Duty Cycle pengertiannya adalah Siklus kerja dari sebuah mesin las.
Di negara Eropa atau Amerika biasanya dipakai batasan waktu 10 Menit, Sementara di beberapa negara asia ada yang menggunakan batasan 5 menit.
Artinya.. jika sebuah mesin las digunakan pada amp tertentu mis ; 250 Amp dan dipakai terus selama 10 menit masih tetap on, maka mesin las tersebut mempunyai Duty Cycle 100% pada 250 Amp. Sedangkan WPS itu ibarat resep obat. Resep itu dibuat oleh dokter ahli yang ilmunya sudah diturunkan kepada murid2nya seperti Welding Engineer. Welding Engineer sudah diajari bagaimana mebuat campuran obat yang sangat manjur, makanya salah satu caranya adalah dengan mengkualifikasi WPS tersebut. Nah bagaimana jika WPS sudah ada yang di approve oleh Welding Engineer, apakah sudah jaminan hasil welding pasti bagus?? Sudah pasti bagus selama semua persyaratan yang tercantum dalam WPS diikuti.

Tanya – yusuf.m@panunited

Dear All

Mohon Kepada rekan2 penjelasan tentang Duty Cycle suatu mesin, khususnya yang digunakan dalam pengelasan!

Tanggapan 1 – Leonard_Sinaga@fmi

Pak Yusuf,

Yang pernah saya tau Duty Cycle ialah Siklus Kerja. Jd kemampuan atau lamanya kerja dari suatu alat.

Tanggapan 2 – Rahmat Ardiansyah

Nambahin Pak,

Duty Cycle (DC) dalam istilah mesin las adalah perbanding antara arc time dengan total time. Sebagai contoh: jika suatu mesin las mempunyai DC 60%, jika masin tersebut berkerja 10 menit (in max. A), 6 menit boleh terus menerus mengelas kemudian berhenti selama 4 menit. Hal ini tidak berlaku untuk mesin las tengangan konstan seperti mesin las FCAW/GMAW, bisanya mesin las ini mempunyai DC 10%.
Pertanyaannya adalag bagaimana kalau mesin las 400 A hanya bekerja 200 A dan DC 60 %. Berapa lama dalam 1 jam boleh berkerja terus menerus?….ada yang bisa jawab? Terima kasih,

Darmayadi

Menarik sekali ada beberapa pertanyaan dari rekan-rekan tentang Pengelasan.

Pertama yang saya ingin tanggapi adalah:

Duty Cycle….

Duty Cycle pengertiannya adalah Siklus kerja dari sebuah mesin las.
Di negara Eropa atau Amerika biasanya dipakai batasan waktu 10 Menit, sementara di beberapa negara asia ada yang menggunakan batasan 5 menit.
Artinya.. jika sebuah mesin las digunakan pada amp tertentu mis ; 250 Amp dan dipakai terus selama 10 menit masih tetap on, maka mesin las tersebut mempunyai Duty Cycle 100% pada 250 Amp.
Jika mesin las tersebut dipakai pada 350 amp, ternyata off pada menit ke 7, maka dikatakan bahwa mesin las tersebut mempunyai Duty Cycle 70% pada 350 amp.
Biasanya, dimesin las ataupun pada brosurnya spec duty cycle ini di informasikan. Makanya kita harus hati-hati membandingkan mesin las yang mau kita beli. Biasanya yang mempunyai Duty Cycle tinggi harganya lebih mahal karena lebih bandel.
Jika kita melihat duty cycle di brosur… kita harus lihat nilai duty cyclenya itu pada temperatur berapa?
mesin dengan duty cycle 100% pada 450 amp tentu lebih bandel dari pada mesin las yang mempunyai duty cycle 100% pada 350 amp, kenapa???
Karena mesin las itu jika kita operasikan pada 450 amp hanya mempunyai duty cycle sekitar 75%.

Yang kedua mengenai WPS;

WPS itu ibarat resep obat. Resep itu dibuat oleh dokter ahli yang ilmunya sudah diturunkan kepada murid2nya seperti Welding Engineer. Welding Engineer sudah diajari bagaimana membuat mebuat campuran obat yang sangat manjur, makanya salah satu caranya adalah dengan mengkualifikasi WPS tersebut. Nah gimana jika WPS sudah ada yang di approve oleh Welding Engineer, apakah sudah jaminan hasil welding pasti bagus?? Saya katakan sudah pasti bagus selama semua persyaratan yang tercantum dalam WPS diikuti.
Tetapi ada beberapa pengalaman yang tidak bagus, hal itu dapat saya pastikan bahwa ada beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi oleh pemakai wps tersebut.