Pada dasarnya pengetesan pompa pada performance test bertujuan untuk membuktikan bahwa, pompa yang disupply mampu bekerja pada performance curve yang diberikan. Dasar pengetesan harus mengacu pada standard pengetesan. Misal : JIS B 8301, ISO 2548, dsb. Pengetesan bisa dilakukan dengan disaksikan = witness test dan pengetesan tanpa disaksikan (pihak manufacture saja yang melakukan pengetesan) = non witness test. Biasanya pengetesan dalam performance pompa dilakukan pada beberapa titik point pengetesan. Pada pada kondisi capacity : 0%, 20%, 60%, 100%, 120%, dsb. Semua pengetessan pompa, atas dasar liquid air=water.

Tanya – Fachry

Rekan2 sekalian,

Saya mohon pencerahan,

Saya akan melakukan performance test pada suatu pompa, dan pada discharge pompa tersebut pipa discharge-nya terdapat reducer dari pipa 6 inch mjd 2.5 inch.

Yang saya ingin tanyakan adalah Jika kita akan melakukan performance test pada suatu pompa apakah jika ada reducer pada discharge pompa maka performance test tersebut tidak valid hasilnya ? Terimakasih.

Tanggapan 1 – Sketska Naratama

Pak Fachry,

Mengapa dapat dikatakan tidak valid? Asumsi atau ada standard yang digunakan? Fluid nya apa, air, crude oil, ..

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Salam P Fahcry,

Merujuk pada ASME PTC maka reducer pada sisi discharge ataupun suction tidak akan berpengaruh selama:

1. Pressure tap dipasang pada daerah aliran steady sehingga fluktuasi pembacaan tidak lebih dari +/- 2% (lebih detail bisa dilihat di ASME Code).

2. Pressure tap harus dipasang pada pipa yang diameternya konstan dan sesumbu/konsentrik terhadap discharge atau suction flanges.

3. Pressure tap dipasang minimum 2X dari diameter pipa dari sisi flange discharge dan suction. Dan jika didekatnya ada yang mengganggu aliran seperti elbow atau diffuser maka pressure tap harus cukup jauh sehingga kondisi no.1 dapat dicapai.

Untuk lebih detailnya bisa ditemukan pada ASME PTC 8.2.

Tanggapan 3 – Alex Gmail

Mas Fachry,

Saya bukan expert dalam hal ini.

Cuman sebuah ide saja.

Tentu saja menjadi tidak valid.

Karena yang hendak bapak ukur adalah performance pompa itu sendiri.

Dengan terpasang nya reducer, tentunya reducer tersebut juga memiliki impact terhadap performance pompa.

Yang dilakukan Mas Fachry (AAC??) mungkin bisa disebut ‘mengukur performance system pompa – dimana dalam system tersebut terdapat pompa dan sebuah reducer bla bla bla ….’

Tanggapan 4 – rawindra@energi

Benar, ini hanya masalah semantika suatu sistem.

Bukankah kebanyakan fluid-end (discharge) dari suatu pompa merupakan reducer, walau hanya berwujud flensa ?

Kalau pun reducer itu bergaristengah beberapa mikron, tetap saja valid performance test, sayangnya anda cuma dapat dua titik … titik absolut openflow (reducer dilepas), dan shut off (terpasang).

Jangan terlalu kecewa, seringkali dua titik tsb dalam praktek lapangan sudah (apa boleh buat) memadai ……., piiissssss.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan April 2008 dapat dilihat dalam file berikut: