Select Page

Saya ada masalah pengukuran Flow dengan Venturi meter. Fluidanya adalah steam dari lapangan geothermal. Masalahnya adalah terjadinya plugging karena adanya kemungkinan endapan partikel-partikel padat pada pressure tapping point yang hanya sebesar 4 mm. Indikasinya adalah pengukuran jadi fluktuasi naik turun setelah stabil selama kurang lebih sehari. salah satu solusinya adalah dengan melakukan N2 purging dengan tekanan yang lebih tinggi dari operating pressure dari steam (20 barg) seperti sketsa terlampir.

Tanya – Sukamto Agoeng

Rekan-rekan seprofesi, saya ada maslah pengukuran Flow dengan Venturi meter. Fluidanya adalah steam dari lapangan geothermal. Masalahnya adalah terjadinya plugging karena adanya kemungkinan endapan partikel-partikel padat pada pressure tapping point yang hanya sebesar 4 mm. Indikasinya adalah pengukuran jadi fluktuasi naik turun setelah stabil selama kurang lebih sehari. salah satu solusinya adalah dengan melakukan N2 purging dengan tekanan yang lebih tinggi dari operating pressure dari steam (20 barg) seperti sketsa terlampir.
Pertanyaannya adalah…adakah rekan-rekan yang pernah mengaplikasikannya ? jika ada saya ingin tahu spesifikasi dari N2 Purging tersebut yang meliputi jenis valving nya dan regulator.
Sekian dan terima kasih.

Attachment : N2 purging in venturi flow measurement.pdf

Tanggapan 1 – Fajar

Pak Sukamto,

Saya ada pengalaman dalam hal ini tetapi dalam aplikasi yang berbeda yaitu untuk mengukur level dan saya pikir untuk flowmeter tipe DP tidak jauh beda.
Saya gunakan N2 sebagai purgingnya tetapi terfokus pada besar aliran (flow), dan setting flow ke masing-masing tapping harus sama jika tidak maka pembacaan akan salah misalnya 2 gelembung setiap detik.
Kalau mengandalkan tekanan saja maka bapak tidak mengetahui apakah tapping itu sedang pluging atau tidak. Pressure regulator tetap digunakan sebagai satu-satunya sumber pengatur tekanan kemasing-masing flow regulator di setiap tapping. Dengan begitu bapak bisa mengidentifikasi kalau adanya pluging di setiap tapping.
Jenis valvenya adalah tipe needle, digunakan untuk mengatur flow dan menggunakan pressure regulator yang umum digunakan untuk bottle N2, kalau sumber N2nya tidak dari bottle bisa gunakan pressure regulator yang cv nya kecil dan bisa menangani Delta Pressure yang dibutuhkan. Instrument tambahan adalah bubble indicator yang biasa diisi glycerine dengan begitu konsumsi N2 bisa diperkirakan.

Ada pertanyaan saya mengenai fluida steam dan partikel padat yang bisa menyebabkan pluging.

1. Apakah sebelumnya tidak ada kasus pluging atau flowmeter ini baru dipasang?

2. Apakah sudah diinspeksi di lubang tapping bagian dalam pipa tidak terjadi penggumpalan atau permukaanya tidak rata sehingga menyebabkan pertikel terkumpul di lubang tersebut?

3. Apakah sudah ditanyakan ke Process Engineernya tentang penggunaan N2, bisa menyebabkan pengkristallan di lubang tersebut?

Tanggapan 2 – Waskita Indrasutanta@wifgas/p>

Mas Kamto dan rekan-rekan.

Hal serupa sering dialami di industri semen, dimana nozzle untuk untuk ventury flow clogged oleh akumulasi material (berbentuk dust) yang mengeras. Upaya pertama memang menggunakan N2 purging, tetapi kalau sudah terlalu parah, terpaksa harus dibuka dan dibersihkan secara manual.

Purging system seperti di gambar terlampir adalah yang umumnya dipakai dengan menggunakan regulator dan valve dengan rating yang cukup. Liquid N2 sendiri pada ambient temperature mempunyai tekanan sekitar 3000 psig (200 barg), jadi cukup kuat untuk menekan clog. Regulator bisa diset secukupnya untuk membongkar clogging.

Kalau clocgging bisa terjadi pada impulse line, sebaiknya purging point diletakkan sedekat mungkin dengan 3/5-way manifold. Perhatikan, rating dari impulse line dan condensing pot harus cukup untuk menahan tekanan tinggi dari N2.

Tanggapan 3 – Sukamto Agoeng

Terima kasih atas masukannya pak Waskita, apa ada informasi pabrik semen mana atau dimana saja sistim seperti ini pernah dipasang.

Tanggapan 4 – Waskita Indrasutanta@wifgas

Mas Kamto,

PT Semen Gresik (PTSG), Pak. Tetapi sudah cukup lama, saya tidak punya contact personnya. Mungkin rekan kami di Surabaya, Alex bisa bantu.

Tanya – Sukamto Agoeng

Rekan-rekan seprofesi, saya ada maslah pengukuran Flow dengan Venturi meter. Fluidanya adalah steam dari lapangan geothermal. Masalahnya adalah terjadinya plugging karena adanya kemungkinan endapan partikel-partikel padat pada pressure tapping point yang hanya sebesar 4 mm. Indikasinya adalah pengukuran jadi fluktuasi naik turun setelah stabil selama kurang lebih sehari. salah satu solusinya adalah dengan melakukan N2 purging dengan tekanan yang lebih tinggi dari operating pressure dari steam (20 barg) seperti sketsa terlampir.
Pertanyaannya adalah…adakah rekan-rekan yang pernah mengaplikasikannya ? jika ada saya ingin tahu spesifikasi dari N2 Purging tersebut yang meliputi jenis valving nya dan regulator.
Sekian dan terima kasih.

Attachment : N2 purging in venturi flow measurement.pdf

Tanggapan 1 – Fajar

Pak Sukamto,

Saya ada pengalaman dalam hal ini tetapi dalam aplikasi yang berbeda yaitu untuk mengukur level dan saya pikir untuk flowmeter tipe DP tidak jauh beda.
Saya gunakan N2 sebagai purgingnya tetapi terfokus pada besar aliran (flow), dan setting flow ke masing-masing tapping harus sama jika tidak maka pembacaan akan salah misalnya 2 gelembung setiap detik.
Kalau mengandalkan tekanan saja maka bapak tidak mengetahui apakah tapping itu sedang pluging atau tidak. Pressure regulator tetap digunakan sebagai satu-satunya sumber pengatur tekanan kemasing-masing flow regulator di setiap tapping. Dengan begitu bapak bisa mengidentifikasi kalau adanya pluging di setiap tapping.
Jenis valvenya adalah tipe needle, digunakan untuk mengatur flow dan menggunakan pressure regulator yang umum digunakan untuk bottle N2, kalau sumber N2nya tidak dari bottle bisa gunakan pressure regulator yang cv nya kecil dan bisa menangani Delta Pressure yang dibutuhkan. Instrument tambahan adalah bubble indicator yang biasa diisi glycerine dengan begitu konsumsi N2 bisa diperkirakan.

Ada pertanyaan saya mengenai fluida steam dan partikel padat yang bisa menyebabkan pluging.

1. Apakah sebelumnya tidak ada kasus pluging atau flowmeter ini baru dipasang?

2. Apakah sudah diinspeksi di lubang tapping bagian dalam pipa tidak terjadi penggumpalan atau permukaanya tidak rata sehingga menyebabkan pertikel terkumpul di lubang tersebut?

3. Apakah sudah ditanyakan ke Process Engineernya tentang penggunaan N2, bisa menyebabkan pengkristallan di lubang tersebut?

Tanggapan 2 – Waskita Indrasutanta@wifgas/p>

Mas Kamto dan rekan-rekan.

Hal serupa sering dialami di industri semen, dimana nozzle untuk untuk ventury flow clogged oleh akumulasi material (berbentuk dust) yang mengeras. Upaya pertama memang menggunakan N2 purging, tetapi kalau sudah terlalu parah, terpaksa harus dibuka dan dibersihkan secara manual.

Purging system seperti di gambar terlampir adalah yang umumnya dipakai dengan menggunakan regulator dan valve dengan rating yang cukup. Liquid N2 sendiri pada ambient temperature mempunyai tekanan sekitar 3000 psig (200 barg), jadi cukup kuat untuk menekan clog. Regulator bisa diset secukupnya untuk membongkar clogging.

Kalau clocgging bisa terjadi pada impulse line, sebaiknya purging point diletakkan sedekat mungkin dengan 3/5-way manifold. Perhatikan, rating dari impulse line dan condensing pot harus cukup untuk menahan tekanan tinggi dari N2.

Tanggapan 3 – Sukamto Agoeng

Terima kasih atas masukannya pak Waskita, apa ada informasi pabrik semen mana atau dimana saja sistim seperti ini pernah dipasang.

Tanggapan 4 – Waskita Indrasutanta@wifgas

Mas Kamto,

PT Semen Gresik (PTSG), Pak. Tetapi sudah cukup lama, saya tidak punya contact personnya. Mungkin rekan kami di Surabaya, Alex bisa bantu.

Share This