Menteri perminyakan Iraq telah mengundang perusahaan mengajukan rencana dan penawaran terperinci untuk menyediakan peralatan untuk pembangunan dari dua pipeline minyak antara Iraq dan Iran, masing-masing panjangnya 50-75 km.

Penulis : Eric Watkins

Menteri perminyakan Iraq telah mengundang perusahaan mengajukan rencana dan penawaran terperinci untuk menyediakan peralatan untuk pembangunan dari dua pipeline minyak antara Iraq dan Iran, masing-masing panjangnya 50-75 km.

Kedua negara menandatangani perjanjian November lalu untuk membangun saluran, satu untuk mengekspor kira-kira 100,000 b/d minyak mentah Iraq ke Iran dan lainnya untuk produk minyak pompa dari Iran ke Iraq.

“Tujuan project adalah untuk mengekspor minyak mentah dan mengimpor multi produk melalui terusan Shatt-al-Arab’, kata menteri. Pipeline akan menghubungkan lahan minyak Basra di selatan Iraq dengan kilang minyak Abadan Iran.

Dokumen penawaran dapat diperoleh dari Oil Projects Co.

Sumber: www.ogj.com