Gothermal sebenarnya prinsip kerjanya sama dengan PLTU, hanya panasnya dari dalam bumi. Biasanya dipilih bagian bumi yang cukup aktif pergerakan patahannya sehingga panas bumi yang dihasilkan juga cukup besar. Sepertinya cukup menjanjikan untuk diterapkan di Indonesia, mengingat sebagian besar Indonesia merupakan lempeng tektonik yang cukup aktif. Tapi kalau dilihat dari faktor penunjang dan efek lingkungan, sepertinya perlu berpikir 2 kali sebelum infestasi ke sana.

Pembahasan – Nasrizal Zulkarnaen@tripatra

Dear professional,

Menyambung pembahasan tentang potensi geothermal di Indonesia yang ternyata cukup melimpah.

Saya yakin bila pemanfaatan energi ini dilakukan secara maksimal dapat menjawab tantangan krisis energi di Indonesia.

Mungkin diantara rekan-rekan ada yang memiliki referensi mengenai prinsip teknologi geothermal ini ?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Ari Firmansyah

Pak,

Mungkin Link berikut bisa membantu:

http://www1.eere.energy.gov/geothermal/powerplants.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_power

http://www.calenergy.com/html/aboutus4.asp

http://geothermal.marin.org/pwrheat.html

Kalo masih kurang tanya sama Mbah Google saja pak… cukup masukkan kata kunci ‘Geothermal’, referensi yang anda cari saya rasa lebih dari cukup 🙂

Tanggapan 2 – Yudhistira Hayuatma

Gothermal sebenarnya prinsip kerjanya sama dengan PLTU, hanya panasnya dari dalam bumi.
Biasanya dipilih bagian bumi yang cukup aktif pergerakan patahannya sehingga panas bumi yang dihasilkan juga cukup besar.
sepertinya cukup menjanjikan untuk diterapkan di Indonesia, mengingat sebagian besar Indonesia merupakan lempeng tektonik yang cukup aktif. Tapi kalau dilihat dari faktor penunjang dan efek lingkungan, sepertinya perlu berpikir 2 kali sebelum infestasi ke sana.

Faktor penunjang yang kurang mendukung:

1. Harga jual listrik yang ditawarkan oleh PLN masih relatif rendah.

2. Mobilisasi Rig yang sulit (mengingat lokasi patahan biasanya tempat yang berbukit).

3. Air yang tersedia kurang (karena banyak di daerah perbukitan, maka air permukaan sulit ditemukan, dan lebih banyak air tanah).

Faktor lingkungan yang kurang mendukung:

1. Emisi H2S dari dalam perut bumi

2. Air tanah yang terkuras untuk pemenuhan pembangkit geothermal.

3. Penggundulan hutan di daerah resapan air.

Silahkan ditambahkan, terutama bagi yang sudah berkecimpung di geothermal (medco atau chevron)…

Tanggapan 3 – Amir Manurung@id.yokogawa

Dear Pak Budhi,

Sehubungan dengan Topic diatas, saya kirimkan files yang pernah saya down load dari PGE web dan EERE of US Dept. Energy. Semoga bermanfaat untuk di share kepada teman-2 di Milis.