Select Page

Di Jepang, terutama Jalan2 TOL disekitar Tokyo juga banyak terowongan2 yang cukup panjang dgn Fully Concrete Enclosure yg sepertinya memang mirip2 dgn rencana Deep Tunnel-nya Pemerintah. Saya sangat interest untuk membahasnya, dan coba untuk memulai brainstorming dengan identifikasi bahaya + Safeguard (preventif/protection of hazardnya).

Pembahasan – Akh. Munawir

Rekan2 yg terhormat,

Di Jepang, terutama Jalan2 TOL disekitar Tokyo juga banyak terowongan2 yang cukup panjang dgn Fully Concrete Enclosure yg sepertinya memang mirip2 dgn rencana Deep Tunnel-nya Pemerintah.

Saya sgt interest untuk membahasnya, dan coba untuk memulai brainstorming dengan identifikasi bahaya + Safeguard (preventif/protection of hazardnya).

1. Electrical Power Consumsion:

Tentu saja didalam terowongan akan sangat gelap untuk itu perlu Lighting yang memadai (ex: Flood Lights) yg mengkonsumsi Energi Listrik cukup besar utk 24 jam/hari….

2. Suggested, It’s really highly considered for SAFETY requirements.

Potensi Bahaya :

A. Jika ada aksi terorisme di dalam terowongan (ex: bom atau gas beracun).

B. Kecelakaan kendaraan di dalam terowongan hingga mengakibatkan kebakaran (Fire + Much Dark Smoke).

C. Gempa Bumi/Natural Disasters.

Safeguard :

– Proper safety procedures with good operation shall be prepared for operation (untuk point A,B,C)

– Memprovide Evacuation Way/Door sepanjang terowongan dengan memperhitungkan jarak aman antara Evacuation doors. (untuk point A,B,C)

– Design struktur terowongan yang dirancang mampu menahan maks. Goncangan gempa yg mungkin terjadi di Indonesia. (point C)

– Memprovide sufficient Crew, mobil dan safety device (gas respirator, extinguisher) yang bisa dengan cepat meng-evakuasi orang2 di dalam terowongan jika terjadi Asap atau gas beracun. (point A & B).

General Safeguard :

a. PROJEK INI JANGAN DIKORUPSI, hingga Mengurangi Spesifikasi/Requirement,
Menurut saya ini adalah SAFEGUARD yg paling sulit dilakukan….. tull gak?????

Yo, wes … mungkin ada rekan2 yg nambahi utk Brainstorming (bukan diskusi loh ya), dan mungkin nantinya jika perlu, ada yg bersedia merapikan dlm sebuah report utk ‘disumbangkan’ kepada pihak yg berwenang dan menjadi sesuatu yg bermanfaat buat bangsa kita.
Dan juga sekalian utk pembelajaran bersama buat kita semua.

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

All,

Apa yang dikhawatirkan Munawir masuk akal…

DI Eropa sana untuk membuat deep tunnel harus menyertakan risk assessment repot, yang isinya antara lain:

– Skenario kejadian terburuk di dalam terowongan: ledakan Truk Tanki pengangkut bahan flammable, Tumpahan zat kimia beracun, tabrakan beruntun dan lain lain.

– Evaluation the lengthen of flammable LEL concentration, isobar plot, and heat flux radius of each case interest

– Frequency estimation of each case

– Risk Evaluation of each case

Saya kira kalau di sini, saya pesimis mereka (pemda + pemerintah pusat) akan melakukan hal ini terlebih dahulu. Kecuali pihak kontraktor jerman yang melakukannya sudah emmasukkannya dalam paket mereka.

Tanggapan 2 – Wibowo, Heru

Mengenai deep tunnel, perhatian saya yang utama adalah ‘sampah’ yang terbawa oleh air, setelah hujan dan limpahan air tersalurkan, sisa sampah di dalam terowongan, pasti sangat tidak terbayangkan menumpuknya di kanan kiri jalan.

Jangan-jangan torowongan bisa ‘mampet’ karena sampah dan lumpur …:-)

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Yang menggelitik utk dipertanyakan latar belakang dr project ini,

Deep tunnel utk banjir memang ide yg OKAY.

Tetapi multi purpose deep tunnel utk sekaligus berfungsi sbg Jalan raya/TOL ??? Applicable & Reasonable Study-nya dan prediksi saya COST-nya akan luar biasa utk project ini, akibat tingkat kesulitan yg tinggi. Natural condition Jkt, yg level-nya sangat rendah dan menyulitkan utk Hydraulic (Water/Rain) Handling-nya.
Salah2 malah penuh Air tuh Multi PurposeTunnel klo hujan.

Jika memang harus, lenapa ga membangun jalan bertingkat ke atas saja ?

Atau utk mengatasi macet dengan meng-Optimalkan yg sudah ada.

– Busway diperbanyak & dimaksimalkan,

– Monorail yg terbengkalai diteruskan,

– Jalur utk pengendara Sepeda ontel & pejalan kaki dibuat se-optimal (selega) mungkin dan motor dilarang lewat.

– Memperbanyak Jalur2 kereta api se-JADEBOTABEK, dan menghindari intersection/persimpangan dengan Jalan raya utk mobil/motor. Jika terpaksa berpotongan, maka perlu salah satunya underground atau diatas sekalian.

Atau jangan2 karena ini Project gede, mungkin ada ‘udang diatas peyek’…… who knows???

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Dear Pak Munawir,

Saya kira pernah dibikin multi purpose tunel seperti ini di negara tetangga kita malaysia,,, cost a lot …. tapi mereka mampu mem,biayai…….
Yang saya kuatir bikin yg ini supaya cooost a loooot biar bocoran nya jugta a lot,,,,,,heh he he maaf, biar ngak serius terus.. belum lagi yg suruh ntanggung jawab ala penjaga palang kereta pjka, udah tanggung jawab begitu besar,,,, menjaga entah berapa ribu nyawa ,,,, tapi asal asalan saja dg education dan imbalan,, jadi serba repot terusnya.

Tanggapan 5 – Budiyanto2@fmi

Saya setuju sekali dengan pendapat bapak2 sekalian, sekedar menambahkan solusi lain untuk masalah transportasi ibukota Jakarta adalah dengan pemerintah kota menyediakan atau mendukung tersedianya Mass Transportation yang bisa memberikan service dan jaminan keamanan yang berkualitas, dari pada bangun tunnel atau memperbanyak jalan yang akan mengeluarkan banyak dana dan mengakibatkan pembebasan lahan. Lagi pula mengingat harga bahan bakar yang kian membubung naik dan mengurangi subsidi pemerintah terhadap bahan bakar, penyediaan Mass Transportation yang lebih banyak dan berkualitas bisa menjadi alternatif yang menjanjikan.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Maret 2008 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This