Memang akan repot sekali apabila akan melakukan pengecekan terhadap isi sebuah notebook. Legal atau tidak. Selain karena variasi aplikasi yang tertanam pada mesin bersangkutan itu pastinya bermacam-macam. Juga sejauh yang saya pahami, belum ada mekanisme otomatis bagi publik yang dapat melakukan scanning/spoofing terhadap aplikasi legal/ilegal pada sebuah sarana publik seperti di airport misalnya. Not to mentioned, traffic penumpang dan calon penumpang yang hilir mudik di airport. Banyak mekanisme mekanisme dan kriteria yang harus terpenuhi untuk dapat melakukan scanning, i.e. komputer target harus hidup, firewall harus off, dll. Kemudian kriteria lainnya, seperti geographical, maksudnya apakah komputer jinjing yang dibawa oleh penumpang/calon penumpang akan discan semua? Ataukah hanya mereka yang berasal dari negara yang masuk dalam daftar RED LIST dalam daftar negara dengan tingkat pembajakan tertinggi? Dan lain sebagai-nya.

Tanya – Erwin (Jakarta) Erwin@WorleyParsons

Mau nanya nich…

Saya punya sepupu yg akan ke Luar negri, tapi beliau mau memakai laptop yg di beli di Indonesia dengan Ilegal Software.

Pertanyaan nya, apakah ada Pemeriksaan di Bandara Indonesia atau Negara
Tujuan tentang pemakaian Software Ilegal untuk Laptop Pribadi

Mungkin kalau untuk Kompeni ini dianggap salah…nah penekanan kembali bagaimana dengan Laptop Pribadi..

Please Info nya dari Temen teman

Tanggapan 1 – Coki Nasution

Pak Erwin,

1. Kalau pemeriksaan saya pernah dengar tapi belum pernah ga tau kalau yang lain pernah mengalami atau tidak.

2. Yang namanya software illegal tetap saja salah walaupun digunakan untuk pribadi. Lha beli laptop bisa kok software illegal, minimal windows dan officenya original.

Tanggapan 2 – Amal Ashardian

Pengalamanku ngga ada kok pemeriksaan software kaya gini, aku pernah kena random security check hampir 4 jam di sydney semua di bongkar dan aku dicheck sampai 6X, tapi sama sekali ngga nge check is komputer dan harddisk, padahal aku bawa harddisk external yang 3.5′. Dia cuma cek saja kalau itu isinya bukan bom apa narkoba he he he.

Mungkin mereka curiga karena namaku agak ke arab arab -an, ha ha ha ha.

Di luar sana software ilegal juga ramai peminat, tapi mereka mendapatkan itu dari download ..bukan beli kaya di JKT.

Tanggapan 2 – dicky ardiansyah

Mungking yang pak erwin maksud, OS Ilegal ( alias tidak berlisensi ).

Setau saya dari pengalaman temen yang keluar negeri dengan laptop yang tidak berlisensi dari OS nya, tidak di perkenankan untuk mengaktifkan laptop di bandara internasional luar negeri. dengan konsekwensi lain, apabila pemilik laptop mau untuk reinstal OS di tempat.

Tanggapan 3 – qopral

Dear,

Sudah puluhan kali saya bolak balik keluar negeri, belum sekalipun laptop yang semua isinya bajakan dibuka-buka dibandara. Petugas juga ga mau pusing2 ngurusin s/ware bajakan, buang2 waktu aja.

Tanggapan 4 – Milis

Memang akan repot sekali apabila akan melakukan pengecekan terhadap isi sebuah notebook. Legal atau tidak. Selain karena variasi aplikasi yang tertanam pada mesin bersangkutan itu pastinya bermacam-macam. Juga sejauh yang saya pahami, belum ada mekanisme otomatis bagi publik yang dapat melakukan scanning/spoofing terhadap aplikasi legal/ilegal pada sebuah sarana publik seperti di airport misalnya. Not to mentioned, traffic penumpang dan calon penumpang yang hilir mudik di airport. Banyak mekanisme mekanisme dan kriteria yang harus terpenuhi untuk dapat melakukan scanning, i.e. komputer target harus hidup, firewall harus off, dll. Kemudian kriteria lainnya, seperti geographical, maksudnya apakah komputer jinjing yang dibawa oleh penumpang/calon penumpang akan discan semua? Ataukah hanya mereka yang berasal dari negara yang masuk dalam daftar RED LIST dalam daftar negara dengan tingkat pembajakan tertinggi? Dan lain sebagai-nya. Just my 2 cents.

Tanggapan 5 – iwan sumarjan

Berdasarkan pengalaman, Saya tidak pernah mengalami kesulitan jika membawa notebook/laptop jika bepergian keluar negri.
Saya setiap 6 minggu sekali keluar negr(timur-tengah/africa) dan tidak pernah ada pengecekan OS/Laptop. Hanya Laptop harus di keluarkan saat pemeriksaan. Tp di US emang Laptop harus di hidupkan,tp bukan untuk pengecekan OS asl atau tidak.

Maaf itu berdasarkan pengalaman saya.

Selengkapnya :