Penentuan posisi ROV biasanya memakai beacon, dimana sebelum ROV dilepas, surveyor hidrografis melakukan kalibrasi beacon (pada body ROV) terhadap satu koordinat yang fix di darat. Dan posisi pemasangan beacon pada badan rov diukur se-presisi mungkin. Posisi ROV akan di track melalui beacon, yang mengirim sinyal sonar dalam interval waktu tertentu. Pada software online navigation, surveyor bisa memonitor posisi ROV dengan posisi kapal (antena gps). Semua data posisi, data pipe tracker dan lain2 secara real time direcord ke dalam software pipeline inspection yang sudah memiliki database engine sendiri.

Tanya – odji@students.itb

Ada yang bisa membantu menjelaskan ,,,

1. Aspek2 apa saja kah yang biasanya di inspeksi pipa bawah laut dengan menggunakan ROV…?

2. Prinsip penentuan posisi dari rov?

Tanggapan 1 – Dwi Octavia

Halo Odji…

Coba kamu buka website oceaneering.com atau subsea7.org disitu banyak dijelaskan..kalo nggak bisa minta ke saya atau Ibu Sari di DOF Subsea lewat japri aja.

Tanggapan 2 – asuyant

Idealnya ada dua:

1. General Imaging (GI): Ini semacam inspeksi quick and dirty survey nbuat pipa dengan tujuan mengecek yang umum-umum aja seperti posisi, burried/span, debris. Alat yang dipakai adalah sonar. Sebenarnya tidak harus memakai ROV, dengan cara diseretpun bisa.

2. General Visual Inspection (GVI): ini yang komprehensive. ROV nya dilengkapi tiga kamera untuk kedua sisi pipa dan bagias atas, profiler untuk mengetahui posisi vertikal relatif terhadap se kitarnya, CP probe (proximity dan stab), pipetracker untuk pipa yang burried, alat positioning. Aspek yand dilihat: posisi, seluruh anomali (terkubur/tergantung), debris, crossing, kondisi concrete, marine growth, korosi, etc. Posisi yang direkam ada dua: posisi axial pipa terhadap titik awal (kilometer post/ kp) sama koordinat umum geodesi. Semoga membantu.

Tanggapan 3 – Darius Gorga

Sekedar tambahan…

Penentuan posisi rov biasanya memakai beacon, dimana sebelum rov dilepas, surveyor hidrografis melakukan kalibrasi beacon (pada body rov) terhadap satu koordinat yang fix di darat. Dan posisi pemasangan beacon pada badan rov diukur se-presisi mungkin.

Posisi rov akan di track melalui beacon, yang mengirim sinyal sonar dalam interval waktu tertentu. Pada software online navigation, surveyor bisa memonitor posisi rov dengan posisi kapal (antena gps). Semua data posisi, data pipe tracker dan lain2 secara real time direcord ke dalam software pipeline inspection yang sudah memiliki database engine sendiri.

Untuk selengkapnya mengenai ‘Acoustic Positioning Techniques’, bisa dilihat di ; http://www.sonardyne.co.uk/Support/PositioningTechniques/index.html

Semoga membantu…

Tanggapan 4 – Awaluddin Berwanto

Mas Odji,

Untuk penggunaan pipeline inspection dapat menggunakan Work Class ROV dgn power 125 HP (standard type), dan minimum memiliki 2 buah manipulator (yaitu: 1 buah tangan dg kemampuan 7 degre movement dan 1 buah grab jaw), memiliki lampu yg cukup, kamera, sonar atau accoustic utk pemeriksaan pipeline. Kamera dg lampu penerangan yg cukup adalah persyaratan mutlak untuk visual inspection. Kalau untuk pipeline material integrity dapat ditambahkan dg alat pemeriksa tambahan.

Untuk posisinya, biasaya ROV akan berjalan sesuai dg jalur pipeline, dengan ketinggian paling tidak 2 meter dari seabed, untuk mencegah pasir-pasir bertebangan yg akan mengganggu pandangan visual dari pengendali ROV.

Untuk lebih detailnya, silahkan membaca standar ROV and running tool yaitu ISO 13628 – 8 (untuk ROV), ISO 132628 – 9 (untuk ROT) dan API 17H. Selamat membaca.

Tanggapan 5 – Dian Nurdiana

Menambahkan…Prinsip penentuan posisi ROV.

Yaitu dengan USBL system (Ultra Short Base-line), pada ROv dipasang beacon yakni alat menerima dan memancarkan kembali gelombang akustik dari tranduser (pemancar sekaligus penangkap) gelombang akustik tsb yang dipasang di kapal/Barge tempat pengontrol ROV itu berada. sedangkan posisi tranduser trsebut dapat diketahui setelah menghitung offset dari posisi antena GPS yang ada dikapal tersebut.
Sehingga posisi dimanapun ROV berada dapat diketahui, untuk ketelitiannya bergantung dari jenis GPS dan USBL yang dipergunakan. Terimakasih.