Select Page

Internal Explosion tidak berhubungan dengan BACKPRESSURE. Hampir semua rumus empiris dan korelasi mengenai Internal Explosion ini menyatakan dimensi vessel (atau pipa), sifat kimia fisika flammable yang ada di dalamnya, gas velocity ahead the flame front, acoustic velocity in unburned gas, dll. Diantara berbagai persamaan yang pernah dipublish, hanya empat yang dapat ditinjau karena error deviationnya yang kecil (Tentang ini, baca Russo, Di Benadetto dan baca juga Razusz dan Krausse). Keempat persamaan ini adalah Yao, Bradley-2, Molkov-2 dan Molkov-3. Diantara keempatnya persamaan Molkov-2 dan Molkov-3 adalah yang paling mendekati kondisi real.

Tanya – PRINCE TAMBUNAN

Yth.Rekan2 Migas,

Saat ini saya lagi mengerjakan proyek tentang ‘vent internal explosion’ pada Vent/Flare KO Drum.
Di dokumen Feed dan terdapat juga pada standard lain yang pernah saya baca seperti ASME disebutkan bahwa Design Pressure untuk Vent/Flare KO Drum sebesar 15 bar_g (Client Standard) dan 200 psi (ASME).

Yang saya mau tanyakan darimana angka design pressure Vent/Flare KO Drum15 bar_g ini?

Pada client spec:

P design = 1,1 x Normal Operating Pressure Vent/Flare KO Drum.

Sedangkan Normal Operating Pressure dari Vent/Flare KO Drum ini sekitar mendekati 1 atm.
Dari rumus diatas diperoleh P design yang tentunya masih jauh lebih rendah dari 15 bar_g.

Apakah ada parameter lain untuk menentukan design pressure 15 bar_g ini?

Mohon pencerahan rekan2…

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Hmm kok sptnya ribet sekali,

Kembali ke-konsep dasar, syarat terjadinya explossion (fire) kan cuma; Heat (Fire point) + O2 (1 atm is sufficient) + (fuel dlm %LEL ~ %HEL) = Fire/Explossion

Saya coba menebak bahwa angka 15 barg itu berasal dari study terhadap BLEVEs (Potential Accident). BLEVEs = Boiling Liquid Expanding Vapor Explosions. Case-nya adalah jika terjadi Panas yg berlebih (perhaps of FIRE) disekitar KO Drum, dan KO Drum terpapar (radiated by heat) maka Liquid di dalam KO Drum akan BOILING (mendidih) sehingga Volume-nya meningkat dan sequentially Pressure didalamnya juga akan NAIK. Dan jika proteksi ga mampu utk mencegah kenaikan Pressure tsb maka BLEVEs (Vessel-nya Pecah) sangat mungkin utk terjadi.

Itulah kenapa di Layer Of Protectionnya ada Venting 15 barg —> Supaya tdk melampaui MAWP.

Mungkin gitu kali ya….(aq juga nebak2 kok ..), Ato pastinya sampyan nanya aja ke yg dulu ngerjakan FEED Atawa ke Client yg bener2 involve waktu FEED dulu. Kenapa kok Ventingnya di design 15 barg….???

Salam bahagia selalu,

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Mas Munawir,

MENEBAK NEBAK

Sebaiknya dalam menjawab pertanyaan tidak boleh ‘nebak nebak’, sedemikian hingga yang bertanya ga menebak nebak juga kredibilitas si pemberi jawaban.

RIBET

Memang sangat ribet mas, karena itu semua kan tergantung END USER nya, kalau end user nya mau ribet dan si perusahaan kontraktor engineering nya tidak mampu memberi alasan untuk melakukan pekerjaan yang lebih tidak ribet yah mau ga mau si perusahaan kontraktor harus ribet juga. Kecuali tentu saja kemampuan komunikasi si kontraktor cukup handal dalam memerikan alternatif lain yang tidak ribet.

BLEVE

Saya kira relevansi BLEVE untuk menjawab pertanyaan Pak Prince ini adalah sangat kurang, karena:

1. Judul topik yang dibicarakan oleh Mas Prince Tambunan adalah jelas jelas ‘Vent Internal Explosion’, anda kok membawa nya ke ‘BLEVE’. Mohon membaca kembali judul topik e-mail nya.

2. Peristiwa BLEVE bukanlah skenario yang kredibel untuk untuk KO Drum yang langsung terhubung dengan Vent Stack atau Flare Stack tanpa ada satu pun isolation valve diantara mereka. Kasus BLEVE most likely terjadi karena vessel yang telah terisolasi oleh tertutupnya SDV di inlet dan outlet nya lalu terpapar panas akibat kebakaran. Dalam kasus KO Drum, KO Drum sama sekali TIDAK BOLEH DIISOLASI baik di sisi inlet dan outlet nya. KO Drum HARUS Free Flow (ke vent stack atau flare stack) jika ada Vapor akibat BOILING, sedemikian hingga Vapornya tidak mengalami ekspansi secara berlebihan, karena akan dikeluarkan secara kontinyu.

Saya kira (pengertian BLEVE) ini sangat mendasar, jadi sebaiknya dibaca lebih dulu secara mendetail pada kejadian bagaimana saja BLEVE ini terjadi? Jadi menyimak dulu baru nulis jawaban.

Kecuali, anda memiliki data valid berupa frekuensi kejadian BLEVE di KO Drum yang melebihi frekuensi kejadian BLEVE pada pressure vessel yang dilengkapi isolation valve.

3. Kemungkinan flash back ini – yang menyebabkan vented internal explosion – memang kecil, namun terbukti pernah terjadi di salah satu perusahaan minyak di Jawa Timur. Sumber penyalaan lainnya adalah pyrophoric iron, yang juga dapat menyebabkan vented internal explosion. Apakah anda belum memahami internal explosion, sehingga skenario ini terlewat dari pikiran anda?

4. Anda menyatakan ventingnya 15 barg –> supaya tidak melebihi MAWP. Saya tegaskan ventingnya bukan 15 barg, itu adalah design pressure (dinyatakan SECARA JELAS dalam e-mail Pak Prince). Saya yakin tekanan maksimum akibat overpressure karena vented internal explosionnya dalam kisaran 8 – 13 barg saja.

TINJAU ULANG FEED NYA

5. Untuk yang satu ini, saya sangat setuju, dengan Pak Munawir, sebaiknya Pak Prince menengok ulang study FEED nya, menanyakan pada kontraktor FEED dan si End User yang terlibat.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Mas DAM,

Masalah kredibilitas saya diragukan karena njawab keliru ato Nebak2, saya ga ambil pusing mas.
Diterima ga papa, ga diterima pun yo wis..ga ngurus.

BAGI SAYA SALAH PUN ITU PELAJARAN YG SANGAT BERHARGA. Jika sdh dapat data dari pak Prince, monggo dishare hitungannya di Milist.

Tanggapan 4 – PRINCE TAMBUNAN

Rekan2 Migas & Pak Gharonk,

Saya sangat setuju dengan pendapat bapak bahwa BLEVE sama sekali tidak berhubungan dengan vent internal explosion. Itu adalah kasus yang berbeda.

Vent Internal explosion ini terjadi akibat penyalaan gas atau fluida yang ada di dalam vent KO drum baik melalui self ignition ataupun kalau2 gas dari vent tip menyala dan selanjutnya mengakibatkan penyalaan juga pada gas didalam vent KO Drum.

Untuk dokumen Feed pak biasanya tidak mencantumkan nama Contractor yang mengerjakan feed tersebut. Mungkin kalau ada rekan2 yang biasa mengerjakan feed lebih tahu.
Saya sudah pernah menanyakan klien, tapi itu sudah menjadi requirement Client Specification.
Jadi mereka tentunya pasti mengacu pada requirement yang ada.

Pertanyaan saya sepertinya belum terjawab..
Karena saya hanya menanyakan darimana dapatnya client requirement Pdesign Vent KO Drum = 15bar_g. Padahal tekanan operasi vent KO Drum haya berkisar 1 atm.
Tentunya angka ini bukan didapat dari ramalan2 atau angka coba2.
Pasti ada alasan yang relevan diperolehnya angka tersebut.

Terimakasih atas pertolongannya…

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan April 2008 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This