Select Page

Kalau ingin ke Batam-Singapore dengan bebas fiskal, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan: 1. Anda harus punya KTP Batam. KTP ini akan digunakan untuk registrasi passport baru di Batam dan untuk bukti kalau anda warga Batam selain dari passport. (Pengurusan KTP ini sekarang agak susah, dikarenakan banyak sekali yang menyalahgunakan KTP Batam ini dan kekwatiran akan teroris internasional yang menyusup masuk-keluar Indonesia. Jadi sekarang harus benar-benar sesuai prosedural) ; 2. Passport Batam. Dengan pasport ini, anda dapat menyeberang dari Batam-Singapore PP tanpa bayar fiskal sama sekali, namun harus bersama KTP Batam. Anda hanya membayar pajak sebesar S$35 kalau dari Batam, kalau dari Singapore, bayar pajak sebesar S$25 dan tiket kapal ferry kalau sekali jalan S$14, tapi kalau PP cuma S$15. Total untuk sekali jalan pulang pergi kurang lebih anda butuh S$60-S$80.

Tanya – Pandhu Lakshana

Rekan2,

Mau tanya-tanya seputar passport dan izin kerja. Siapa tahu ada yg pernah mengalamai hal yg sama atau ada pihak2 yg berkompeten yg bisa kasih masukan.
Teman saya insyaa Allah sekitar bulan May 2008 akan di-assign untuk menyelesaikan inspeksi penyambungan / pemasangan modul-modul sebuah FPSO (yg katanya akan ditempatkan untuk mengeruk kekayaan minyak di sekitar celah timor ?) yang akan dilakukan di Singapore. Sebelumnya dia di assign di Batam, dalam rangka memonitor progress pengerjaan modul-modul tsb. Yang jadi kendala, perusahaan hanya menyediakan mobilisasi dan demobilisasi ketika pertama kali dia diberangkatkan ke Singapore (dari Batam) sampai selesai project (sekitar bulan september 08). Padahal rencananya ybs akan pulang pergi singapore-batam setiap minggu. Karena passport-nya adalah passport Jakarta, maka hampir bisa dipastikan akan ada bea fiskal yg lumayan besar (sekitar Rp. 500ribu ?). Nah, teman saya tsb berniat mengurus passport batam dengan harapan ybs bisa bolak-balik ke batam setiap minggu tanpa harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya fiskal.

Pertanyaannya :

1. Apakah nanti kira-kira akan bermasalah dgn permasalahan izin kerja ybs mengingat passport yang terdaftar untuk mengurus working permitnya adalah passport Jakarta ?

2. Saya membaca masalah seputar fiskal pada e-mail lain, di situ ada ketentuan kalau pekerja indonesia yg bekerja/ di-assign ke luar negeri, dapat pembebasan biaya fiskal selama maksimal 4 kali dalam 1 tahun (CMIIW) ?
Apa ini berlaku juga untuk kasus spt ini ? Misalkan ini juga bisa diberlakukan, apa ini berlaku di dalam 1 negara tujuan (4 kalli bebas / negara) ? atau berlaku kumulatif ?

3. Kalo cuman 4 kali, sptnya teman saya itu harus menahan kepulangannya dan meninjau ulang rencananya untuk pulang seminggu sekali ke batam. Kira-kira kalo opsi pertama mentok, apa ada opsi lain supaya teman saya itu bisa pulang seminggu sekali ke batam tanpa biaya fiskal ?

Oh iya, masih berkaitan dg hal di atas. Selama kita bekerja di Singapur, yg mana kita belum sampe 6 bulan di sana dan sudah pulang lagi, ada bbrp concern berkaitan dg tax. (terutama kalo kita sudah mempunyai NPWP pribadi)

4. bagaimana dgn pemberlakukan pajaknya ? Apa dibayarkan ke singapur atau ke pemerintah indonesia ?

5. untuk kasus singapur ini, setau saya pajaknya flat ya sekitar 15% pertahun ?

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – Awaluddin Berwanto

Mas Pandu,

Setahu saya, kalau bolak-balik Batam – Singapura adalah karena kebutuhan pekerjaan, maka seharusnya perusahaan mengganti semua biaya yg dikeluarkan.
Walaupun kita dapat jatah 4 kali bebas fiscal, jatah tersebut seharusnya tdk dipakai untuk tugas-tugas perusahaan.

Beberapa teman yg berugas di Kuala Lumpur, kalau pulang ke Jakarta untuk tujuan meeting atau tugas biasanya tetap mendapat jatah uang untuk fiscal walaupun sdh memiliki fasilitas bebas fiscal sebanyak 4 kali.

Nasehat saya, coba negosiasi lagi dgn perusahaan tsb, biasanya kalau perusahaannya yg bagus hal-hal seperti ini tinggal di tagih ke perusahaan.

Tanggapan 2 – Pandhu Lakshana

Pak Awaluddin,

Saya juga tidak begitu pasti apakah mobilisasi dan demobilisasi Batam-Singapur itu diurus oleh perusahaannya atau agent-nya. Tapi, sepertinya kepulangan ybs ke Batam lebih bersifat pribadi, jadi yang nampak bagi saya, sangat sulit meminta kompensasi ini ke perusahaan/ agent-nya.

Anyway, terima kasih atas masukannya, mungkin bisa saya kasih masukan ke ybs.

Oh iya, masalah pajak spt yg saya outline di bawah, apakah ada diantara rekan2 milis yang berpengalaman dalam hal ini (terutama yg bekerja di singapur) ? mohon masukannya via japri kalo berkenan. Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 3 – Mochammad Sahlaa

Dear Mas Pandu,

Cuma menambahi saran saja. Kalau Mas ingin Batam-Singapore dengan bebas fiskal, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan:

1. Anda harus punya KTP Batam. KTP ini akan digunakan untuk registrasi passport baru di Batam dan untuk bukti kalau anda warga Batam selain dari passport. (Pengurusan KTP ini sekarang agak susah, dikarenakan banyak sekali yang menyalahgunakan KTP Batam ini dan kekwatiran akan teroris internasional yang menyusup masuk-keluar Indonesia. Jadi sekarang harus benar-benar sesuai prosedural)

2. Passport Batam. Dengan pasport ini, anda dapat menyeberang dari Batam-Singapore PP tanpa bayar fiskal sama sekali, namun harus bersama KTP Batam. Anda hanya membayar pajak sebesar S$35 kalau dari Batam, kalau dari Singapore, bayar pajak sebesar S$25 dan tiket kapal ferry kalau sekali jalan S$14, tapi kalau PP cuma S$15. Total untuk sekali jalan pulang pergi kurang lebih anda butuh S$60-S$80.

Mungkin dari informasi saya ini bisa membantu kelancaran perjalanan Mas Pandu dan bisa membantu kira-kira apa saja yang harus dipersiapkan. Informasi yang saya katakan diatas sudah menjadi rahasia umum bagi orang yang tinggal di Batam maupun di Singapore yang mau pulang pergi Batam-Singapore. Mungkin Mas Pandu bisa minta ke perusahaan Mas untuk melakukan pengurusan KTP dan passport Batam.

Semoga membantu,

Tanggapan 4 – Pandhu Lakshana

Trim’s Pak M. Sahlaa,

Sebenernya saya cuman mewakili temen saya yg lagi bertugas itu kok pak.
Soalnya ybs ngga’ sempet kalo mesti ikutan milis spt ini …
Iya, temen saya itu sekarang baru saja mengaktifkan kembali KTP batam- berikut KK-nya, karena dulu pernah di batam (dulu juga sempat mengawali karir di sektor non-migas, manufaktur elektronik di batam). Sekarang berencana membuat passport batam.

Jadi, spt yg saya sampaikan sebelumnya, yang masih meng’awan’i pikiran teman saya itu, apakah akan bermasalah jika nanti dia ganti passport dari passport jakarta ke passport batam (yg otomatis nomor passportnya akan berubah). padahal izin kerja di singapur diurus dgn menggunakan passport jakarta. Ini adalah opsi yg rencananya akan dilakukan jika perusahaannya menolak membiayai perjalanan bolak-balik ke batam setiap minggu. kemungkinan sih akan ditolak, karena rencana pulang-perginya itu tidak terkait dgn pekerjaan, soalnya yg ditanggung cuman mob dan demob-nya saja.

Kebetulan saya domisili di Batam, tapi saya sudah lama juga ngga’ ke Singapur nih pak, apa benar ya tarif pajaknya sudah sedemikian besar ? $60 – $80 sekali jalan …ckckckck….

Buat rekan-rekan milis lain,

Saya sudah menemukan website dari IRAS (semacam lembaga pajaknya kali ya ?)
http://www.iras.gov.sg/irasHome/page03.aspx?id=6142

Disitu ada klausul yg bilang kalo non-resident < 60 hari, maka akan bebas pajak. kalo tinggal > 60 hari dan kurang dari 183 hari, maka akan kena pajak pro-rata 15% setahun.

Kembali ke kasus yg saya tanyakan, apa berarti kalo seseorang pulang-pergi setiap hari (atau setiap minggu) batam-singapur atau johor-singapur berarti orang tsb bebas pajak ya karena tinggal kurang dari 60 hari di singapur ?
Berarti ybs tetap harus membayar ke pemerintah indonesia ya ? Atau bebas pajak juga karena tidak bekerja di Indonesia ?

Share This