Prediction+ lebih cenderung soffware untuk construction management
system lebih cocok untuk project basis. Mungkin cocok dipakai oleh
perusahaan Engineering Construction company atau mungkin client juga
bisa memakainya untuk mengontrol dan memforecast biaya project dan
fungsi-fungsi untuk mengontrol project lainnya. Didalam software ini juga terdapat
beberapa modul seperti TMS (Time Mangement System), MMS (Material
Managements System), PCS (Project Controls System, JBS (Jobcard Controls
System), DTS (Document Tracking System), AMS (Account Management
System). Tiap modul punya fungsi masing-masing fungsi. Untuk time
management software inti bisa export dan import data dengan planning
software seperti Primavera dan MS Project.

Tanya – fahmi.adam@sinarmasforestry

Dear Rekan-Rekan Migas,

Saya mohon pencerahan dari rekan-rekan migas mengenai software Prediction+
yang berasal dari Australia, Apakah Prediction+ sudah diaplikasikan di
perusahaan-perusahaan migas di Indonesia?dan perusahaan apa saja yang
telah memakainya?

Bila memang Prediction+ bagus, apakah fungsinya mirip2 dengan
SAP?bagaimana perbandingan plus minus dari kedua software tersebut dan
bagaimana saya bisa mendapatkan contact perusahaan yang provide
Prediction+ dan SAP.

Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – Maretdhioko, Imam (Ma’aden)

Pak Fahmi,

Prediction+ dan SAP itu 2 buah software yang berbeda. SAP merupakan
ERP(Enterprise Resources Planning) software yang terdiri dari beberapa
module yang terintegrasi seperti HR, FI (Financial), PP (Production
Planning), MM (Material Management), SD (Supply Distribution), PM(Plant
Maintenance), PS (Project System) itu yang saya tahu karena sudah lama
tidak memakai SAP mungkin sudah ada sistem yang terbaru. Pesaingnya SAP
seperti JDE, dan Oracle yang sama-sama ERP, kalo gak salah Microsoft jg
punya salah satu software ERP tersebut. Contoh company yang memakai
seperti QP, Shell, dll. Sepertinya SAP lebih cocok untuk perusahaan
manufacturing atau yang repetitif produksinya bukan untuk project basis.
Di Indonesia yang mengunakan software SAP seperti Daimler, Astra,
Trakindo dll. Kalau gak salah salah satu anak perusahaan Astra
International yang bergerak di bidang IT merupakan konsultan untuk
implementasi SAP.

Prediction+ lebih cenderung soffware untuk construction management
system lebih cocok untuk project basis. Mungkin cocok dipake oleh
perusahaan Engineering Construction company atau mungkin client juga
bisa memakainya untuk mengontrol dan memforecast biaya project dan
fungsi-fungsi untuk mengontrol project lainnya. Kalau saya boleh bilang
sih software untuk mengontrol project. Didalam software ini jg terdapat
beberapa modul seperti TMS (Time Mangement System), MMS (Material
Managements System), PCS (Project Controls System, JBS (Jobcard Controls
System), DTS (Document Tracking System), AMS (Account Management
System). Tiap modul punya fungsi masing-masing fungsi. Untuk time
management software inti bisa export dan import data dengan planning
software seperti Primavera dan MS Project.

Untuk aplikasi Prediction+ di perusahaan migas Indonesia saya kurang
tahu pasti. Saya tidak bisa menjelaskan mengenai pembandingan kedua
software karena memang fungsi berbeda. Untuk mencari contactnya coba
search di google mengenai kedua software tersebut. Biasanya di website
tersebut anda bisa menemukan kontaknya.

Tanggapan 2 – fahmi.adam@sinarmasforestry

Dear Pak Imam dan Rekan-Rekan Migas,

Terima kasih atas informasinya, ternyata SAP dan Prediction+ itu sangat
berbeda. Kalau dari penjelasan Pak Imam, Saya bisa simpulkan bahwa
Prediction+ lebih cocok untuk para EPC, EPCI, EPCM Contractor
yah….?Sehingga operational project cost dapat ditekan dengan time
management ataupun material management.

Problem yang selalu dan hampir dihadapi oleh setiap EPC Contractor adalah
delay time project dan ketersediaan material yang relevan dengan harga
aktual. Bila suatu proyek delay dan terjadi penyelewengan harga material,
akibatnya dapat membuat harga bengkak dari total project cost untuk suatu
proyek. Kalau boleh saya lebih jauh berpendapat, Prediction+ lebih cocok
untuk Project Manager, Project Control, Procurement ataupun Project
Scheduler dalam pelaksanaan selama proyek.

Kalau boleh saya bertanya kembali kepada rekan-rekan migas indonesia,
adakah daftar list EPC Contractor beserta contact person PIC
perusahaan-perusahaan kontraktor tersebut?Mohon dibantu mengenai oil&gas
directory khususnya EPC Contractor baik Onshore maupun Offshore-nya
yah…..

Terima Kasih

Tanggapan 3 – Administrator Migas

Ditjen Migas mempunyai list dari EPCI Contractor, juga daftar lengkap
perusahaan jasa pendukung yang lainnya. Sayang, tidak bisa saya
distribusikan karena program hanya bisa dijalankan dengan CD terpasang. Tapi
setelah saya lihat isi CD-nya – kalau mau – bisa saja di ekstrak menjadi
sebuah dokumen. Cuma karena manual, yah harus menyediakan waktu yang banyak,
waktu ini yang saya tidak punyai.

Nanti deh kalau kita ketemu, CDnya bisa saya bawakan sebagai contoh. Kalau
tertarik, silahkan menghubungi Ditjen Migas di Plaza Centris, Kuningan,
Jakarta.