Perusahaan tempat saya bekerja berencana mendirikan PLTU untuk membantu program kelistrikan negara, saya baru belajar sedikit2 apa itu PLTU dan tidak mengerti tentang boiler, jikalau bapak2 ada yang tau dan bisa menjelaskan tentang CFB Boiler dan PC Boiler, perbedaan, kelebihan, kekurangan dan apa aja dari masing2 boiler tersebut saya sangat berterimakasih.

Tanya – Eko Rajo Mudo

Sore Bapak2,

Perusahaan tempat saya bekerja berencana mendirikan PLTU untuk membantu program kelistrikan negara, saya baru belajar sedikit2 apa itu PLTU dan tidak mengerti tentang boiler, jikalau bapak2 ada yang tau dan bisa menjelaskan tentang CFB Boiler dan PC Boiler, perbedaan, kelebihan, kekurangan dan apa aja dari masing2 boiler tersebut saya sangat berterimakasih.

Mohon pencerahan dari Bapak2.

Tanggapan 1 – Teguh.Waskito

Mas Eko,

Apa yg dimaksud adalah beda antara Fluidizing Bed Combustion Boiler (FBC – Boiler ) dan Pulverized Coal Boiler?

Kalau FBC Boiler itu punya kelebihan dan kekurangan sbb:

– Emisi gas buang berupa NOx akan relatif lebih rendah sedang kan SOx nya tergantung coalnya

– Temperatur ruang bakar di control dngan memasukan kembali sebagian flue gas dalam sistem air supplynya.

– Coal yg dimasukanan dalam ruang bakar bisa lebih besar

– 10mm

– Menggunakan pasir silica sebagai media pemanas batubara (senagai bed) sebelum coal terbakar.

– System pengendalian atau controlnya lebih sederhana.

– Material pipa dan batu tahan api ( tergantung desain) sering terkena gesekan coal (fluidizing), sehingga tube pipe lebih cepat aus ( coal – abrative).

– Loss ignition carbonnya lebih redah.

– Coal feedingnya lebih sederhana.

Pulverizer Coal Boiler.

– Coal Feeding control and equipmentnyanya lebih complicated. dan

– harus familiar dengan

Pulverizer Fuel Code. (ketentuan-ketentuan yg hrs dipenuhi utk menjalankan/mengoperasion
Pulverizer dan comply dgn NFPA CODE). termasuk protektion system yg harus dipenuhi.

– Respon utk menaikan atau menurunkan beban lebih cepat.

– Emisi gas buang akan relatid lebih besar, namaun saaat ini sudah banyak teknologi utk mengurangi NOx, sedangan utk SOx tergantung dengan composisi coal dan tampahan Absorber hrs dilakukan.

– Monitoring performace Pulverizer hrs dilakukan secara periodik.

-Ada bebrapa sisyem pembakaran di dapur. ( Tangential Fire / Ball fire, Front fire).

– Yang ini biasanya dipakai utk kapasitas boiler yang besar.

Itu dulu ya share dari saya, lebih detail mungkin baiknya ke jabpri aja ya?

Tanggapan 2 – Novianto Fitriawan

Sedikit menambahkan ….

1. Environmental issue :

CFB : Batasan gas emisi bisa dicapai tanpa menambahkan unit tambahan pada downstream boiler

SOx : dengan menambahkan limestone (sedikit beda dengan keterangan P. Teguh)

NOx : dengan bermain pada low temperature

PF : Penambahan unit lebih lanjut untuk mencapai ambang batas emisi yang diperkenankan. scrubbing system, catalytic reaction dan FGC plant untuk Sox

2. Fuel types :

CFB : – fleksibiltas yang tinggi untuk menerima bermacam-macam fuel

– tidak sampai merubah basic design seandainya akan dipergunakan fuel jenis lain (CO-FIRED)

PF : – sulit untuk menerima jenis coal yang lain yang berbeda dengan coal desainnya, biasanya dilakukan test run terlebih dulu untuk memastikannya.

– tidak bisa co fired ama biomass

3. Power consumption :

CFB : – power untuk air compressing lebih banyak, tetapi membutuhkan lebih sedikit untuk coal crushing

PF : kebalikan CFB

4. Fuel handling :

CFB : – mekanikal fuel transport sudah cukup memadai

PF : – pneumatic transport via booster van dari pulvirizer ke burner

– diperlukan higher crushing power yang lebih tinggi untuk membikin coal partikel sebesar < 1 mm (vs 15 mm - CFB)

– bahaya laten karena coal dust explosion.

5. Untuk desain yang sama (steam output yang sama) CFB membutuhkan biaya yang lebih besar di pressure part, air preheater, refractory maupun steel worknya.

Mungkin ada tambahan dari yang lainnya ..