Select Page

Parameter yang di lihat untuk oil baru bisa dilihat dari nilai viscositas pada 40 C dan 100 C, nilai viscositas index dan specific gravitynya.
Atau kita ambil sample oil baru tersebut dan mengujinya dengan menggunakan OilView software (misal dengan CSI 5200), disana kita bisa bandingkan oil sample tersebut dengan standart-nya(referensi). Pengujian tersebut di kenal dengan Trivector.

Tanya – Yudhy, Moerdiyanto

Rekan2 milis migas,

Maaf jika hal ini pernah dibahas sebelumnya di milis,
Bagaimana kita tahu bahwa oli yang kita beli sesuai spesifikasi?
Apakah ada parameter tertentu yang mendukung keaslian oli selain sertifikat.
Karena saya punya pengalaman dg oli trafo yang saya beli,
Ternyata menurut check visual seperti oli bekas, mungkin sudah rekondisi.
Sehingga kalau mau inspeksi oli sebelum dibeli, parameter apa yang menjadi patokan?
Terima kasih

Tanggapan 1 – Yoki Vriandana

Mungkin saya bisa membantu,

Parameter yang di lihat untuk oil baru bisa dilihat dari nilai viscositas pada 40 C dan 100 C, nilai viscositas index dan specific gravitynya.

Atau kita ambil sample oil baru tersebut dan mengujinya dengan menggunakan OilView software (misal dengan CSI 5200), disana kita bisa bandingkan oil sample tersebut dengan standart-nya(referensi)…Sebatas yang saya tahu (baru baca sich) pengujian tersebut di kenal dengan Trivector.

1. test 1–Chemistry, disini kita bisa mengetahui dielectric-nya, yaitu merupakan sifat dasar dari oil jika terjadi oksidasi, nitrasi dan tingkat kelembaban. chemical index yaitu mengukur seberapa besar perubahan dielectric oil tersebut terhadap oil referensinya.

2. test2–wea/contaminant, mengukur dielectric kontaminant yang ada di dalam oil, parameternya berupa: contaminant index, non ferrousindex, large ferrous dan non ferrous, water droplet, estimated %water

3. test 3– particle counter.

Pada alat tersebut tidak hanya digunakan untuk mengukur oil yang baru, tetapi bisa untuk used oil, dimana ini bisa digunakan untuk pemantauan berkala terhadap mesin (predictive maintenance).

Demikian dari saya, mohon teman2 koreksi apabila ada kesalahan atau cara lain untuk permasalahan tersebut.

Tanggapan 2 – Andy

Deteksi oli palsu

Saya kebetulan pernah ‘terjerumus ngurusin’ pelumas sebagai tech support & lube engineer untuk beberapa tahun, produsen / principal pelumas bersikap ‘playing safe’ dengan hanya menyatakan ‘oil not meet as our std spec’ jadi tidak gamblang bilang palsu. Lab sekali pun tidak punya hak menyatakan oli tsb asli/palsu, hanya state ‘tidak sesuai referensi std pelumas (merk+type) tsb’.

Cara produsen pelumas & lab menganalisa ‘keaslian pelumas’;

1. Tracing documents – batch number, product number, production code, NPT (Nomor Perlumas Terdaftar), etc.

2. Check visual – drums/pail (kemasan), cap seals, cat, dsb

3. Distribution channel, kalo PO sudah di depan mata semua pasti bilang dealer resmi.

4. Lab – metode spectrometer dengan target spectrum dari pelumas, dgn kata lain ‘finger print’. Perlu di ingat metode ini lebih effective u/pelumas baru. Bisa pakai FT-IR sebagai sarana QA/QC dan juga predictive maintenance tool buat pelumas, BBM, biodiesel, etc.

Jangankan pelumas palsu, perkembangan teknologi terakhir sudah mampu ‘mendeteksi kandungan minyak tanah pada bbm’ yang sering merugikan operator mesin diesel – secara onsite.

5. referensi tambahan

Coba cari lube handbook dan tutorial di noria & internet, beberapa links; (kalo bias jgn via rapidshare deh)

– soal oli trafo & perawatan trafo, ada tech-info menarik di bagian download

www.Migas-Indonesia.net

www.kittiwake.com – bagian tech info

www.noria.com – search aja

www.cjc.dk – jenis polutan & teknik filtrasi

www.ebahagia.com – halaman berita >> artikel khusus soal ANALEXrs

Masalah oli trafo – hati2 soal teknik pengisian dan perawatan, gak boleh ada oxygen, air dan dissolved gas lainnya.

Tanggapan 3 – Yudhy, Moerdiyanto

To Pak Andi/Ibnu dan Pak Yoki,

Thanks atas infonya, akhirnya saya ada gambaran yang harus saya perhatikan.
Jika inspeksi oli yang akan dibeli.