ExxonMobil Corp. berencana akan melakukan operasi eksplorasi di Laut Sulu di Philiphina berdasarkan pada hasil studi seismik saat ini, dan dapat memulai pengeboran sumur eksplorasi pada tahun ini, menurut pejabat senior.

Penulis : Eric Watkins

ExxonMobil Corp. berencana akan melakukan operasi eksplorasi di Laut Sulu di Philiphina berdasarkan pada hasil studi seismik saat ini, dan dapat memulai pengeboran sumur eksplorasi pada tahun ini, menurut pejabat senior.

ExxonMobil Exploration Co. Vice-President, Stephen Greenlee, setelah bertemu dengan Presiden Philiphina Gloria Arroyo dan Energy Secretary Angelo Reyes, mengatakan Amerika mengutamakan evaluasi data seismik saat ini yang dilakukan dari area project.

Jika data mendukung, Greenlee mengatakan perusahaan berencana akan mengebor sumur eksplorasi yang akan dimulai pada pertengahan tahun 2009 dengan biaya dari sekitar 100 juta dolar.

ExxonMobil E&P Philippines BV, sementara ini, megatakan Manila telah menyetujui perolehan dari 50% saham pengoperasian dari perusahaan di Block SC 56 di deepwater Sandakan basin.

ExxonMobil memperoleh saham dari Mitra Energy, yang memegang sisanya 50% saham pada blok. Partnernya telah menyelesaikan survey 2D seismik pada tahun 2006 dan program seismik 3D pada tahun 2007.

Ditempat lain di Laut Sulu, Tap Oil independent Australia akan memulai eksplorasi pengeboran pada pertengahan tahun di Service Contract 41nya di offshore bagian selatan Philiphina.

Tap memperoleh 750 sq km seismik 3D dari blok offshore tahun lalu, dan mempertimbangkan cadangan minyak 50-150 juta bbl. Tap memegang 50% saham pada blok, sementara Salamander memiliki 35%, sementara tujuh perusahaan Philiphina memegang 15% sisanya.

Baru-baru ini, perusahaan Philiphina mengumumkan pengembangan lahan minyak Galoc di Palawan yang telah diselesaikan dan memulai pengoperasian pada 16 Juni.

Pengoperasian mengikuti pengumuman bulan Maret oleh Galoc Production Co. yang menyatakan sumur development Galoc-3 siap untuk dihubungkan ke floating production, storage dari lahan, dan offloading vessel setelah sumur yang diuji mengalir pada 5,200 b/d minyak yang dipaksa dan distabilkan.

Pemerintah Philiphina mengharapkan bahwa Galoc akan memiliki tarif produksi 20,000-30,000 b/d atau kira-kira 10% permintaan dalam negeri saat ini.

Energy Sec. Reyes mengatakan “kualitas tinggi” minyak Galoc adalah light, nonwaxy, dan memiliki medium yang mengandung sulfur. “Minyak Galoc adalah premium oil dan disuling di kilang-kilang disini,” kata Reyes.

Sumber: www.ogj.com