Select Page

I.M. Duguid dalam Loss Prevention Bulletin No. 142 Agustus 1998 menulis paper berdasar risetnya terhadap 500 insiden di pabrik pengolahan minyak dan pabrik kimia, yang berjudul relative frequencies of incidents oleh Trevor Kletz, papernya dirangkum dalam bentuk point2 penting yang bisa kita baca sebagai berikut: “Setengah dari insiden adalah berhubungan dengan aktivitas maintenance: 15% berhubungan dengan shutdown, 14% dengan start-up, 10% dengan maintenance, dan 11% berhubugan dengan tindakan yang dilakukan untuk menghindari shutdown karena kegagalan peralatan di pabrik.”

I.M. Duguid dalam Loss Prevention Bulletin No. 142 Agustus 1998 menulis paper berdasar risetnya terhadap 500 insiden di pabrik pengolahan minyak dan pabrik kimia, yang berjudul relative frequencies of incidents. Oleh Trevor Kletz, papernya dirangkum dalam bentuk point2 penting yang bisa kita baca sebagai berikut:

1. Setengah dari insiden adalah berhubungan dengan aktivitas maintenance: 15% berhubungan dengan shutdown, 14% dengan start-up, 10% dengan maintenance, dan 11% berhubugan dengan tindakan yang dilakukan untuk menghindari shutdown karena kegagalan peralatan di pabrik.

Inget maintenance ketika shutdown tentulah kita ingat kejadian di negara bagian Madya Pradesh, di India tengah, tepatnya di Bhopal. Pada tanggal 3 Desember 1984 di Bhopal, pabrik pestisida milik Union Carbide melepaskan gas beracun yang menyebabkan kematian yang besar. 4 bulan setelah kejadian, parlemen India memberitakan bahwa 1430 orang meninggal dunia. Dan pada tahun 1991, pemerintah India meng-update secara resmi bahwa yang meninggal adalah 3400 orang dan sekitar 11000 jiwa mengalami cacat permanen. Dua ratus ribu jiwa dilaporkan terluka.
Bhopal adalah pabrik penghasil carbaryl, suatu pestisida yang diperlukan India untuk menyokong industri pertaniannya. Carbaryl dibuat dengan mereaksikan phosgene dengan methylamine untuk menghasilkan methyl isocyanate (MIC). MIC kemudian direaksikan dengan alpha-naphthol guna menghasilkan carbaryl. Di saat kejadian, pabrik lagi total shutdown untuk maintenance, termasuk safety sistemnya. Entah karena sebab apa, (mungkin karena sabotase), tangki MIC kemasukan air dan chloroform, dan runaway reaction-pun terjadi. Tekanan dan temperatur di tangki pun naik. Sistem refrigerasi yang seharusnya mendinginkan tangki ini tidak bekerja karena lagi di shutdown, begitu pula dengan scrubber dan flare system. Dan lepaslah hasil dari reaksi samping itu ke atmosferik di sekitarnya….
Salah satu tindakan yang diambil setelah kejadian oleh Union Carbide adalah mereduksi material2 intermediate yang berbahaya di seluruh pabrik Union Carbide di dunia. Setahun setelah kejadian Bhopal, Union Carbide mengumumkan stock bahan2 intermediate yang berbahaya direduksi hanya tinggal 25%-nya. Ini sejalan dengan salah satu prinsip inherently safer design, yaitu intensifikasi (detailnya bisa dibaca di referensi 1 bab 21 atau di referensi 4 bab2). Sayangnya, ternyata produksi carbaryl bisa melalui reaction path yang lain, tanpa melibatkan material2 intermediate yang berbahaya, tapi kalau uang sudah bicara dengan alasan ekonomis, apa mau di kata?
Pemerintah Inggris, mengumumkan maklumat sebagai responnya terhadap kejadian Bhopal, bahwa seluruh mahasiswa jurusan teknik kimia diwajibkan mengikuti Loss Prevention Training sebelum bekerja. Tapi, menurut Kletz, cuma di Inggris saja ini terjadi, di tempat lain, seperti Amerika Serikat, belumlah dilaksanakan…..
Kecelakaan lain yang berhubungan dengan aktifitas maintenance adalah Piper Alpha. Platform yang dioperasikan oleh Occidental Petroleum ini terletak di Laut Utara, Eropa. Kejadiannya tercatat tanggal 6 Juli 1988. Ledakan hebat yang meluluh-lantakan platform ini menelan korban 167 orang tewas dari total 226 orang yang sedang bekerja. Sebelum kejadian, di platform tersebut dilakukan re-sertifikasi PSV pada discharge line dari pompa transfer kondensat A. Tapping point PSV pompa A di blind sesuai standard praktis.
Setelah PSV di discharge line pompa A selesai di sertifikasi, direncanakan dikembalikan ke posisi semula. Namun karena crane tidak tersedia pada waktu itu, pekerja sertifikasi setelah konsultasi dengan operator di kontrol room, setuju untuk melanjutkannya di keesokan harinya. Sementara itu, pompa transfer kondensat B sedang bekerja, yaitu memompakan kondensat ke pipa minyak serta mensupply bahan bakar untuk generator pembangkit listrik.

Selengkapnya :

Share This