Select Page

GTF sepertinya menggunakan ‘direct conversion of methane ‘ tanpa melalui syngas atau proses reforming methane (GTL/pupuk/methanol). Proses ini umumnya menggunakan oksigen sebagai ko-reaktan melalui reaksi partial oxidation menjadi produk spt ethylene, methanol, aromatics. Gasoline kendalanya aspek kinetik sangat mengontrol dan produk samping CO2 menyebabkan yieldnya rendah. Atau bisa menggunakan sejenis proses pirolisis tetapi produknya lebih beragam.

Tanya – Joi Surya Dharma (IDN/PCOSB)

Dear Fellows,

Apa ada diantara teman2 yang punya pengalaman dalam hal komersialisasi teknologi GTF ? ataupun dalam pilot projectnya? GTF ini menggunakan feedstock natural gas namun outputnya bisa langsung gasoline. Hal ini sepertinya cutting edge technology, lebih advance dibandingkan say GTL, CTL etc yg sudah proven dan diterapkan di Shell dan Sasol.

Mohon masukannya-nya, karena apakah GTF ini akan bypass refinery process? dan sepertinya GTF ini investasinya lebih murah dibandingkan GTL, dan sebanding atau bahkan less dibanding LNG.

Btw terima kasih atas masukan teman2 either by milist ataupun japri, terhadap inqury2 saya sebelumnya.

Tanggapan 1 – Widodo W Purwanto

Pak Joi,

GTF sepertinya menggunakan ‘direct conversion of methane ‘ tanpa melalui syngas atau proses reforming methane (GTL/pupuk/methanol).

Yang saya pahami proses ini umumnya menggunakan oksigen sebagai ko-reaktan melalui reaksi partial oxidation menjadi produk spt ethylene, methanol, aromatics. Gasoline kendalanya aspek kinetik sangat mengontrol dan produk samping CO2 menyebabkan yieldnya rendah. Atau bisa menggunakan sejenis proses pirolisis tetapi produknya lebih beragam.

Kalau proses ini berhasil saya kira bisa menghilangkan ongkos produksi syngas yang merupakan komponen utama biaya produksi. Uni Eropa lewat Joule Project, Jepang, USA telah meneliti proses ini sejak awal tahun 1990an. Perusahaan Jepang, Marathon dll telah mulai mengkomersialisasikanya.