atas replynya.

Saya masih penasaran nich….Terus, apakah barangkali ada semacam ‘rule of thumb’ pada kondisi apakah kita harus melakukan Topside In-Place Analysis secara khusus ?

Rekan-rekan lain ada yang mau tambahkan juga ?

Tanggapan 4 – Jerry Jeremia Mintaredja@saipem

Pak Hendra,

Saya mencoba menambahkan sedikit, berdasarkan pengalaman saya, bentuk analisis global inplace bisa saja dilakukan langsung (topside dan substructure secara langsung bersamaan) seperti Bapak Imron ulas – biasanya untuk struktur2 yang tidak terlalu komplek pada bagian topsidenya.

Namun semua balik lagi bergantung kepada spec/design criteria dari yang punya kerjaan.

Karena ada beberapa spec/design criteria yang membedakan antara loading yang diterapkan untuk analisa inplace.pada topside dan substructure.

Sehingga otomatis analisanya harus dipisah.

Mengenai perletakkan pinned untuk topside, itu sudah cukup mewakilkan.

Tapi saran saya alangkah lebih baiknya untuk tetap memodelkan substructure untuk analisa inplace topside walau yang hanya di cek struktur pada bagian topside;

Dengan tetap memodelkan substructure, kondisi real dari kekakuan/stiffness antara substructure dan topside dapat diakomodasi oleh model.

Kalo boleh saya tahu ini untuk kebutuhan detail design atau design appraisal.

Terima kasih. Siapa tahu rekan-rekan lain ada yang mau menambahkan atau menyanggah, saya persilahkan.

Saya belum mengerti dengan istilah ‘melakukan Topside In Place analysis secara khusus’…

Apakah terkait dengan pushover analisis atau dsb… karena dari pandangan integritas struktur, sudah tentu analisa inplace ini harus dilakukan untuk topside maupun substructure.

Bahkan untuk issue integritas struktur, perubahan/perbedaan lokasi layout dari equipment antara detail engineering dengan kondisi eksisting lapangan saja harus dicek – minimal inplace.

Tanggapan 5 – Hendrayana H

Mas Jerry,

Sedikit saya tambahkan, struktur yang dimaksud adalah untuk keperluan Detailed Engineering.

‘Topside In-Place Analysis secara khusus’ tidak ada hubungannya dengan Pushover Analysis. Maksud saya disini, sehubungan Work Breakdown Structure terbagi dalam Topside dan Substructure, apakah pada kedua WBS tersebut perlu dilakukan in-place analysis, atau cukup di WBS substructure saja ?. Atau, adakah kondisi tertentu yang memandang perlu untuk dilakukan juga in-place analysis di WBS Topside?

Tanggapan 6 – Jerry Jeremia Mintaredja@saipem

Pak Hendra,

Maaf Pak, WBS yang Bapak maksud itu apa?
Jangan-jangan saya salah tangkap.
Inplace analysis ya..harus dilakukan baik untuk substructure maupun topside – apalagi untuk detailed engineering.

Maaf jika saya salah mengartikan WBSnya.

Tanggapan 7 – Abraham Imam Muttaqin

Pak Hendra,

Untuk struktur fixed structure (shallow water), mostly deck inplace analysis memang digabung jadi satu dengan jacket inplace, biasa dinamakan platform (dynamic) inplace analysis.
Namun buat floating structure (deep water/ultra deepwater), deck inplace analysis dipisahkan dengan substructure/hullnya.

Tanggapan 8 – Jerry Jeremia Mintaredja@saipem

Pak Abraham dan Pak Hendra,

Kalo saya tidak salah, masalah antara static dan dynamic bergantung dari pendekatan yang dilakukan pada saat analisis, ada static inplace dan dynamic inplace.

Perbedaannya terletak pada penyertaan faktor dynamic amplifikasi (DAF) pada perhitungan analisa dynamic inplace. DAF didapat dari perhitungan yang menyertakan structure natural periode (periode alamiah dari struktur – untuk fixed structure normalnya berada dibawah 3 detik) dan periode gelombang atau dengan cara menggenerate wave response untuk meng-cosider beban dynamic pada structure.

Menurut saya,

Masalah analisa dynamic dan static inplace dan analisa gabung/terpisahnya topside dan jacket kembali lagi ke permintaan design criteria/spec.

Berdasarkan opini saya, memang lebih valid untuk mempertimbangkan kondisi dynamic pada saat analisa inplace walaw ada opsi untuk analisa static.

Mengenai analisa yang dilakukan gabung atau terpisah, itu tergantung dari kombinasi pembebanan yang dibutuhkan untuk analisa inplace topside/jacket;

Apabila kombinasi pembebanan dan factornya cukup diwakili dengan menyamakan antara topside dan substructure – analisa dapat digabung.

Tapi tetap tidak ada opsi khusus yang membuat topside tidak perlu inplace analysis, karena untuk menganalisi integritas structure pada saat in-service perlu dilakukan minimal inplace, karena beberapa analisa seperti yang lain terdapat opsi2 khusus seperti fatigue (optional-ada gelombang atau tidak) and seismic (optional-termasuk daerah gempa/tidak). CMIIW.

Terima kasih.

Tanggapan 9 – Hendrayana H

Mas Jerry & Imron,
Terima kasih atas sharingnya…!

Mas Abraham & Mega
Terima kasih dan…. how are you !

Tanggapan 10 – Ali Imron@rekayasa

Haha. , sudah dipancing-pancing ternyata senior-senior offshore structure tidak pada mau turun juga..hehe.mas Wahyu Dewanto, mas Heri, mas Yamin dll.kayaknya lagi pada sibuk dengan proyek-proyeknya…

Mas Hendra, Inplace analysis itu wajib ( mandatory) untuk dilaksanakan biarpun analysanya di split antara Topside dan Substructure ataupun di split antara Main dan Secondary structurenya.

Kalau split pekerjaan ( Topside & Substructure) di Topside juga harus dihitung Inplace nya ( minus Wave & Current) yang nantinya akan sebagi bebanpada analysa Inplace di substructurnya, matching point nya sebaiknya di Working Point ( WP) antara Deck dan Jacket.

Demikian juga kalau di split antara Main dan Secondary structure: perhitungan secondary structure ( eg: Barge bumper, Riser, Caison, Control Room, Mezzanine Deck, Operating platform, Crane Pedestal, Equipment skid, secondary member dll) harus dilakukan Inplace yang nantinya akan sebagai beban pada analysa Inplace di Main structurenya.