Ada cara yang lebih sederhana dan cepat untuk design pad eye. Coba cari katalog standard shackle dari Crosby atau Van Beest. Misalkan Anda mau design pad eye dengan SWL 5 ton. Di katalog shackle, lihat diameter pin untuk shackle 5 ton atau lebih. Tentukan diameter lubang pad eye kira2 5% lebih besar dari diameter pin shackle. Tebal pad eye kira2 80% lebar shackle. Load test kira2 2.5 SWL untuk sudut sling 45% atau 3 SWL untuk sling vertikal. Referensinya bisa pakai British Standard 12079 atau DNV Standard 2.7-1.

Tanya – Tri Suryanto

Dear All

Rekan-rekan Milis yang terhormat mohon pencerahannya, bagaimanakah cara menghitung/kalkulasi Safe Working Load (SWL)pada sebuah unit yang mempunyai pad eyes pada proses lifting.
Trimakasih

Tanggapan 1 – ferioke

Mas Tri saya ingin mencoba nimbrung,

Untuk menentukan lifting lug/pad dapat ditentukan dengan cara berikut:

1. Tentukan maximum load yang akan diangkat yaitu:

– Design load(load yang didapat dari Eng. calculation atau dari data manufactur plus 10% allowance untuk manufacture tolerance).

-Dynamic load (ambil) 1.25% kali design load.

2. Pilih material pad yang sesuai (allowable stress mengacu pada AISC specification).

3. Hitung kekuatan sambungan baik itu las2an atau bolting.

Tanggapan 2 – honotjipto

Kalau begitu , terus load test nya berapa kali SWL pak?? apa kah ada buku acuan yang bisa saya baca??

Thank you,

Tanggapan 3 – Indera Sadikin

Sebenarnya ada cara yang lebih sederhana dan cepat untuk design pad eye.
Coba cari katalog standard shackle dari Crosby atau Van Beest. Misalkan Anda mau design pad eye dengan SWL 5 ton. Di katalog shackle, lihat diameter pin untuk shackle 5 ton atau lebih. Tentukan diameter lubang pad eye kira2 5% lebih besar dari diameter pin shackle. Tebal pad eye kira2 80% lebar shackle. Load test kira2 2.5 SWL untuk sudut sling 45% atau 3 SWL untuk sling vertikal. Referensinya bisa pakai British Standard 12079 atau DNV Standard 2.7-1. Semoga membantu, Pak Honotjipto.

Tanggapan 4 – Thunder Lui

Mas Honotjipto,

Berdasarkan pengalaman pribadi, padeye tidak wajib di load test. contoh paling nyata kalo kita design padeye untuk angkat deck ato jacket dengan beban yang gede (mis > 200 Te), akan sangat sulit dan mungkin memakan biaya yang sangat besar.

Tapi kalo emang ada requirement untuk load test, kisarannya 1.2 – 1.5x SWL.

Kalo safety factor untuk design padeye berbeda2 tergantung standard code yang dipake, lokasi (onshore ato offshore), etc tapi typically 1.5 – 2.0. Untuk lebih detail bisa mengacu ke API, NDI, DNV, etc.

Mungkin rekan yang lain ada yang bisa menambahkan.

Tanggapan 5 – honotjipto

Terima kasih masukkan nya Mas Guntur, karena di oil bisnis ini semua pad eye biasa nya selalu di load test. Sampai2 kita sendiri binggung kalau ada yang minta load test nya 100 ton ( misal nya ) .

Tanggapan 6 – Abraham Imam Muttaqin

Sedikit menambahkan,

Kalo tadi kita membicarakan design padeye-nya, ada hal lain yg perlu diconsider berkenaan dgn SWL/Design. Yaitu padeye itu akan diattach kemana.
Bila diattach ke plate yg non-thru thickness, maka dengan sendirinya kapasitas sambungan plate non-thru thickness dan padeye akan lebih govern, karena adanya kemungkinan fenomena lamelar tearing.
Begitu juga jika munkin diattach ke benda solid (padeye untuk mengangkat shaft, baling2 kapal dll), karena perbedaan material maka perlu hati-hati menentukan kapasitas sambungannya.

Tanggapan 7 – anto

Sedikit nambah nih,

Anda juga tentukan kira-kira berapa ketebalan plat untuk pad eye karena untuk menentukan Tegangan Tarik yang diijinkan.

Biasanya Tegangan yang diijinkan > Tegangan teoritis

Teg. Yang diijinkan = Tension stress material dibagi dengan safety factor dan dikalikan dengan 0,8.

Teg. Teoritical = Beban dibagi dengan Äs

Kalau hasilnya Teg yang diijinkan > tegangan teoritical ya go ahead aja.

Kira-kira begitu waktu saya design Waste Metal Basket untuk SWL 2 ton kemarin.

Jika ada yang kurang mohon diberikan pencerahannya..