Perusahaan yang menjadi agent tunggal tidak harus ada kewajiban untuk menyimpan stock, tergantung dari Agrement diantara Pabrik/REgional Sole Agent dengan agent di dalam negeri. Agreement itu juga didasari dari jenis produknya, kalau itu produk yang menjadi past moving item seperti Drilling bits, grease, gasket, umumnya mereka keep stock. Oleh karenanya setiap buyer atau user haruslah jeli untuk membeli suatu barang, kalau dia suatu equipment yg memerlukan back up service atau spare parts, maka bisa ditanyakan sebelum membelinya.

Tanya – Deny Breigg

Maaf bapak2,

Saya juga tidak bisa menahan rasa salut saya mengenai topik ini, Kadang kita sebagai user bingung dengan prosedur bisnis yg ada pada Vendor serta Principle-nya. Semoga forum ini juga bisa ajang sharing masalah dan kendala2 seperti ini.
Bravo juga untuk pak Andre (FMC), semoga diikuti oleh vendor2 lain , jd tidak hanya ‘jual barang’ namun respon thd permasalah user jg diperhatikan.

Kebetulan sdg dibahas ttg Product nih, Saya juga mau tanya:

Utk *Pompa Triplex Plunger Pump Merk NATIONAL OILWELL*,apakah masih dipegang oleh NATIONAL OILWELL VARCO (NOV).
Saya pernah dengar nama2 perushaan lain yg klaim kl mereka AGEN TUNGGAL utk Pompa Brand tsb. Mungkin ada yg bisa jelaskan dr sisi bisnis korelasinya antara PRINCIPLE dgn para Agent2? dan bagaimana After sales warranty kl purchased dr perushaan diluar NOV?

Mohon pencerahannya dr para Vendor terkait,

Tanggapan 1 – ndut aja

Dear Pak Deny

Kalau di Indonesia memang begitu cara main nya artinya untuk menarik konsumen selalu pada bilang agen tunggal setahu saya klu agen tunggal pasti mereka mempunya stock entah itu seal, caver seal or liner dll, pemgalaman saya, saya pernah menanyakan liner di salah satu company yg mengatas namakan agen tunggal MUP PUMP NATIONAL tapi apa yang saya dapet saya mesti tanya ke principel saya dulu pak, saya tanya masak agen tunggal nggak ada stock…?, jadi yg ada stock saat ini apa mereka blg tidak ada pak katanya. klu gitu anda bukan agen tunggal dong…? dia jawab yaa klu ada permintaan yaa kami baru tanya ke principel begitu ….

Tanggapan 2 – Sketska Naratama

Malam rekan-rekan migas,

Mencoba menjawab pertanyaan pak Breigg.

Apa yg saya tahu National Oil Well itu perusahaan package, yg artinya bpk minta spec apapun sesuai dgn capability mrk, maka di pusat sana (USA) akan source the best spec. Coba bukan website nya dech yg lebih lanjut.

Apakah agen / tidak, bpk bisa cek mrk punya surat keagenan yg dikeluarkan oleh Deperindag atau tidak? Jika ada, apakah masih berlaku? Ini sbg legalitas resmi utk di Ind. Berbeda surat keagenan dgn agreement local contractor & principal. Mana yg berlaku, pengalaman saya mengikuti bidding di KPS, tidak ada standart baku yg gunakan. CMIIW

Contoh di KPS yg mengelola site Jabung, mrk hanya stated didalam ITB bh jika punya lampirkan dan jika tidak juga ndak apa (tdk mandatory).

Paling mudahnya utk mengetahui agen mrk adl:

1- Membuka website resmi mrk dan lihat pd icon ‘contact us’

2- Jika tidak ada, kirim enquiry ke mrk dan tanyakan apakah mrk punya agen atau tidak

Minimal, di Singapore mrk ada perwakilan.

Utk barang / item yg dipesan, saya akan cek terlebih dulu: Part Number (P/N) dan Spec. Beberapa waktu lalu, ada item PSV ke gudang yg akan dikirim ke Grissik. Saya cek, spec nya OK tetapi P/N nya beda. Selidik punya selidik, hanyalah penambahan arah putaran PSV tersebut. Ada yg CW (clock wise) dan sebaliknya CCW

Setelah itu, barulah sertifikat yg diminta. Jika memang di awal user beli tidak minta sertifikat A, B dan C (misalnya), mk pd saat di antar ke Site harus ada pembuktian perihal itu. Biasanya kita rilis, DO – delivery order.
Umumnya, sertifikat yang diminta adl: Certificate of Compliance (mis: utk menunjukkan barang2 mrk benar2 utk hazardous area & telah di test di asal negara mrk) dan Mill Certificate (menerangkan kandungan matrl dari item / barang tsb). Jika valve, biasa nya minta nambah lagi spt Hydrotest Cert, Fire Test Cert dan lain nya sesuai requisition didalam datasheeet.

Tanggapan 2 – anpan

Yth. Pak Denny..saya mau sharing sedikit,

Perusahaan yang menajdi agent tunggal tidak harus ada kewajiban untuk menyimpan stock, tergantung dari Agrement diantara Pabrik/REgional Sole Agent dengan agent di dalam negeri. Agreement itu juga didasari dari jenis produknya, kalau itu produk yg menjadi past moving item seperti Drilling bits, grease, gasket..umumnya mereka keep stock.

Oleh karenanya setiap buyer atau user haruslah jeli untuk membeli suatu barang, kalau dia suatu equipment yg memerlukan back up service atau spare parts, maka bisa ditanyakan sebelum membelinya. Ini haya sekedar contoh…Setiap Company yang membeli Wellhead dan Chrstmas tree sebaiknya membeli dari perusahaan yang sudah punya service engineer di local yang dapat memberi back up setiap saat, dan sudah diproduksi dalam negeri..dengan demikian kalau ada masalah,, kita tidak kalang kabut, karena pada waktu instalasi. Karena kalau masalah..maka kita tidak kehilangan banyak cost untuk stanby rig yang mengakibatkan production lost. Jangan tergiur dengan harga yg murah yg ditawarkan oleh para broker atau yg mengaku agen tunggal, karena kita tidak tau barang tersebut apakah sudah diproduksikan sesuai dengan SOP yg sebenarnya yaitu API 6A Monogram dan lain sebagainya .

Dipasaran banyak sekarang barang2 bekas atau surplus yg dijual dengan harga murah tetapi sangat riskan untuk dipakai. Tampa ada niat menyebutkan pabrikan saya mendapatkan ada beberapa pabrikan yg sudah terdaftar di ADP atau produsen dalam negeri al : FMC SAntana, Aker Kaverner, Vetco Gray , SAU, Cameron dan Xintai Indonesia.
Setau saya inilah produsen yg sudah mendapat pengakuan dari DitJen Migas serta sudah mempunyai support engineer dan populasi yg baik dilingkungan KPS di Indonesia.

Demikian sedikit sumbang saran dan kepada yg lain bisa menambahkan.