Di ASME untuk desain pressure vessel tidak ada regulasi perihal orientasi dan elevasi sambungan (baca: weld joint) pada shell yang berkaitan dengan jenis fluida kerjanya. Secara prinsip, weld joint adalah area yang paling rentan terhadap korosi. Untuk itu sebisa mungkin diminimalkan keberadaan weld area pada area fluida kerja, apalagi jika fluidanya tergolong korosif. Jika tidak bisa dihindari, it’s ok, tinggal follow procedure treatment sambungan sesuai ASME VIII.

Tanya – Arifin Santosa

Mohon pencerahannya. Apakah di ASME VIII mengatur posisi antar sambungan pada shell dikaitkan dengan jenis fluida/gas yang digunakan. Maksudnya untuk fluida tertentu posisi sambungan trtentu pula, misalnya tidak boleh dibawah atau sebagainya.
Terima kasih

Tanggapan – Yosca.Hananta@ikpt

Sedikit urun rembug nih Pak Arifin.

Setahu saya, di ASME untuk desain pressure vessel tidak ada regulasi perihal orientasi dan elevasi sambungan (baca: weld joint) pada shell yang berkaitan dengan jenis fluida kerjanya.

Secara prinsip, weld joint adalah area yang paling rentan terhadap korosi. Untuk itu sebisa mungkin diminimalkan keberadaan weld area pada area fluida kerja, apalagi jika fluidanya tergolong korosif.
Jika tidak bisa dihindari, it’s ok, tinggal follow procedure treatment sambungan sesuai ASME VIII.

Pengalaman saya, arrangement orientasi dan elevasi sambungan berdasarkan design practice saja.
Jika vesselnya horizontal, sebisa mungkin orientasi longitudinal seam berada di area 90 deg ~ 270 deg (0 deg bottom vessel, searah jarum jam). Jika vesselnya vertical, sebisa mungkin pada shell terbawah lebar row material shell lebih besar dari level fluida kerja, sehingga elevasi circum seam jatuh diatas level fluida kerja.

Mungkin yang sekelumit ini bisa menjadi pencerahan buat Bapak. Jika ada yang menambahkan atau mengkoreksi monggo dipersilahkan.