Untuk ketentuan jarak ruang aman antara SUTT (150 kV) & SUTET (500 kV) terhadap perumahan, merefer pada aturan Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1457 K/28/MEM/2000 tanggal 3 November 2000 tentang ‘Kriteria tata ruang aspek pertambangan dan energi’. Disana disebutkan jarak minimum bangunan tidak tahan api dengan jalur SUTT minimal 13,5 meter dan dengan jalur SUTET minimal 14 meter (sirkit ganda) dan 15 meter (sirkit tunggal).

Tanya – Agus Budiono

Dear Milister Migas,

Saya mau tanya berapa yah jarak/radius aman untuk perumahan dari pengaruh jalur SUTT (150 kV) ato SUTET (500 kV)? Soalnya saya cari di internet yang ada cuma pengaruhnya terhadap kesehatan, tetapi tidak menyebutkan radius aman untuk menghindari pengaruh SUTT/SUTET tersebut. Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – didik.s.pramono@exxonmobil

Pak Agus,

Untuk ketentuan jarak ruang aman antara SUTT (150 kV) & SUTET (500 kV) terhadap perumahan, silakan merefer pada aturan sbb:

1. Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1457 K/28/MEM/2000 tanggal 3 November 2000 tentang ‘Kriteria tata ruang aspek pertambangan dan energi’. Disana disebutkan jarak minimum bangunan tidak tahan api dengan jalur SUTT minimal 13,5 meter dan dengan jalur SUTET minimal 14 meter (sirkit ganda) dan 15 meter (sirkit tunggal).

2. SNI 04-6918-2002 tentang ‘Ruang bebas dan jarak bebas minimum pada SUTT dan SUTET’. SNI mempunyai pendapat yang berbeda dengan Kepmen ESDM diatas mengenai jarak ruang aman. Di tabel 4 disebutkan jarak bebas minimum vertikal dari konduktor dengan bangunan, yaitu 5 meter untuk SUTT 150 kV dan 9 meter untuk SUTET. Sedangkan di tabel 5 disebutkan jarak bebas minimum horisontal dari sumbu menara, yaitu:

– 6 meter untuk SUTT 10 kV tiang baja.

– 5 meter untuk SUTT 10 kV tiang beton.

– 22 meter untuk SUTET 500 kV sirkit tunggal.

– 17 meter untuk SUTET 500 kV sirkit ganda.

3. Silakan juga refer ke peraturan lainnya tentang ketentuan jarak ruang aman SUTT dan SUTET sbb:

– Permen 01P/47/MPE/1992 tentang ‘Ruang bebas SUTT dan SUTET untuk penyaluran tenaga listrik’

– SNI 04-6950-2003 tentang ‘SUTT dan SUTET – Nilai ambang batas medan listrik dan medan magnet’

Dokumen SNI dapat anda dapatkan dari BSN (Badan Standarisasi Nasional).

Tanggapan 2 – Agus Budiono

Terima kasih banget Pak Didik,
Ini sangat membantu banget buat referensi saya.
Oh ya, apakah jarak2 tersebut di atas sudah menjamin bahwa tidak akan terjadi pengaruh SUTT atau SUTET terhadap kesehatan? Ato hanya menghindari bangunan tidak tahan api dari bahaya kebakaran? Sebelumnya terima kasih.

Tanggapan 3 – didik.s.pramono@exxonmobil

Pak Agus,

Kalau melihat peraturan tersebut concern-nya adalah terhadap safety. Kalau terhadap kesehatan rasanya juga diperhitungkan, mengingat di dalam kategori bangunan tidak tahan api tersebut salah satunya adalah termasuk rumah hunian.

Pada tahun 1998, team sebuah PTN di Surabaya telah melakukan penelitian pengaruh medan listrik SUTET 500 kV terhadap kesehatan manusia. Penelitian dilakukan terhadap penduduk yang bertempat tinggal sesuai dengan 3 kategori yaitu:

– Tinggal tepat dibawah jaringan SUTET.

– Tinggal pada jarak 5-50 meter kanan-kiri jaringan SUTET.

– Tinggal pada jarak lebih dari 200 meter di kanan-kiri jaringan SUTET.

Kesimpulan dari hasil penelitian team tersebut adalah kuat medan listrik dan medan magnet di bawah jaringan listrik SUTET masih berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh WHO untuk lingkungan umum (silakan Bapak search sendiri tentang Nilai Ambang Batas versi WHO tersebut). Masih sesuai dengan hasil penelitian, keluhan (rasa mual, pusing, kurang nafsu makan) yang sering dihadapi penduduk yang bertempat tinggal dibawah SUTET malahan lebih banyak dipengaruhi oleh adanya rasa cemas yang disebabkan oleh adanya jaringan SUTET 500 kV di daerah sekitar mereka.

Tetapi bagaimanapun kesimpulannya, siapa yang mau begitu saja tempat tinggalnya dilalui jaringan SUTET?