Mobil bertransmisi otomatik hanya bisa distarter jika posisi persneling ada di P atau N. Utk memindahkan posisi persneling dari N ke D bisa dilakukan tanpa harus menginjak rem dan kunci/tombol di batang persneling (maksudnya tanpa rem diinjak pun batang persneling dapat dipindahkan/digeser dari N ke D, namun for safety reason memang sebaiknya ketika memindahkan persneling ke posisi R dan D pedal rem sambil diinjak karena dalam kedua posisi tsb mobil dapat meluncur tanpa pedal gas diinjak).

Pembahasan – Ahmad Mujib

Safety Driving, setiap parkir dan akan starter kendaraan pastikan rem tangan (hand brake) aktif dan posisi perseneling pada posisi netral.
Jadi waktu kendaraan di start, kendaraan tidak langsung bergerak bersamaan dengan hidupnya mesin.

Walikota Jaksel Malu Tempat Parkirnya Tak Aman

Mobil terjun bebas

KOMPAS.COM/Ilustrasi
*Artikel Terkait:*

– Mobil Terjun Bebas di Kantor Walikota
Jakselhttp://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.18.18050737&channel=1&mn=10&idx=87

Selasa, 19 Februari 2008 | 05:53 WIB

*JAKARTA, SELASA-*Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi merasa malu karena pagar besi pada areal parkir di kantornya tak kokoh. Sebuah sedan Toyota Altis terjun bebas di lahan parkir kantor wali kota, Senin (18/2).

Syahrul Effendi mengaku kecewa sekaligus malu karena kecelakaan mobil terjun di areal parkir terjadi di kantornya. Dia juga mengakui bahwa pagar besi bulat di areal parkir itu memang tidak memenuhi standar keamanan. ‘Oleh karena itu pagar pengaman itu akan segera diperbaiki,’ katanya di lokasi kejadian didampingi kepala humas, Chairul Zahidin, kemarin.

Mobil yang terjun di areal parkir Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu adalah sedan Toyota AltisB 2371 CB warna hitam. Sedan bertransmisi otomatis (matic) itu jatuh dari basement I setinggi satu lantai atau sekitar 3 meter. Mobil milik Alian Saputra, pejabat di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, tersebut juga menjebol pagar besi pada jalur penghubung antara kedua lantai basement.

Keterangan yang dihimpun Warta Kota menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.15 tersebut bermula ketika Sugandi alias Andi (42), juru parkir, selesai mencuci sedan Altis tersebut dan akan memindahkannya ke tempat yang kering. Andi mendapatkan kunci mobil dari Dedi, pengemudi Altis.

Begitu mesin dinyalakan, sedan Altis melesat mundur. Belakangan diketahui, Andi menghidupkan mesin dan meletakkan persneling dalam posisi R (Reverse), yakni posisi untuk mundur. Maka, mobil itu pun meluncur mundur dengan kecepatan tinggi. Andi terluka pada bibir karena terbentur setir.

Kecelakaan di kantor wali kota itu diselidiki Petugas Polrestro Jakarta Selatan dan Polsektro Kebayoran Baru. Kemarin sore, polisi membentangkan garis polisi agar tempat itu tidak dimasuki orang yang tidak berkepentingan sampai penyelidikan tuntas. Mobil Altis yang terjun mengalami kerusakan parah pada bagian bagasi.

Kepada wartawan, Andi mengatakan bahwa pengemudi mobil Altis, Dedi, minta dirinya mencuci sedan tersebut. Andi memang kerap mendapat order mencuci mobil yang diparkir di kantor wali kota. Setelah dicuci, mobil Altis itu hendak dipindahkan ke tempat yang kering namun justru naas yang terjadi.

Pagar besi di jalur antara basement I dan di bawahnya jebol sepanjang sekitar lima meter akibat diterjang Altis yang dikemudikan Andi. Menurut Wali Kota Syahrul Effendi pagar besi tersebut dibangun untuk mengamankan pejalan kaki dari dan ke basement.

Peristiwa di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan kemarin sore merupakan peristiwa kedua mobil jatuh di areal parkir sepanjang tahun ini. Peristiwa pertama terjadi pada 22 Januari lalu di Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menimpa sedan Honda Accord B 8722 FW. Pada kejadian itu, Heryawan, sopir Honda Accord, tewas.

Data pada Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI menunjukkan dari 800 gedung bertingkat di Jakarta, sebagian besar belum menerapkan standar keamanan terbaru pada areal parkirnya. *(Warta Kota/Yoseph Suhirno)*

Tanggapan 1 – praja.marga@ikpt

Kok bisa yah matic starter dalam keadaan R???
Gak mungkin deh kayaknya,….

Tanggapan 2 – NYOMAN PRIBADI WP@enerkon

Iya..pak hal yang sama terbersit dalam benak saya, Cuma karena saya biasa pake manual (Cuma 1x pake matic, dan itu juga mesin sudah dalam kondisi ON), dan kebetulan temen kantor juga tidak ada yg pakai matic, jadi urun saya sampaikan, karena sependek pengetahuan saya, transmisi matic hanya akan bisa di start jika pedal rem diinjak cmiiw

Tanggapan 3 – Puteri Miranti

Sama Pak, saya juga bingung, kebetulan saya pake matic, kalo mau masuk gigi R, harus injek pedal rem dulu dan pencet tombol di perpindahan transmisi. Jika salah satu dari kedua hal tersebut tidak dilakukan, mobil tidak bisa mundur. Tanpa tekan pedal gas pun, mobil sudah meluncur pelan…
Bila mesin akan dimatikan dan kunci kontak dapat dilepas, gigi harus masuk di P, dan mobil di kondisi P tidak akan bergerak meski tanahnya miring dan rem tangan tidak dipakai. Bila masih di posisi N (Netral) pun, mesin baru bisa dimatikan tapi kunci gak bisa dilepas.

Saya belum pernah parkir di gd walikota, tapi biasanya di basement manapun, tempat parkir mobil yang telah mendapat marking, cukup datar. Sehingga bila masuk di N (netral), dan bila ada sedikit kemiringan ke belakang, mobil tidak akan menabrak habis pagarnya.
Dugaan saya, tukang parkir yang memakirkan altis tersebut, menginjak pedal gas saat mundur (R) terlalu dalam, sehingga mobil mundur terlalu kencang.

Tanggapan 4 – Adi Purnomo, Bambang

Cuma renungan singkat.

Ketika ada mobil jatuh di gedung jamsostek/ itc pemda dki begitu concern dengan keamanan gedung.
Sekarang kejadiannya malah di pemda sendiri. Pembuat aturan tapi tidak bisa menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri.

Tanggapan 5 – kusumowd

Sedikit komentar saja, dari cerita dibawah rasanya kok ada yg janggal.
Kebetulan mobil saya juga automatic (Toyota RAV4), pada posisi R kunci tidak dapat di cabut dan bahkan tidak dapat di start. mobil saya hanya bisa di start dan dicabut kuncinya hanya pada posisi P saja.

Apakah wartawan yg menulis ini menulis dengan benar atau memang Altis auto bisa diperlakukan seperti itu.

Tanggapan 6 – a_firmansyah95

Mungkin Altis dia orang punya itu macam saya punya (proton wira he he).

Kunci kontak boleh dicabut mana2 posisi gigi. So menyalakan mesin pun boleh mana2 posisi gigi. Untuk masuk ke P pun tak payah pijak rem. dll. Pokoke bebas.

Yg penting mesti dibiasakan reflek driver nya utk pijak rem apabila mau start mesin supaya kalo salah posisi gigi kagak mencelat.

Juga jangan sebarangan kasih pinjam mobil auto ke org yang belum pernah pakai auto.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Februari 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut: