Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan ketika kita akan mendisain pipa di area pompa?

Tanya – Akhmad Sofyan

Bapak2 di Oil&Gas [Piping],

Saya mau tanya nih..

Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan ketika kita akan mendisain pipa di area pompa?

Terima Kasih atas jawabannya.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Mas Sofyan

Yang dipertimbangkan,

– Accessibility (Man access utk Maintenance & Operation)

– Menghindari ‘tabrakan’ dgn structure.

– Space avaibility.

Dan setelah piping arrangement di sekitar pompa sdh dilakukan maka, Velocity dan Friction Loss/Pressure Drop dari Fluid akibat perubahan Elevasi dan banyaknya Fitting (Elbow, Tee, Valve, etc) karena Piping Arrangment tsb akan di-Review oleh Process Discipline atau Safety Discipline (utk Fire Water Line). Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Mas Munawir,

Tidak semua instalasi pipa sudah pasti dipasangi Fire Water Line, tergantung hasil Layer of Protection Analysis Study nya lho.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Bener Mas,

Karena yg ditanyakan adalah masalah ‘Piping Arrangement disekitar Pompa’,
maka saya ber-asumsi bahwa KEMUNGKINAN Pipings yg ada disekitar pompa adalah,

1. Process piping network.

2. Utility piping network .

3. Fire water network (IF NECESSARY).

Pertanyaannya bukan perlu atau tidaknya Fire water line disekitar pompa. Jd OK kah ?

Tanggapan 4 Donny Agustinus

Mas Akhmad Sofyan,

Mungkin saya bisa menambahkan, yang bisa dilihat lebih detail di:

http://don85.wordpress.com/2008/04/08/kriteria-design-piping-di-area-pump/

Tanggapan 5 – semua berawal dari belajar

Mas Sofyan,

Sekedar menambahkan,

Jika mas sofyan bermaksud menanyakan design pipa dari suction dan discharge pompa (hydraulic pump calculation) terlebih dahulu semuanya harus diperhitungkan faktor safety nya. dan setelah itu baru memperhatikan:

1. design criteria (pressure losses/100 ft, velocity max, erossion velocity) [untuk erosion velocity detailnya bisa dilihat di API 14E, untuk pressure losses/100 ft dan velocity max bisa dilihat di design criteria, black book, GPSA]

2. tee, valve beserta jenisnya (untuk menghitung static pressure, velocity drop, pressure drop.) [biasanya nilai nya diambil dari design criteria]

3. isometric drawing (gunanya seperti yang dibilang mas munawir dibawah)

Setelah dihitung, maka akan ditemukan nilai HHP, disch pressure,dll, dan dari sana, dari referensi buku black book akan ditemukan nilai BHP dan Motor HP.
mohon menambahkan dan membenarkan jika ada yang salah.

ps: sebagai info untuk fire water, biasanya ‘design criteria’ nya dan referensi nya sedikit berbeda dengan untuk main process (oil&gas). sewaktu saya menggunakan sebuah software fire water hydraulic, saya menemukan, nilai referensi design criteria nya identik dengan erosion velocity saja (API 14 E), tanpa menggunakan aturan2 lain. contoh design criteria main process: pressure losses/100 ft liquid = 1-15 psi (tergantung jenisnya).

Tanggapan 6 – Crootth Crootth

Bukannya kebalik Mas Fadhli, design criteria dulu baru process safety design nya?

Tanggapan 7 – Eka Jayalaksana

Mas Sofyan,

Saya mau coba menambahkan informasi dari link kriteria-design-piping-di-area-pump yang ada dari email Pak Donny.

Untuk Point No.13

Non Slam Valve itu bukan solusi untuk menangani hydraulic shock or surge di dalam system pipe. Sebetulnya kita memerlukan valve yang bisa menutup dengan cepat agar bisa melindungi pompa pada saat ada surge atau hydraulic shock (Contohnya pada waktu ada power failure sehingga terjadi surge / water hammer di pipa).

Kalau boleh saya rekomendasi mungkin ada baiknya juga Bapak minta vendor untuk Surge protection untuk meng-analisa system bapak dengan melakukan simulasi surge study. Banyak vendor yang dapat melakukan ini tanpa biaya.

Saya juga attached dua informasi mengenai pressure surge and solutions to surge in piping system. Saya harap informasinya bisa berguna untuk bapak.