Sebenarnya dalam menentukan teknologi pengolahan gas alam apa saja yang menjadi pertimbangan kita, termasuk dalam mengolah gas alam kita akan menjadi apa?
Saat ini saya sedang ada tugas untuk membuat simulasi dengan hysis untuk proses gas alam dengan kandungan co2 tinggi seperti di natuna dan pembuatan lpg..kira2 proses apa yang cocok? lalu apa ada yang punya contoh kondisi operasi untuk proses tersebut?jujur aja, selama ini masalah dalam membuat simulasinya tuh kondisi operasinya, jadinya seringkali ditrial dengan estimasi seadanya tapi prosesnya malah ngaco..

Tanya – dianita_wm

Salam jumpa semuanya..

Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan, mohon penjelasan dan bantuannya dari para senior dan praktisi sekalian ^^;

1. Sebenarnya dalam menentukan teknologi pengolahan gas alam apa saja yang menjadi pertimbangan kita, termasuk dalam mengolah gas alam kita akan menjadi apa?

2. saat ini saya sedang ada tugas untuk membuat simulasi dengan hysis untuk proses gas alam dengan kandungan co2 tinggi seperti di natuna dan pembuatan lpg..kira2 proses apa yang cocok?lalu apa ada yang punya contoh kondisi operasi untuk proses tersebut?jujur aja, selama ini masalah dalam membuat simulasinya tuh kondisi operasinya, jadinya seringkali ditrial dengan estimasi seadanya tapi prosesnya malah ngaco..

3. lalu apakah ada yang punya contoh hira, hazop n hazid untuk suatu proses kimia?klo bisa ada flowsheetnya juga..hehe…soalnya dah coba untuk cari tapi belum ketemu…

Terima kasih banyak atas bantuan, jawaban n tanggapannya. maaf kalau sudah merepotkan dan kalau ada kata-kata yang salah..

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dari sisi geografis dan sisi politik ???? ini lain lagi urusan nya ini bu,,, put it this way,,, kenapa pemerintah go ahead dg tangguh yg amboi mahal banget ,,,,, tapi sebenernya kalau hanya dilihat dari output ngak gede gede amiR……. jumlah yng se besar tangguh dg mudah diperoleh dari kalimantan timur ,,, lihat saja cadangan yg proven di Kaltim di shalow water plus deepwater segment,,, tidak usah RI keluar duit sama sekali,,,,,, (lihat bontang 2 train nganggur) ,,,,tapi yg terjadi tutup mata , hayo rame ame , kulupis kuntul baris bangun tangguh,,,,,, so jadi kalau di gulir lagi lebih jauh ,,, apa ini harus ada kapeka wong bisa dibilang merugikan keuangan negara ha ha ha ,,,,karena kita spending padahal ngak perlu dulu lah,,,, bayak sekali yg di gauge dlm penetuan go or no go dalam hal tangguh ,,,,, saya kira politik lah yg jadi pertimbangan,,,, atau memberi kesempatan ke RI bagian timur consolidate ,,,, agen pembangunan bg daerah tsb,, banyak hal
yg dijadikan isue ini lebih penting dr crunching the number (by the way technical or econ kan cuman kali bagi tambah kurang) beda dg politik ,,,,, bagai mana politik yg tidak riel punya bobot thd riel thing saya kira bukan yg harus dijawab disini,,, he he i am not to judge karena bukan praktisi di sisi ini,,, mungkin pak moderator bisa memberi atau expand segment ini buat pengetahuan kita semua….

Nah begitu banyak yg jadi penentu kalau kita di train sebagai number cruncher ,,,, then mestinya kita just do apa yg qualified kita kerjakan,,,,, maksud saja apa tidak lebih baik be more spesifik co2 removal dr stream ini ,,,,dan taruh titik berat nya ke bidang yg kita pelajari…

Nah kalau sudah begini sepertinya kusut deh ya,,, terlalu banyak politik dipakai sebagai pengesahan suatu tindakan ,,,, contoh lagi keajaiban no dunia no 11, belum pernah dengar ????,,, ini kita kerjakan supaya jadi kenyataan ,,, dan memang nyata terjadi tapi yg dapat benefit dr keajaiban itu boro boro terima kasih tiap saat demo kalao term keajaiban ini berubah,,,,, yg saya maksud satu harga yg sama buat bahan bakar,,, tidak pernah kita dengar telima kacih sudah dikacih mulah ,,,kan yang deket dengan refinery memberi subsidi yang jauh, kan pertamina memberi duit gratis ke every body sudah puluhan tahun boro boro di ingat,,, kalao term ganti demo ,,,, anarkis dlll ah udah dulu ..

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear Dianita,

Kelihatanya ada bagian penting dr proses didepannya kok seperti hilang yah,,, tiba 2 langsung ke palotik anyway ini yang hilang..

High CO2 kalau kita dekati dengan kacamata teknis peace of cake bu, easy does it…. anda bisa pergi dg konvensional, mulai dr amine,,, special amine ,, karbamat any available option bisa ekonomically apalagi jaman sekarang ha ha ah gas mahal……

Anda bisa pergi ke compression and chilling, tinggal di tekan 6 bar saja co2 akan liquified tigal di decant saja sudah terpisah,

Anda bisa pergi ke reactive co2di hyrolisis jadi H2 co3 klinting klinting tinggal dipisah antara liquid h2co3 vs hydrocarbon gampang ,,,,

Atau dari h2co3 anda pergi ke electrolitic oxidation and reduktion anda dapat methanol,,,, ha ha ah at 200-400$/ton siapa yang nyangka co2 ngak berguna

Anda bisa ke bosch reaction atau sabatier reaction,,,, pasti anda tertarik,

Anda bisa bawa co2 itu dipipakan jalan2 dari wilayah thailand , vietnam, lalu kps di indonesia minta bagi hasil dr enhanced oil recoverynya pasti mereka mau…. selanjutnya bikin PT dagang kan CO2 anda ke negara 2 yg sudah ngak bisa ekpasi industri spt spain, portugal britton he he dg 15 – 31 dollar/ton mereka mau menukar co2 and dg duit…. karena ngak bisa lagi buka industri krn kyoto protokol….

A lot of choice dr sisi ekonomis hem hem ini udah agak bingung karena sudah mulai menyebrang dari skill kita yng umumnya hanya number cruncher but it can be done gampang, ditanya berapa harga column sekarang , steel /ton dll agak sulit tapi chem engineering index bisa bantu no problem tapi kalau sudah decision nya politik bisa pitak kepala ha ha ha nyambung ke tempat kepotong tadi.