Select Page

Masing2 dari CIPS dan DCVG ada tujuannya sendiri2. Apabila ingin mengetahui ke-efektifitas-an CP system anda setelah dipasang beberapa lama maka sebaiknya digunakan CIPS dan anda akan mendapatkan profil potensial pipe-to-soil. Sedangkan DCVG sebaikanya digunakan apabila ingin mengetahui keadaan coating underground pipe, sedikit-banyak defect yg terjadi dapat diketahui persentasenya.

Tanya – pahala_b

Dear Senior,

Dalam pengecekan proteksi katodik, metode yang manakah (CIPS/DCVG)
yang lebih disarankan (lebih baik)?

Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing metode itu?

Mohon pencerahan… Terima kasih sebelumnya.

(Note: Bagi supplier/agen CIPS maupun DCVG di Indonesia mohon
informasi/brosur, silahkan japri)

Tanggapan 1 – Isya Muhajirin

Pak Pahala,

Masing2 dari CIPS dan DCVG ada tujuannya sendiri2. Apabila ingin mengetahui ke-efektifitas-an CP system anda setelah dipasang beberapa lama maka sebaiknya digunakan CIPS dan anda akan mendapatkan profil potensial pipe-to-soil. Sedangkan DCVG sebaikanya digunakan apabila ingin mengetahui keadaan coating underground pipe, sedikit-banyak defect yg terjadi dapat diketahui persentasenya.
Karena kedua-duanya dilakukan secara manual (jalan2 sepanjang pipa atau ROW) maka ada baiknya kalo keduanya dilakukan bersamaan sehingga biaya tidak terlalu membengkak. Berdasarkan pengalaman kalau dilakukan kedua2-nya biaya per km akan berkisar antara 750 – 1500 USD (tahun 2003/04). Di Indonesia cukup banyak perusahaan yg bisa, pastinya mereka akan coba untuk memasarkan produknya langsung kepada anda. Untuk mengetahui lebih jauh tentang metoda DCVG yg ditemukan oleh Dr. Leeds ini, dapat juga membuka www.dcvg.com.
Mudah2an membantu.

Share This