Ada WPS pipeline project ‘….’ menggunakan material API 5L X65. Welding process SMAW menggunakan elektode : E 6010 untuk rootpass diameter 3,2 ; E 8010 G untuk hotpass, filler,capping diameter 4.0. Yang saya tanya kenapa elektrode untuk rootpass menggunakan yieldstrength yang lebih kecil dari YS basemetal???

Tanya – Ketut Sudana

Tolong di komentari ya teman2!!!

Ada WPS pipeline project ‘….’ menggunakan material API 5L X65

Welding process SMAW menggunakan elektode :

E 6010 untuk rootpass diameter 3,2

E 8010 G untuk hotpass, filler,capping diameter 4.0

Yang saya tanya kenapa elektrode untuk rootpass menggunakan yieldstrength yang lebih kecil dari YS basemetal???

Tanggapan 1 – Makhmud Ashadi

Mah Ketut,

Untuk pipeline, umumnya digunakan E6010 sebagai rootpass karena karakter Elektrode tersebut sangat baik untuk tembusan (root), mengenai stength yang lebih rendah dari base material tidak terlalu berpengaruh karena sifatnya hanya sebagai root pass.

Tanggapan 2 – Annas Humaidy Faqih

Namanya prosedur yg penting kan pelaksanaannya. Jika weldernya merasa lebih mampu pakai E7010 atau E8010 mengapa tidak dikomunikasikan dulu sebelum mendesain WPS. Coba tanya weldernya dulu.
Terus kenapa WPS kita gak ada yg dwi bahasa (english + indonesia) sementara orang jepang, korea, cina bikin dwi bahasa. Juga, kadang WE ketika mendesain WPS tidak berkomunikasi dgn welder, ketika WPS jadipun kurang terkominukasikan ke welder.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Pak bukan nya Welder yg ngikutin maunya WPS ?

Kok dibalik malah WPS ngikutin kemampuan Welder.
Harusnya kalau nggak ada welder yg kualified sesuai WPS tersebut ya harus cari dong………
Mosok misalnya Welder yg ada hanya 3G, sementara yg akan dilas menuntuk posisi overhead, nggak mungkin kan misalnya membalik-kan roof sebuah tangki besar agar supaya tidak overhead position.

Pak Indra,

Kalau yg akan dilas adalah equipment yg termasuk dalam SK Dirjen migas no. 84-K/98 maka WPS harus diapprove oleh Dirjen Migas, agar proses SKPP nya gampang.

Tanggapan 4 – novembri nov

Pak Dirman …boleh sharing tuh informasi SK digen Migasnya Pak …biar kita juga tahu kayak apa sih peraturannya…….

Tanggapan 5 – Administrator Migas

Mas Novembri menanyakan SK Dirjen Migas N0. 84-K Tahun 1998 ‘Pemeriksaan Keselamatan Kerja’, ini deh saya lampirkan di attachment. Versi yang saya berikan adalah versi 2 bahasa, jadi enak kalau mau didiskusikan dengan expat.

Attachment : Dirjen Migas 84K-1998 Pemeriksaan Keselamatan Kerja.pdf

Tanggapan 6 – Dirman Artib

SK sakti dan populer ini merupakan mata kuliah wajib para inspectors ini pernah di upload oleh Pak Admin tahun lalu.

Tanggapan 7 – Dirman Artib

Nah…..itu dia pak, SK paling populer seantero dunia per-inspeksi-an Indonesia.
Tinggal bapak cari model-model ITP (Inspection and Test Plan) lengkap sudah informasi untuk menjadi perencana inspeksi. Tentunya anda harus punya pengetahuan dasar dan prinsip-prinsip serta metode inspeksi seperti di ASNT-TC-1A., minimal ikut kursus untuk Level II dululah.
Jika anda mengalaminya 2-3 metode (penetrant, MPI, USG) tersebut berulang-ulang dalam 2-3 project pula, maka anda layak diwisuda sebagai real inspector (sori ini hanya versi saya aja). Boleh la maju ke level III, gitu.

Tanggapan 8 – Dirman Artib

Kalau jawaban nya E6010 dibolehkan karena hanya sebagai root pass, kok kurang mantap. Mungkin yg dibutuhkan oleh Pak Ketut adalah bahasan teknis kenapa pada material grade X65 (yield strength 6500) digunakan E6010 (yield strength 6000 an) dan capping nya E8010 G (yield strength 8000 an).

Saya juga berharap ada para ahli welding yg bisa menerangkan karena, selain daripada kemampuan untuk penetrasi tentunya juga diperhatikan yieldstrength dari keseluruhan hasil las. Tentu saja validitas dari desain sebuah WPS akan dengan uji-uji yang diperlukan untu PQR, tetapi bagaimana logika pemilihan welding rod dibuat atas ini ?

Tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Mailing List Migas Indonesia bulan Januari 2008 dapat dilihat dalam file berikut: