Select Page

Secara philosophy, bila seorang welder telah lolos ditest/kualifikasi dalam perusahaan A, maka dia telah memenuhi standard kompetensi perusahaan A. Standard kompetensi bukan hanya masalah jago ngelas sambil nungging (1F,1G) atau MOB (man on bottom-6F,^G), tetapi juga mememuhi personal attributes yg ditetapkan perusahaan tsb. e.g. kesabaran, motivasi sendiri, kejujuran, loyalitas, dsb.
Di sinilah letaknya kompaknya Standard International spt. ASME, AWS, EN yg menghormati hak-hak employer dalam mengintervensi masalah kompetensi ini. Jadi jika, si welder mau masuk perusahaan B, maka di harus lulus uji kompetensi, di mana welder test akan menjadi salah satu bahagian dari standard tsb, karena si perusahaan juga compliance dgn ASME, AWS, BS EN ISO, dll.

Tanya – Bambang Arja

Mohon pencerahan, kalau ada seorang welder yang yang bekerja di perusahaan A namun sertifikat migasnya dikeluarkan oleh perusahan B. Apakah sertifikat tersebut masih berlaku untuk digunakan diperusahaan A tersebut? Mohon advise. Terima kasih

Tanggapan 1 – novembri nov

Pak Bambang,

Saya pernah diskusi dengan orang MIGAS (initial S) , kasus sepeprti yang bapak pertanyakan ini jawabannya tidak berlaku. Orang MIGAS juga sudah tahu liku liku perusahaan yang baru mendapatkan Job, maunya hemat dengan mencomot welder dari perusahaan lain.

Karena pengesahan welder dari Migas hanya berlaku dimana welder tersebut dilakukan qualifikasi.

Kalau dia di PHK atau pindah kerja ke perusahaan lain berarti dia harus di test ulang. Ini juga sejalan dengan code dan standard spt AWS D1.1 dimana untuk qualifikasi procedure dan welder adalah responsibility contractor. Mungkin begitu Pak…

Tanggapan 2 – rahmat ardiansyah

Saya coba menjawab,

Tergantung kualifikasinya Pak, kalau ASME Sect. IX jelas bahwa sertifikat dari perusahaan A tidak berlaku untuk perusahaan B (lihat QW-103) kalau menurut EN 287-1 lain lagi, sepertinya berlaku, dari A ke B tidak masalah yang penting diperiksa/review oleh welding supervisornya (EN 719).

catatan: welding supervisor tidak sama dengan welder supervisor.  

Tanggapan 3 – bandi sabandi

Rekan2 Milister MIGAS
 

Selama perusahaan tersebut sama Quality systemnya, dan welder tersebut di recorded oleh QA/QC system A/B dan masih mengelas selama 6 bulan terakhir , Welder tersebut dibolehkan mengelas di perusahaan A/B yg quality  systemnya sama  (Lihat ASME Sec IX)
 

Tanggapan 4 – lukman hakim

Dear pa Sabandi,

Setau saya di ASME IX welder responsible masing2 manufacture or contractor so jika welder perush A tidak diperkenankan ngelas di perush B (harus di sertifikasi ulang), kalaupun boleh apa tidak membajak hak cipta namanya? mohon dikoreksi jika salah. Thanks.

Tanggapan 5 – novembri nov

Mungkin perlu diklarifikasi lagi pertanyaan yang diajukan. Yang ditanyakan adalah welder yang disertifikasi oleh Migas. Jadi yang menentukan dia boleh mengelas atau tidak harus kita sandarkan ke peraturan Migas atau kebijakan Migas sendiri. Bukan berdasarkan ASME atau AWS.

Welder test dilakukan baik oleh kontraktor atau suatu institusi seperti tempat training welder certificate yang dia miliki mungkin tidak selamanya berlaku tergantung dari client atau yang punya barang. Untuk fabrikasi di bidang oil and gas yang berskala besar client tidak mau tahu dengan apakah dia punya certificate welder atau tidak. Yang jelas semua welder yang akan bekerja untuk project dia harus di test kemampuannya. kalau lulus berarti welder memenuhi criteria kalau tidak walaupun sudah punya certificate ya yetap aja nggak bisa bekerja.

Welder yang lulus tadi kalau project yang dikerjakan akan beroperasi diwilayah kesatuan RI harus mendapat approval dari MIGAS. Jadi Migas bertindak sebagai 3rd party welder tsb.

Migas sendiri saat ini hanya mengakui welder yang dia sahkan tadi untuk hanya bekerja pada perusahaan di tempat dia tadi di test. Kalau sudah tidak bekerja lagi atau sudah pindah ke perusahaan lain walaupun system QA QC nya sama tetap tidak diakui. Dan saat ini untuk perusahaan ISO 9001 punya system QA QC yang prinsipnya sama. Otomatis certificatenya dari MIGAS tidak di akui lagi walaupun secara code dia masih qualified untuk mengelas.

Contoh konkritnya : karyawan dari Besindo yang punya welder Migas keluar atau di PHK dan certiifcatenya masih hidup 3 bulan lagi. Lalu dia dapat kerja di SSB , apakah dia bisa langsung kerja dengan certificate perusahaan SSB?

Jawaban saya : Tidak.

Karena clientnya SSB tidak tahu menahu siapa welder ini dan kemampuannya sampai dimana. Disamping itu persyaratan spec dia juga pasti menyebutkan welder yang bekerja HARUS LULUS TEST baru bisa bekerja.

Jadi you punnya certificate atau tidak , saya mesti test you dulu….
He he he …..Kira kira begitulah …

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Kalau sudah ada yg nyinggung ttg standard ISO 9001, saya gatal untuk ikut diskusi.

Begini, yg dimaskud oleh Pak Guru bandi itu bukan QA/QC nya sama standard ISO 9001, tetapi jika Quality Management System 2 perusahaan tsb. Adalah sama. Dan ini tidaklah mungkin, karena sebuah sistem manajemen akan inherent dgn tim manajemen nya, sistem pengelolaan keuangan, SDM, fasilitas, dll. Jadi tidak akan ada 2 perusahaan punya sistem manajemen QA/QC yg sama.

Secara philosophy, bila seorang welder telah lolos ditest/kualifikasi dalam perusahaan A, maka dia telah memenuhi standard kompetensi perusahaan A. Standard kompetensi bukan hanya masalah jago ngelas sambil nungging (1F,1G) atau MOB (man on bottom-6F,^G), tetapi juga mememuhi personal attributes yg ditetapkan perusahaan tsb. e.g. kesabaran, motivasi sendiri, kejujuran, loyalitas, dsb.
Di sinilah letaknya kompaknyaStandard International spt. ASME, AWS, EN yg menghormati hak-hak employer dalam mengintervensi masalah kompetensi ini. Jadi jika, si welder mau masuk perusahaan B, maka di harus lulus uji kompetensi, di mana welder test akan menjadi salah satu bahagian dari standard tsb, karena si perusahaan juga compliance dgn ASME, AWS, BS EN ISO, dll.

Tanggapan 7 – hadi muttaqien

Mengenai bisa tidaknya Welder A dengan quailifikasi A, dari perusahaan A menurut saya bisa bekerja di Perusahaan B dengan pekerjaan Kwalifikasi A, bukankah kwalifikasi WPS/PQR sama tidak mempengaruhi hasil uji NDT dan Mechanical Test-nya? Bukankah sudah biasa bila perusahaan mencari welder yg dibutuhkan sesuai dengan kwalifikasinya. Yg penting ada pemberitahuan terlebih dahulu ke MIGAS?

Tanggapan 8 – Ketut Sudana

Maaf ya teman2 sekalian saya malah jadi numpang nanya, kalau untuk project annual shutdown suatu company yang bergerak dibidang chemichal industry. katakanlah company A sebagai cenichal company n company B sebagai contractor, sudah jelas certificate weldernya berasal dari company lain, saya sebagai welding inspector company A, sudah beberapa kali saya minta untuk diadakan welder test tetapi tetap saja tidak ditanggapi, pertanyaan saya :

1. kalau diadakan welder test apakah sama harus mengudang orang migas???

2. kalau boss saya bilang awasin aja yang kerja sedangkan sang welder belum di retest, apa yang harus saya lakukan???

3. apakah kejadian seperti ini dianggap normal atau sudah melanggar aturan, bagaimana menindak lanjutinya???

Share This