Schedule pipa itu berhubungan erat dengan thicknes pipe..so.untuk menentukan tebal pipa, yaitu gunakan perhitungan ketebalan pipa pada design kode ( asme b31.1 ato b31.1, hampir berdekatan ) ini untuk tebal pipa minimum untuk mengatasi tekanan internal, dan tebal pipa seaktual adalah tebal pipa perhitungan ditambah beberapa allowance.. dan ini yang nanti jadi ukuran tebal pipa nominal ( NPS ). Sehingga kalau sudah mengetahui tebal pipa, maka ambil-lah size yang paling dekat dengan ukuran tebal pipa komersial.

Tanya – putrinnm@technip

Dear All,

Saya punya pertanyaan yang mengganjal seputar line sizing
Bagaimana cara menentukan class dan schedule pipe?
Kata teman untuk pengkategorian class bisa dilihat di ASME B16.5a,apakah cuma ada di ASME itu sajakah?
Dan apakah ada hubungannya antara class dan schedule itu sendiri?
Kalo ada seperti apa hubungannya
Terimakasih atas bantuan anda semua….

Tanggapan 1 – SALEH WARDAMA

Mbak Putri Nora..NM

Mudah2-an sedikit membantu..
Schedule pipa itu berhubungan erat dengan thicknes pipe..so.untuk menentukan tebal pipa, yaitu gunakan perhitungan ketebalaan pipa pada design kode ( asme b31.1 ato b31.1, hampir berdekatan ) ini untuk tebal pipa minimum untuk mengatasi tekanan internal,
dan tebal pipa seaktual adalah tebal pipa perhitungan ditambah beberapa allowance.. dan ini yang nanti jadi ukuran tebal pipa nominal ( NPS ).

Sehingga kalo sudah mengetahui tebal pipa, maka ambil-lah size yang paling dekat dengan ukuran tebal pipa komersial.

Valve rating dan flange, bisa ditentukan dari dari tabel PT rating seperti yang di ASME B16.5..menurut material category…

Tanggapan 2 – Sketska Naratama

Mbak Putri,

Jangan lupa pula untuk buka http://www.engineeringtoolbox.com/ yang mana sedikit banyak membantu. Jika standard2 nya tidak punya atau puyeng utk baca, buka website di atas cukup membantu, walau tidak terlalu detail.

Tanggapan 3 – Baskoro

Salam,

Mungkin coba membantu, tapi berhubung saya masih kuliah, jadi harap maklum Mbak Putri Nora,

Untuk menghitung tebal pipa, yang saya gunakan,

1. ASME B31.3: Untuk Process piping

2. ASME B31.4: Untuk Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbon and Other Liquids

3. ASME B31.8: Gas Transmission and Distribution Piping System

Untuk ASME yang lainnya, ada juga misalnya untuk plumbing system di dunia sipil, dll.

Untuk mendapatkan pipe schedule, saya menggunakan ASME B36.10 M
(Welded and Seamless Wrought Steel pipe). Yup, ambil schedule yang paling mendekati, tapi harus lebih dari ukuran tebal pipa, sebagai safety factor tambahan, walaupun sudah ada safety factor lainnya dalam perhitungan tebal pipa sebelumnya. Semoga membantu ya Mbak.

Tanggapan 4 – Seplintius Tarigan

Atau dengan metode pendekatan yang lain. Coba di lihat Piping Hand Book Mohinder Nayyar halaman A5. Disana disebutkan bahwa Apprximate value dari pipe wall thickness adalah 1000 P/S. Dimana P adalah pressure dan S adalah allowable stress yang masing masing dinyatakan pound/squre inch (psi).
Kalo untuk line sizing bisa didapatkan dari economic velocity dari suatu fluida bersangkutan. Coba lihat lagi Bukunya Ludwig, Applied Petrpchemical Design. Setelah mendapatkan economic velocitinya bisa kita dapatkan luas penampang pipa tsb. Tapi kapasitas harus ketahuan dahulu. Rumus Q=AxV berlaku di sini. Dengan mendapatkan A, Djuga dapat.
Kalo masalah Piping klas itu penyedehanaan saja. Pipe class tertentu mempunya material tertentu, atau jenis valve, gasket dan lain sebagainya.
Setahu saya ASME tidak pernah mengatur akan hal ini. Yang di atur oleh ASME/ANSI B31.3 hanya categori saja, ada namanya Categori D-Fluid, M-fluid, dan High Pressure Piping yang semuanya tergantung kepada severity fluid servicenya. (CMIIW).