Select Page

Lahan gas di offshore Yetagun Myanmar diharapkan akan memulai lagi produksi pada 14 April mengikuti perbaikan putusnya dua pipeline gas pada bagian barat Thailand, Menteri Energi Thailand, Poonpirom Liptapanlop melaporkan.

Lahan gas di offshore Yetagun Myanmar diharapkan akan memulai lagi produksi pada 14 April mengikuti perbaikan putusnya dua pipeline gas pada bagian barat Thailand, Menteri Energi Thailand, Poonpirom Liptapanlop melaporkan.

Produksi dari lahan ditutup pada 1 April setelah pecahan ditemukan di bagian pipeline Yetagun di bagian onshore dekat perbatasan Myanmar-Thailand di Kanchanaburi Prov Thailand. Penyebab pecahan sedang diselidiki.

Pecahan menyebabkan kerugian 460 MMcfd gas ke Thailand, yang mendorong Thailand memperoleh hampir 63,000 b/d bahan bakar minyak dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik.

Pecahnya pipa mendorong kekhawatiran parties akan penangguhan penghentian pemeliharaan rutin pipeline gas Myanmar-Thailand yang dijadwalkan selama 11-20 April.

Yetagun dan lahan gas besar lainnya, Yadana, di Teluk Martaban Myanmar, mengirim 1.16 bcfd gas ke Thailand, yang mewakili 20% konsumsi gas negara. Yetagun telah memulai produksi pada April 2000, dengan mengirimkan gas ke Thailand melalui 277 km pipeline.

Petronas Malaysia yang mengoperasikan Yetagun mengatakan usaha-usaha sedang dilakukan untuk mempercepat perbaikan kerusakan pipa.

Partner Yetagun adalah Petronas 40.9%, Thailand’s PTT Exploration & Production PLC 19.3%, Myanmar Oil & Gas Enterprise 20.45%, dan Nippon Oil Exploration 19.31%.

Sumber: www.ogj.com

Share This