Idle Field memang menarik untuk masa depannya,cocok bagi Pengusaha Migas Lokal karena investasi tidak terlalu besar dan mungkin dengan konsorsium Bank Lokal bisa didanai dan sdh ada beberapa Bank Lokal tertarik salah satunya Bank Mandiri.

Tanya – rdanisworo1

Mas Herry,

Saya ingin bertanya bagaimana cara mengelola Idle field?
Atau siapa orang yang tepat untuk berkonsultasi?
Business ini mungkin sangat menarik ke depannya.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Herry Putranto herryputranto@cendrawasih

Mas Danisworo

Saya setuju dengan anda bahwa Idle Field memang menarik untuk masa depannya,cocok bagi Pengusaha Migas Lokal karena investasi tidak terlalu besar dan mungkin dengan konsorsium Bank Lokal bisa didanai dan sdh ada beberapa Bank Lokal tertarik salah satunya Bank Mandiri. Kalau anda berminat bisa saja dari teman2 milis membuat acara business Forum seperti yang pak Budhi upayakan contohnya SDM Forum. Nanti saya akan undang Pihak Perbankan dlm diskusi ini.

Tanggal 13 Maret sy akan mengikuti seminar mengenai hal tersebut nanti deh saya share dengan teman2 milis.

Mengenai pengelolaan Idle Field rekan2 IATMI Komda cirebon sdh pernah mengadakan seminarnya tapi saya gak bisa hadir.

Tanggapan 2 – Roeddy Setiawan

Saya ingin ikut nimbrung nih , kelihatan nya ada dua isue, yang satu idle field, satunya tenaga / management asing menggenggam aset bangsa gitu kalau yang saya tangkap.

Management asing

Waktu kps masih di bina bkka lalu bppka, dan masih orde baru menurut saya sucsesion plan, indonesianisasi d perishaan kontractor bagi hasil dilaksanakan dg baik, dan hasilnya nyata, seluruh departement produksi ogshore onshore semua national, dept const & engineering juga gitu. .

Setelah orba jatuh, terus mr wolwowich ??? yang bekas dubes us di jkt meraja lela atur sana atur sini, banjirlah expatriate ke sini, sepertinya sudah tidak perduli cost kalo kita lihat 1 expatriate cost/yr nya ngak kurang dr US 350 – 450 ribu . dibayar republik lagi 85 % nya. jadi siap siap saja dengan note tebgok kiri expat yah 450 rebu, oh ada lagi tuh 900 rebu dst. pantas saja cost recovery yng di umumkan sedemikian besarnya .
saya kurang tahu apa pengganti bppka i,e bpmigas sudah mulai berperan melakukan pembinaan, pengecekan, atawa asal stempel saja , masuk masuk masuk padahal tiap ada bule dikasih ijin ada potensi hilang $ 400 rebu.

Nah sekarang tentang idle field, memang menarik sekali, mkalau kebetulan hanya buat di shallow water sih atau di darat. saya setuju bahwa teknology buat pelaksanaan produksi sih orang bilang peace of cake, ga,mpang,
Dan kalau saya duga, yang idle pasti yang dikelola pertamina , karean yakin KPS tidak menterlanrtarkan assetnya.

Saya setuju untuk peralatan produksi ngak ada yang aneh/exclusive dll jadi yah bisa lah bangsa dewek kalau di tatar keamannan , keamana n kerja dll. yang kita tidak tahu barangkali lapangan itu memang sudah di abandon, karena ongkos buat workover dll muahal banget sekarang …..

.

Kabar burung juga ini, ada kps yang sudah menyerahkan fasilitas yang sudah tidak akan dipakai ke bpmigas ????. a ke bpmigas ?????.

Saya agak bingung dengan rational ini, kenapa bpmigas mau terima junk, lalu yang mellihara siapa, duit dari mana, wellhead nya di apakan, di plug abandon, csg dipotng di bawah mud line , atau boleh ngak usah dikerjakan.

Pengaturan kearah abandonment ini masih simang siur nih, ada yang bilang harus dibersihkan spt sebelum ada sumur disitu. masuk akal pendapat tsb, tapi yang saya lighat misalnya lapangan ex vico di panajam. welhead dll masih berdiri gagah, lha nanti yang nge plug ,nyabutnya siapa kenapa tidak vico

Atau sebenarnya apa yang terjadi.

Tanggapan 3 – Herry Putranto herryputranto@cendrawasih

Mas Roeddy

Menarik sekali pembahasan tentang Idle field ini karena sebetulnya merupakan peluang bagi para pengusaha Migas Nasional untuk memanfaatkannya apalagi kesempatan telah dibuka lebar oleh Pemerintah untuk pengusaha domestik.
Kalau boleh saya infokan sebenarnya Pemerintah sudah memberi stimulus untuk pengembangan idle field ini dengan memberikan insentive berupa :

1. Investment Credit lebih besar

2. Memberikan interst recovery

3. Perubahan First Trances Petroleum (FTP)

4. Penundaan DMO Holida

5. Cost Recovery Plus (uplift)

6. Perubahan Split

Regulasi Pemerintah dalam pengembangan idle field ini juga sudah digulirkan dengan dikeluarkannya KEPMEN ESDM sbb :

– Permen ESDM no 008/2005 ttg Insentive Pengembangan lapangan Marginal (25 April 2005).

– Permen ESDM no 001/2008 ttg Pengembangan Minyak Bumi pada sumur tua (5 February 2008)

– Permen ESDM no 003/2008 ttg Pedoman dan tata cara pengembalian wilayah kerja yang tidak dimanfaatkan oleh kontraktor kerja sama dalam rangka peningkatan produksi minyak & gas bumi (5 February 2008).

Semoga peluang2 tersebut dapat dimanfaatkan oleh kita semua, so rekan2 KMI mau buat konsorsium nih ?

Saya dengar pak Budhi Moderator kita akan membuat FORUM BISNIS KMI, mungkin ini bisa menjadi agenda kita untuk diskusi lebih lanjut bersama teman2 yang lain. Biasanya after office hour di sekitaran Mega Kuningan dengan mas Andi. Mas Andi bisa difasilitasi gak ? Atau undang mas Harry Edyarso sekalian yang jago ngebor, biar bisa dikalkulasi sekalian ya atau masih sibuk dengan LUSI nya mas Harry ?