Fatigue tujuannya untuk menentukan stress range, yang setelah dilihat di grafik S-N dapat diketahui umur suatu struktur, dan dalam API 2A juga ada grafik nilai stress range yang diijinkan untuk umur platform 100 tahun dengan kedalaman air tertentu. di dalam API 2A dan Esdep lecture notes dibahas step2 untuk mendapatkan stress range dengan cara spektral. Yang jelas memang kalau ada bracing, maka akan ada joint can namanya maka itu harus dicek fatigue baik yang deterministik maupun dengan cara spektral. Dan semua itu secara otomatis dapat dilakukan oleh software SACS dan software2 offshore lainnya.

Tanya – nanda pangawitan

Yth Anggota milis Migas

Saya kesulitan mempelajari fatigue, terutama fatigue spectral, saya juga ingin tahu bagaimana prosedur pengolahan data hasil pengamatan atau hindcasting gelombang, menjadi scater diagram data gelombang untuk input analisa fatigue spectral pada offshore structure, mohon pencerahannya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan 1 – Ade Fajar

Mas Nanda,

Saya punya dosen yang ahli dibilang fatigue. Beliau memang tidak mengajar dibidang offshore engineering, namun Aerospace. Coba saja diskusi, mudah-mudahan bisa membantu.
Silahkan menghubungi : Dr Ir Ichsan Setia Putra – isp@aero.pauir. itb.ac.id

Tanggapan 2 – uci sanusi

Mas Nanda,

Sy ingin menambahkan sedikit tolong kalau salah dikoreksi. Mas Nanda harus baca dulu API RP 2A di bagian commentary tentang apa itu analisa spectral fatigue, plus mungkin ESDEP lecture notes bab 15 yg membahas hal tersebut.

Wave scatter kalau menurut suhu saya adalah jumlah pair dari nilai2 Hs dan Tz yang terekam, jadi misal di dalam data metocean ada bilang Wave arah north Hs=4m, Tz=6s jumlah kejadian 1350 untuk ARI 100 tahun misalnya.

Kalau dari data kasar untuk arah tertentu dan ARI tertentu, kita bisa mengambil Hs dengan mengelompokkan 1/3 data tertinggi berikut nilai Tz nya dan diambil rata2 nya, namanya significant wave dan kita bisa ambil nilai2 tersebut untuk tipikal desain. Untuk spektrum wave, ada banyak rumus yg dapat dipakai kalau dia narrow bandwidth artinya jarak antara yang terendah dan tertinggi tidak jauh, bisa dipakai JOnswap spectrum, atau kalau dia bandwidth nya tinggi bisa dipakai Pierson Moskovitz spektrum, atau kalau ada double peak spektrum, bisa memakai Occhi HUbble spektrum. atau kalau bisa menerapkan spektrum sendiri yang khas lebih bagus lagi.

Fatigue tujuannya untuk menentukan stress range, yang setelah dilihat di grafik S-N dapat diketahui umur suatu struktur, dan dalam API 2A juga ada grafik nilai stress range yang diijinkan untuk umur platform 100 tahun dengan kedalaman air tertentu. di dalam API 2A dan Esdep lecture notes dibahas step2 untuk mendapatkan stress range dengan cara spektral. sy lupa rumus2 nya ada melibatkan transfer functions dari suatu struktur. Yang jelas memang kalau ada bracing, maka akan ada joint can namanya maka itu harus dicek fatigue baik yang deterministik maupun dengan cara spektral. dan semua itu secara otomatis dapat dilakukan oleh software SACS dan software2 offshore lainnya, kita tinggal merem aja. klik2 run ini run itu, dapet deh….hasilnya beres…bos tersenyum, tp giliran nanti ada yang tanya fundamental teori nya. klepek2 hehehehehehehe……..

Thanks, para pakar wave dapat menambahkan lagi kalau2 ada yang kurang. ada Bp kita yang kerja di Inggris seorang doktor wave itu, bisa menambahkan mungkin.

Tanggapan 3 – firli mustari

Dear Mas Nanda,

Jika mas nanda ingin ketemu dengan orang yang baik serta mau sharing2 di bidang fatique terutama tentang struktur bapak bisa menghubungi nama2 :

– Bpk Iyus atau Bpk Nanda

di Lab uji fatique PT. PINDAD (persero) Bandung

PT Dirgantara Indonesia

– Bpk Setyo (Lab Metalurgy)

Pengalaman saya tugas akhir tentang fatique beliau2 banyak membantu memberi input serta pengarahan.
Mohon maaf sebelumnya, pengalaman saya pernah mengajukan ijin untuk melakukan uji fatik di LAB AERO PAU ITB dan menghadap ke Pak Ihcsan akan tetapi betapa kecewanya saya dengan jawaban beliau seperti berikut :
‘ Jangankan Kamu anak S-1 yang mau uji fatik di LAB AERO PAU ini, anak s-2 saja tidak saya ijinkan sebab biayanya mahal….’ sementara menurut operator mesin tersebut mesin uju fatik sedang tidak digunakan serta dapat berfungsi dengan baik, begitupun soal biaya sudah saya perhitungkan berdasarkan informasi2 dari teman2 yang pernah melakukan uji fatik. Waktu itu saya mendapat beasiswa untuk tugas akhir dari ADB dan sudah survey ke berbagai perusahaan, institusi yang kira2 memiliki mesin uji fatik di daerah bandung mungkin untuk me’rental’kan mesin tersebut.
Dari IPTN tidak dapat memberi ijin sebab mesin uji fatiknya sedang di kalibrasi hingga akhirnya saya mendapat ijin dan bantuan dari PT PINDAD persero melalui Bpk Iyus dan Bpk Nanda tersebut.

Mudah2an info ini dapat membantu dan mohon maaf jika komentar saya menyinggung perasaan pak Ichsan ybs.

Tanggapan 4 – Richardt Ganda

Pak Firli,

Numpang ikutan ngobrol, sayang sekali kalau mentalitas seperti ini masih ada terus sampai kapan orang2 yg mau belajar bisa maksimal dapat ilmunya yg akhirnya kembali ke industry juga. Kalau dari cerita anda persepsi-nya adalah lebih baik test benchnya nganggur daripada digunakan atau mungkin economicsnya nggak ketemu karena ini hanya untuk anak sekolahan barangkali.

Yang lebih parah lagi kalau ternyata fatigue test tadi program bantuan luar atau dibelikan pemerintah.

Saya tidak tau terlalu banyak utk biaya-nya tp kalau bapak masih bermasalah dengan fasilitas fatigue test dan karena kebetulan saya lagi bekerja di australia mungkin saya bisa arahkan bapak (kalau berminat) ke rmit aerospace lab di Melbourne (salah satu tempat sekolah dosen aero sekolah tsb.) atau univ lainnya.

Maaf pak maksudnya bukan mau pameran tapi tulus membantu sebab kalau orang mau belajar kenapa harus dihalangi (karena saya juga waktu sekolah dulu susah tapi banyak dibantu pihak sekolah).

Semoga sukses pak, salam

Tanggapan 5 – firli mustari

Dear Pak Richardt,

Thanks buat bantuan infonya nanti akan saya informasikan juga kepada rekan2 atau para mahasiswa yag sedang melaksanakan tugas akhir tentang uji fatik.

Info ini saya pikir sangat berharga sekali bagi kami2 yang ingin belajar tentang fatik serta aplikasinya di lapangan.

By the way, saya kira pengalaman saya tentang tempat uji fatik tersebut tidak perlu di permasalahkan lebih jauh, sebab itu berlangsung sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu dan mungkin saat ini sudah banyak perubahan.

Pak Richardt, kalo boleh saya mau lebih mengetahui tentang metode ‘Cold work’ yang konon menurut informasi mampu menghambat laju perambatan retak fatik. Jika bapak mempunyai bahan2 tentag itu mohon kiranya saya bisa di share.

Jika tidak ada pun saya sudah cukup berterima kasih atas info yang bapak berikan.

Saya mohon maaf bila banyak pihak2 yang merasa tersinggung dengan satement saya yang terdahulu dan mohon hal itu tidak perlu di bahas lebih panjang lagi.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan April 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut: