Select Page

Pengaruh unsur manganese (Mn) pada baja secara umum adalah sbb dengan penambahan manganese (Mn) akan : – Meningkatkan kekuatan dan kekerasan meski tidak sebaik karbon (C); – Menurunkan sifat mampu las (weldability) dan keuletan baja; – Meningkatkan kemampukerasan (hardenability) baja; – dengan sulfur (S) akan membentuk Mangan Sulfida (MnS) dan hal ini akan meningkatkan sifat pemesinan (machineability).

Tanya – JOKO S

Dear rekan-rekan yang ahli metalurgy,

Mohon penjelasannya, apabila material plate carbon steel yang akan digunakan untuk Bejana Tekan, kandungan Mn melebihi toleransi yang diberikan pada CODE, apa efeknya dikemudian hari dan bagaimana sifat Mn itu sendiri.
Sebagai contoh : Pada CODE Kandungan Mn 0.79 s/d 1.3 sedangkan pada mill certificate material menyebutkan 1.5
Apabila ada referensinya mohon informasinya,
Thanks a lot,

Tanggapan 1 – ir_winarto

Dear Mas Joko,

Mengenai pengaruh unsur manganese (Mn) pada baja secara umum adalah sbb dengan penambahan manganese (Mn) akan

– Meningkatkan kekuatan dan kekerasan meski tidak sebaik karbon (C).

– Menurunkan sifat mampu las (weldability) dan keuletan baja.

– Meningkatkan kemampukerasan (hardenability) baja.

– dengan sulfur (S) akan membentuk Mangan Sulfida (MnS) dan hal ini akan meningkatkan sifat pemesinan (machineability).

Dalam hal kemampukerasan (hardenability), penambahan manganese (Mn) akan meningkatkan kekerasan baja karena struktur mikro yang terbentuk akan didominasi oleh pearlite (= ferrite + cementite/Fe3C) yang cukup keras. Akibatnya keuletan & ketangguhannya sedikit menurun.

Dalam hal kemampulasan (weldability), penambahan Mn menurunkan weldability baja karena nilai karbon ekivalen (CE) menjadi meningkat sesuai formula CE-IIW= %C+%Mn/6+(%Cr+%Mo+%V)/5+(%Ni+%Cu)/15. Semakin meningkat nilai CE, dimana nilai kritisnya sekitar 0.4, maka semakin besar CE > 0.4 kemungkinan retak di lasan (HAZ) pada baja pelat untuk pressure vessel tsb akan semakin meningkat. Sehingga treatment (perlakuan) untuk material yang CE-nya tinggi perlu dipertimbangkan dalam membuat WPS baja tsb.
Untuk referensi bisa dilihat dialamat dibawah ini:

http://www.materialsengineer.com/E-Alloying-Steels.htm

http://info.lu.farmingdale.edu/depts/met/met205/alloyingeffect.html

http://www.history.rochester.edu/ehp-book/shb/hb18.htm

http://www.key-to-steel.com/Articles/Art69.htm

http://www.metal-mart.com/Dictionary/dictletm.htm

http://www.thefabricator.com/MetalsMaterials/MetalsMaterials_Article.cfm?ID=1139

http://www.moly.imoa.info/Default.asp?Page=74

http://www.chasealloys.co.uk/steel/alloying-elements-in-steel/

Demikian informasi ini semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Farizan Riadhi

Pak Win, tentang elektroda las GTAW – bare solid, yang didesain untuk austenitic SS joint pipa. Saya pernah menemukan sambungan lasan (bukan elektroda, melainkan sudah menjadi sambungan) dengan kandungan Ni hanya 4-5%, sedangkan menurut ASME Sect.2c 5.09, elektroda yang dispesifikasikan adalah ER308 (base metalnya 304), Ni 9-11%. Anehnya kandungan Mn nya tinggi banget, hingga 5-6%. Pengujian dilakukan dengan PMI (Positive Material Identification). Yang jadi pertanyaan, fasa yang terjadi tetap austenitic tidak?, kalau benar menurunkan weldability, berarti sambungan lasan tersebut apakah harus direject?

Share This