Select Page

Untuk masuk ke oil & gas tidak perlu memulai dari level technician, Terus berusaha & berdo’a saja, karena harga minyak semakin meroket, otomatis proyek semakin banyak. Mudah-mudahan lowongan di bidang oil & gas semakin terbuka. Apalagi semakin banyak engineer di Indonesia yang bekerja di luar negeri, kan sayang kalau lowongan di Indonesia yg ada diberikan kepada expatriat regional macam India dan Philipina.

Tanya – TKO HRY

Mohon maaf sebelumnya

Ada yang mau saya tanyakan mengenai mengenai karir…

Saya bekerja di pabrik electronik posisi electrical instrument enginner dengan background pendidikan S1 elektro saya sudah bekerja 3 tahun dan mempunyai impian/cita2 bisa bekerja di bidang oil & Gas pertanyaan saya.

1. Apakah untuk memulai bekerja di oil&gas company saya harus memulainyaï menjadi helperï technician karena keterbatasan pengalaman saya itu.

2. materi apa seh yang harus saya persiapkan untuk menghadapi wawancara perush Oil and Gas dengan posisi electrical.

3. mohon info lowongan untuk posisi technician atau di bawahnya agar saya bisa masuk kwalifikasi. agar saya bisa mengawali karir di perush oil gas secepatnya meskipun harus di mulai dari level yang paling bawah. Trimakasih

Tanggapan 1 – Awaluddin Berwanto

Mas TKO HRY,

Untuk masuk ke oil & gas tidak perlu memulai dari level technician, kan sayang dg kualifikasi S1-Electro yg anda telah miliki. Terus berusaha & berdo’a saja, karena harga minyak semakin meroket, otomatis proyek semakin banyak. mudah-mudaham lowongan di bidang oil & gas semakin terbuka. Apalagi semakin banyak engineer di Indonesia yg kerja di luar negeri, kan saying kalau lowongan di Indonesia yg ada diberikan kepada expatriat regional macam India dan Philipina.

Ada seorang teman yg dulu sama-sama bekerja di Pabrik dengan saya. Memulai karir sebagai technician di luar negeri dg bayaran yg baik, mulai berkarir satu oil company di Qatar. Kalau nggak salah dia lewat agen penyalur Guna Mandiri, karena banyak kesempatan di sana. Saat ini, dia sdh menerima bayaran yg jauh lebih baik dari rata-rata engineer yg bekerja di oil & gas di Indonesia.

Tanggapan 2 – Fadhli Halim@saipem

Kalau berkenan saya mohon nimbrung juga pak Awal,

Menurut saya penjelasan pak Awal sangat bagus pak TKO HRY, kalau saya boleh menambahkan, coba bapak mulai dari perusahaan EPCi, startlah dulu dari EPC lokal yang bergerak di bidang oil& gas.

Tanggapan 3 – Bambang Supriyadi

Ma’af mau ikutan juga….

Awalnya saya mengawali ‘masuk’ dunia fabrikasi (sebelumnya manufactur electronic juga) dengan kursus NDT (karena waktu itu hanya ini informasi yang saya dapatkan)….

Setelah berkarir di QC, sekarang saya kerja di posisi Mechanical Engineer (masih Di EPC Company indonesia).

Karena background saya electrical, dan bukannya harus bekerja pada bidangnya (namun karena lebih saya kuasai). saya juga sangat tertarik dengan instrument atau electrical di dunia migas……

Dan Insya alloh sebentar lagi saya akan di training untuk electrical engineering di Bandung (asosiasi GAPENSI). sekiranya ada ‘jalan’, mohon petunjuknya.

Terima kasih,

Tanggapan 4 – dimas yudhanto

Andai saya jadi HRD, saya enggan merekruit Anda, dengan alasan:

1. Jika ada banyak orang spt Anda, sudah experience 3 tahun, mau masuk di level bawah, bahkan teknisi, itu berarti mereduksi kesempatan rekan2 berkualifikasi STM/D3 utk bekerja di posisi tsb.

2. Kalau pun Anda juga bersedia menempati posisi fresh graduate, itu juga berarti mereduksi kesempatan kepada rekan2 yang memang baru lulus sarjana.
Akan ke mana mereka? kalo lowongan utk fresh entry pun diisi oleh org2 yg berpengalaman.

3. Andai pun diterima, orang2 seperti ini, lazim nya, hanya menjadikan posisi awal di bidang oil & gas ini seperti batu loncatan, sembari menimba ilmu & pengalaman, lirik kanan-kiri, paling lama 1-2 tahun udah hinggap di dahan yg lain (nuwun sewu atuh, kayak nya banyak yg tersungging, tapi Its a FACT)

Saran saya, tekuni saja bidang Anda sekarang, majukan bidang elektronik di negeri ini, sehingga kelak akan lahir ratusan pabrik selevel Samsung, LG, Sony, dll yg merupakan ASLI dirintis dan DIMILIKI bangsa sendiri, dengan Brand sendiri, membuka lapangan kerja buat anak2 bangsa, dengan laba yg juga berputar di negeri ini, bisa dibayangkan multiplier effect nya luar biasa. dunia migas ini, sedangkal saya sudah berkecimpung selama 12 tahun, mulai junior engineer sampai project manager di sebuah Oil Company asing, saya amati, adalah bisnis yg padat modal, high technologi, dengan kebutuhan sumber daya manusia yg terbatas.

Tanggapan 5 – roeddy setiawan

Dear Kundoe,

Pertanyaan yang bagus dari anda yang dari luar oil and gas bagi saya melihat barang kali the neighbour field is always greener,,, atau pacar teman selalu lebih cantik,,, ha ha ha bercanda semoga tidak.. menurut saya saya support dengan perubahan itu yang membuat kita maju, tidak usah muluk muluk start dg untuk diri sendiri, lets changes ngak usahlah nongkrong ditempat yg tidak membuat anda senang…

Pertanyaan anda persiapan ,,,, yah perlu persiapan tapi yang penting be your self ngak usah menerangkan sesuatu yg tidak pernah diperbuat , show what you do, what important, dr pekerjaan anda , show bahwa anda sering influence company decision, research dulu apa company yng dilamar, where it operate, berapa output, dimana mereka fabricate, berapa engineernya kalau bisa???, dimana training centre nya etc jadi bapak bisa mengajukan smart question selama interview…. yang paling penting sell yourself. skill apa ,,, saya bilang ngak usah lah kursus ini itu dulu apa lagi harus buang duit,,, pada saat nya company nanti akan memnberi cukup education supaya anda qualified… yang penting cepat melangkah tinggalkan yg membuat anda sebal, I know electronic I know korean well ngak salah kalau anda berencana. baca buku, ebook bagai mana anda menulis resume anda sebaik baiknya, dg resume yang baik anda sudah melangkah maju…dg resume yg baik anda bisa di undang untuk interview… ini jawaban bagaimana mengawalinya , work on resume.

Tanggapan 6 – Eko Drajat, Nugroho’

Saya pikir bukan jawaban itu yg diinginkan, dan jawaban yg diberikan bukan solusi. Adalah hak dari Pak Dimas berpendapat demikian.

Tidak ada batasan yg pasti seseorang harus beralih profesi, dna 3 tahun belum lah terlalu lama. Saya sendiri bahkan 8 tahun bekerja di luar migas, dan syukur alhamdulillah skrg bisa bekerja di dunia migas. Tentu saja bukanlah hal mudah utk melaluinya.

Dan rupanya Allah SWT maha adil, berkenan memberi jalan bagi hamba-Nya yg mau berusaha, serta tidak menciptakan semua personnel HRD seperti Pak Dimas.

Walaupun belum pernah dilakukan suryey, saya yakin bahwa dari semua engineer yg bekerja di dunia migas bolehlah dikata 25 % atau lebih tidak merintis karir dari awal (fresh grad) di dunia migas.

Saya banyak kenalan kawan2 yg sukses di dunia migas awalnya tidak berkarir dunia migas.

Di milis ini ada sahabat saya yg bahkan jadi moderator KBK millis migas ini yg awalnya berkarir di manufactur otomotif, krn berkat usaha dan kerja kerasnya berhasil menembus dunia migas di Indonesia, dan skrg berkarir di Qatar.

Ada juga kawan lain yg awalnya bahkan sudah 3 tahun bekerja di Pabrik sepatu, tapi berkat usaha dan kerja kerasnya bisa bekerja di migas di salah satu KPS besar di negeri ini dg punya posisi yg cukup bisa dibanggakan.

Dan banyak kawan lainnya yg punya pengalaman serupa yg intinya utk bisa menembus dunia migas perlu usaha dan kerja keras pantang menyerah.

Jadi pada dasar nya siapapun berhak dan tidak diharamkan utk masuk ke dunia migas, dan tentunya butuh usaha dan kerja keras serta kesabaran.

Terima kasih.

Tanggapan 7 – Ferdinal Mirzal

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Ferdinal Mirzal. Bekerja pada sebuah sub-kontraktor perusahaan telekomunikasi dalam pemasangan/instalasi CME. Background pendidikan saya adalah Arsitek. Sebelumnya saya bekerja di sebuah konsultan sipil yang bergerak dalam bidang transportasi.

Setelah lulus kuliah, saya seperti tersadar dari ‘tidur’ selama ini. Saya ingin membanting stir dalam karir saya, dan saya mempunyai cita2 untuk berkarir di EPC/oil & gas company. Namun ternyata Allah SWT belum mengizinkan saya sampai saat ini walaupun saya telah membuka jaringan dengan teman2 yang bekerja di bidang ini dan mengikuti kursus AutoCAD & PDMS.

Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak. Asalkan disertai usaha & do’a, keberuntungan akan menyertai kita. Saya sangat sependapat dengan Bapak, melihat saat ini mencari pekerjaan sangat sulit. Orangtua saya mengajarkan bahwa ‘pintar’ saja tidak lah cukup, tapi kita juga harus punya trik ‘pintar-pintar’. Bahwa ada pendapat ‘Roma tidak dibangun dalam semalam’ dan ‘Kenyataan tidak seindah dengan yang kita impikan’ sangatlah benar.

Sepertinya saya masih harus lebih bersabar lagi untuk mencapai cita2 saya. Tetapi saya sangat yakin bahwa saya akan mendapatkan yang saya inginkan dengan pengorbanan yang besar.

Tanggapan 8 – Thomas Yanuar

Tetap semangat Pak Ferdinal. Banyak kok anggota milis migas kita ini yang bukan asli migas pada awalnya, termasuk saya juga. Namun tekad dan berani mencoba, mau belajar dan banyak hubungan, bisa menghasilkan hal yang memuaskan.
PDMS (terutama) dan AutoCAD anda akan berguna banyak nantinya dibidang ini.
Saya yakin itu.

Tanggapan 9 – anto

Dear Pak,

Kira-kira masalah yang dihadapi para pekerja diluar O&G Company sama yaitu confuse untuk masuk dari mana and ketidak percayaan diri karena O&G terdengar seperti suatu perusahaan yang Hi-Tech. Jadi selain keuletan dan keyakinan kira-kira apalagi knowledge yang perlu dipersiapkan untuk interview??

Mohon saran dari para Senior2.

Tanggapan 1 0 – Akh. Munawir

Ngga terlalu Hi-Tech jg kok di OnG, biasa2 aja yg penting optimis dan bersungguh2.

Klo ingin tau Subject dari knowledge yg dibutuhkan anda bisa merefer ke Iklan2 lowongan, krn disitu disebutkan kualifikasi yg dibutuhkan. Ga sulit kok, krn klo orang lain bisa berarti ente jg bisa…..krn sama2 masih makan nasi ^_^
Gudlak deh.

Tanggapan 11 – Dwi A.S. Utomo

Bagaimana mengawalinya?

Saran saya, baca-baca aja dulu file-file workshop (downloadable) di http://migas-indonesia.net mengenai CV, interview, dan beasiswa…

Share This