Select Page

Dengan VSD, maka frequency load akan variable. Akibatnya rugi daya akibat arus Eddy juga berubah. Kalau melihat di teori trafo, dinyatakan bahwa rugi daya ini akan sebanding dengan konstanta x sq(freq), terutama 3rd freq. Physicalnya menyebabkan pemanasan berlebih dan noise jika dibandingkan dengan kondisi beban pada frekuensi steady 50Hz misalnya, sehingga terjadi derating dan penurunan life time.

Tanya – Alman Fauzi

Dear all,

Saya punya sedikit problem dalam desain elektrik trafo khusus buat VSD ( variable speed drive) untuk salah satu Oil&Gas company di Arab, karena saya kurang tau mengenai trafo VSD tsbt. Mungkin para member ada yang tau mengenai perbedaan spesifik dari trafo yg di pakai buat VSD dengan trafo distribusi pada umumnya.

Tanggapan 1 – Fauzul JOB@tripatra

Kayaknya mesti diceritain detail deh konfigurasinya.Karena mesti jelas apakah trafo itu masuk di dalem paket VSD atau hanya sekedar step-up & step down sebelum masuk ke package VSD tersebut.

Tanggapan 2 – alman fauzi

Specnya hanya sekedar trafo step-up and step down, tidak masuk di dalam paket VSD.

Seperti ini aja permintaan client :

– Step down Transformer 750-800 kVA, primary 11.5 kV, Secondary 2500-3500 V, Multi-tap @ 50 Hz. OISC, VSD RATED.

– Step Up Transformer 750-800 kVA, primary 380/460 V, Secondary 2500-3500 V, Multi-Tap @ 50 Hz. OISC, VSD RATED.

Btw jika trafo tersebut masuk dalam paket VSD beda lagi ya???

Tanggapan 3 – Fauzul JOB@tripatra

Wah,

Kalo mengenai desainnya saya malah tidak ada pengalaman,pak.

Tapi setidaknya dari sisi system bisa sedikit share info.

Seperti pak wisnu sampaikan, emang THDnya lah yang nanti bikin derating/temperature rise nya tidak seperti desain pada frekuensi basis/fundamental.

Terutama kalo dilihat dari harmonic komponen ke-3 nya. Kalo overvoltage sepertinya nggak, karena THD akan imbas langsung ke temperature rise VSD yang bisa jadi berasal dari rugi histeresis/edy current. Kalo yang di dalem VSD sebenernya bukan trafo, melainkan inductor. Ini untuk mencegah harmonic masuk ke dalam VSD sendiri. CMIIW, ya pak wisnu…

Oh,iya

Saya pernah lihat ada nama Indonesia (kayaknya ada unsur primordial juga nih), kalo gak salah Surya Santoso. Dia senior membernya IEEE dan sudah menulis buku mengenai power quality. Mungkin sampeyan bisa coba kontak beliau nya,pak alman.. ….. bilang aja sodara sekampung halaman….

Tanggapan 4 – Ambar Bawono Wisnu

Terima kasih untuk sharing-nya Pak Alman. Mohon informasi kalau ada data lainnya:

1. Problem apakah yang Bapak maksudkan? Apakah Trafo failure?

2. Berapa kapasitas VSD (kVA/HP) dan berapa kapasitas Trafo yang Bapak pasang?

3. Apakah ada data/sempat diukur total harmonic distortion-nya?

Kalau boleh saya sharing pengalaman juga:

1. VSD akan menyumbangkan harmonics ke system dan dapat menyebabkan derating pada Trafo, sehingga menurunkan kapasitas Trafo. Trafo dengan kapasitas 100, dengan adanya beban VSD maka kapasitasnya akan menurun.

2. Perlu dilihat juga range frekuensi kerja VSD, yang kemudian dikonversi ke beban motor/pompa (HP), dan dicek apakah kapasitas Trafo bisa memenuhi beban maksimum ini.

3. Desain Trafo sendiri, disesuaikan dengan kondisi harmonics yang ada. Hal ini akan efektif jika Trafo memang dedicated untuk sistem tersebut.

Tanggapan 5 – Alman Fauzi

Trafo-nya belum jadi pak wisnu, saya masih dalam proses desain. Specnya sudah saya sertakan di email sebelumnya, lha yang bikin saya agak ragu apakah ada hal2 khusus yg perlu di perhatikan, seperti apakah perlu over flux, over voltage, dll.
Btw, terima kasih ya pak atas sharing pengalamannya. Jadi bisa tanya ke client tentang hal2 yg bapak sampaikan.

Tanggapan 6 – Rustam Saleh

Bro semua,

Sharing pengalaman, kami sering memasang VSD yg ukuran kecil 380V 3 Phase 50 Hz, kami pasang Isolation Transformer ratio 1:1 (tergantung main di rating voltage mana, perbandingan terserah sistem anda) hubungan Delta Y, ini dipakai buat mengurangi pengaruh harmonik ke sistem akibat terjebak dlm belitan Delta trafo, mengurangi impulse namun biasanya sdh ada juga tambahan damper (inductor hubungan) sebelum VSD.

Tambahan,

1. Utk sisi sekunder belitan Y dimaksudkan buat mendapatkan neutral untuk VSD control.

2. Peredam impulse agar supaya VSD gate sistemnya tdk kacau kerjanya, jika impulse tdk bisa ditoleransi setiap ada voltage kedip VSD akan trip-2 terus.

Tanggapan 7 – Alman Fauzi

Oya pak, apakah VSD itu bekerjanya dengan range frekuensi tertentu, misal 37 – 75 Hz atau bisa bekerja pada satu frekuensi saja, katakan hanya di 50 Hz ???. Setahu saya pengaturan kecepatan biasanya dilakukan dengan merubah – rubah frekuensi. Lha penurunan frekuensi ini bisa menyebabkan over flux pada trafo, hal ini yang saya khawatirkan.

Tanggapan 8 – Fauzul JOB@tripatra

Maksudnya ‘VSD bekerja’ itu bagaimana,ya pak alaman?

Karena input ke VSD tetep frekuensi fundamental, hanya saja frekuensi output yang dicacah sesuai kebutuhan.Jadi yang kena frekuensi berubah2 adalah load dari VSD (motor), sedangkan trafo posisinya di atas VSD.
Mestinya gak terpengaruh langsung dengan underfrequency kecuali oleh harmonic saja.

Setuju dengan pak rustam,

Trafo isolasi (1:1) sangat berguna untuk blocking harmonic, meski trafo isolasi tersebut punya efek panas/temperature rise karena menampung harmonic. Solusi tersebut jitu.

Tanggapan 9 – Budi Raharjo

Sekedar nimbrung pak,

Dengan VSD, maka frequency load akan variable. Akibatnya rugi daya akibat arus Eddy juga berubah. Kalau lihat di teori trafo, dinyatakan bahwa rugi daya ini akan sebanding dengan konstanta x sq(freq), terutama 3rd freq. Physicalnya menyebabkan pemanasan berlebih dan noise jika dibandingkan dengan kondisi beban pada frekuensi steady 50Hz misalnya, sehingga terjadi derating dan penurunan life time.
Masih di buku lagi, untuk beban dengan 3rd freq., cara hitung derating adalah (actual rms current x 1.414)/actual peak current. Kalau freq. di atas 3rd, silakan mengacu ke ANSI/IEEE C57.100-1986 ‘Recommended Practice for Establishing Trafo Capability when Supplying Nonsinusiodal Load Current’.

Kalau hubungannya dengan power quality, beban non linear menyebabkan power system quality terganggu. Solusinya disebutkan:

a. Pemasangan passive atau active harmonic filter.

b. Autotrafo untuk menggeser fasa beban sehingga menghilangkan harmonic orde kecil. Tapi di buku disebutkan menggunakan zig-zag , sehingga harmonik ketiga bisa dihilangkan.
Sekarang ini mestinya harmonic filter lebih ngetren dan fleksibel karena kecanggihan elka daya, apalagi untuk proyek besar:)

Share This