Pipa kilang minyak PT Pertamina (Persero) di area kilang Fuel Oil Complex (FOC) I Cilacap, Jawa Tengah, terbakar akibat alat pendingin (Fin Fan Cooler) meledak saat dibersihkan. Musibah itu terjadi pada Minggu (9/3) sekitar pukul 08.15 WIB, dan menewaskan dua pekerja.

Pembahasan – Armand Sulaksono

*Pipa Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Dua Tewas*

Minggu, 09 Maret 2008 | 21:13 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*:Pipa kilang minyak PT Pertamina (Persero) di area kilang Fuel Oil Complex (FOC) I Cilacap, Jawa Tengah, terbakar akibat alat pendingin (Fin Fan Cooler) meledak saat dibersihkan. Musibah itu terjadi pada Minggu (9/3) sekitar pukul 08.15 WIB, dan menewaskan dua pekerja.

General Manager Public Relation Pertamina Ifki Sukarya mengatakan, kebakaran berlangsung singkat dalam hitungan detik, setelah itu api langsung padam. Kejadian bermula saat tujuh karyawan kontraktor dari CV Jaya Berdikari melakukan pemeliharaan rutin pada alat pendingin. ‘Alat pendingin yang dikira kosong ternyata masih berisi minyak tanah dan gas. Saat sambungan akan dibuka, keluar sisa minyak panas, minyak yang merembes mengalir keluar teroksidasi dan langsung meledak,’ kata Ifki dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (9/3).

Dia menjelaskan, empat pekerja menjadi korban dari kejadian itu. Dua tewas, sedang dua lainnya mengalami luka bakar. Kedua korban tewas bernama Darto (32 tahun) beralamat di Jalan Thamrin Cilacap dan Basiran (31 tahun) warga Karang Talun Cilacap. Darto tewas seketika, sementara Basiran tewas sekitar pukul 13.15 WIB saat akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta karena mengalami luka bakar seratur persen.

Sedangkan dua korban luka lainnya bernama Danes Leonard yang tinggal di Jalan Gatot Subroto Cilacap dan Untung, warga Jalan Rinjani Cilacap. Danes mengalami luka bakar 80 persen dan akan menjalani perawatan lanjutan di RSPP Jakarta setelah sempat ditangani tim medis Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Adapun Untung yang mengalami luka bakar 18 persen saat ini dirawat di ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Pertamina Cilacap. ‘Penyebab kejadian itu masih diidentifikasi polisi,’ ujarnya.

Ifki mengatakan, kejadian itu tidak menimbulkan kebakaran serius pada peralatan Pertamina karena bersifat flashing beberapa detik dan api padam. ‘Kilang masih tetap dioperasikan dan berproduksi normal,’ katanya.

Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar Pertamina dengan kapasitas produksi 348 ribu barel per hari. Kini Pertamina tengah melakukan studi modifikasi kilang untuk menambah kapasitas sebesar 60 ribu barel per hari.

*Eko Nopiansyah*

*Sumber:

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/03/09/brk,20080309-118872,id.html

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Another ‘ngga heran bisa terjadi’ story, since the Process Safety Culture is not embraced in daily basis.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Dari BBC td pagi saya dengar bukan FOC tapi LOC (Lube OIl Complex) (apa salah dengar ya).

Tahun 1998, saya dan team yg berjumlah lebih dari 800 orang lainnya terlibat dalam Revamp LOC I dan II.

Yg di luar pengetahuan saya, apa benar bisa terjadi oksidasi dari minyak yg merembes keluar dari Fin Fan cooler jika tidak ada spark ?
Prosedur untuk mengakses heat exhange on maintenance sudah sangat-sangat mature di UP IV Cilacap ini semenjak dioperasikan tahun 1972.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Oksidasi di sini yang dimaksud kebakaran Om Dirman, kebakaran kan peristiwa oksidasi juga Oom….

Sepanjang budaya proses safety belum mateng dan mengkel, hal hal seperti ini selalunya ‘ngga heran bisa terjadi’.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Ya itu yg saya maksud, bagaimana bisa teradi kebakaran/oksidasi jika hanya ada fuel+ oksigen tanpa spark ?
Potential spark misalnya dari pukulan palu untuk membuka bolting pada flange, tapi prosedural nya khan harus pakai bronze hammer.

Saya mungkin yakin, bila ditanya teknisi atau Supervisornya tentang Process Safety, mungkin saja mereka akan ‘no idea’, tetapi process for approved work permit, sepanjang pengetahuan saya sudah inherent dgn Process Safety needs.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia bulan Maret 2008 dapat dilihat dalam file berikut: