Process design engineer haruslah dan dituntut untuk mengetahui scope pekerjaan mereka. Hal ini sangat penting karena tanpa mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh seorang Process Design Engineer , mereka sama saja berjalan tanpa tahu arah.

Pembahasan : Fadhli Halim

Dear Pak Budhi,

Semalam karena tidak bisa tidur, saya mencoba membuat dokumen ini, Mohon Bapak mempostingnya di milis migas indonesia. Atas Bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.
Bersamaan dengan itu, saya mengucapkan terima kasih kepada atas support dan Advise dari bapak yang sangat rendah hati dan mudah memuji – Bapak Dimas Yudanto (Project Engineer, Santos Melbourne).

Semoga Bapak bisa menyempatkan diri diwaktu-waktu senggangnya untuk membaca email saya ini. Dan terakhir untuk semua anggota milis saya ucapkan Semoga bermanfaat.

Tanggapan – Crootth Crootth

Dear Mas Fadhlil,

Terlepas dari beragam kekurangan yang dimiliki oleh mas Fadhlil dalam tulisannya ini. Saya kira keberanian Mas Fadhlil untuk menuliskan sesuatu di mailing list ini patutlah krianya diacungi jempol.

Beberapa yang perlu ditambahkan/dilengkapi dalam tulisan ini:

1. Mas Fadhlil perlu mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang umum (saya tidak mau menyebut baku, karena sesuatu yang baku itu biasanya tidak menarik… sama tidak menariknya gambaran sosok seorang engineer di mata profesi seniman, hahaha): Bagian Kesimpulan mustinya juga dituliskan.

2. Apa itu ‘Process’ tidak pernah dijelaskan di sini. Padahal inilah yang paling penting, untuk memahami apatah itu profesi Process Engineer? Benarkah profesi Process Engineer itu sama dengan Chemical Engineer? Apakah boleh seorang lulusan teknik fisika atau teknik mesin menjadi seorang process engineer??

3. Menarik untuk dibahas adalah scope kerja yang diperikan oleh seorang Process Engineer: ‘Memilih licensor/subcontractor’ dan…’serta memimpin subcontractor’. Saya kira jamak diketahui kalau pemilihan licensor biasanya juga dekat dekat dengan siapa yang memegang peranan terpenting di sana. Apa hubungan matriks antara Process Engineer dan Project Engineer dalam hal ini? Apakah Process Engineer solely berusaha sendiri dalam pemilihan licensor ini?

4. Tidak dijelaskan irisan pekerjaan Process Engineer dengan Profesi lain (kecuali dengan Instrument Engineer) misalnya dengan Mechanical Engineer (dalam rangka memberi masukan pada Isometric Drawing, memberi masukan dalam Gambar desain bejana bertekanan, spec sheet Pompa, Kompresor dan rotating equipment lainnya, pekerjaan Pipeline Design, dst), irisannya dengan CIvil/structural engineer (masalah Lay Out and Spacing, masalah penempatan Vent/Flare dalam suatu platform: berapa besar pipanya, berapa panjang pipanya), dengan Electrical Engineer (tentang Hazardous Area Classification, tentang Genset, tentang CCVT, tentang Variable Frequency Driver, dll).

5. Tidak dijelaskan Branch dari Profesi Process Engineer: Process Simulation Engineer, Process Optimization Engineer, Field Process Engineer, Process Safety Engineer, dst)

Mungkin itu saja dulu, saya kira komentar saya ini janganlah menyurutkan tekad Mas Fadhlil untuk menulis. Di Milis ini siapa saja berhak menulis dan berkomentar tentunya dengan dasar argumen akademik dan profesional yang memadai.