Human Factor Engineering kata lainnya adalah Man-Machine Interface atau yang lebih singkat lagi adalah Ergonomics. Adalah ilmu yang mempelajari segala faktor faktor yang terkait antara manusia sebagai pengguna atau pengoperasi mesin dengan mesinnya, sebagai pelaku kerja dengan pekerjaan yang dilakukannya. Mulai dari aspek manusianya seperti a.l. kemampuan fisik ataupun mental manusia dalam melakukan suatu pekerjaan, keterbatasan ukuran tubuh manusia, keterbatasan tenaga atau daya manusia, kelemahan fungsi fungsi organ tubuh manusia dlsb nya. Dari aspek mesinnya, misalnya antara lain ukuran dan bentuk tombol, handle pengendali, tempat duduknya, bentuk/ukuran mesinnya sendiri, getaran/kebisingan mesin, kekerasan/kekuatan/tenaga untuk kendali mesin dlsb nya. Dari aspek lingkungan kerja misalnya terang/gelap, sirkulasi udara, panas/dingin, luas/sempit, tenang/bising dlsb. Dari aspek metode kerja misalnya postur kerja, posisi kerja, teknik/tata cara melakukan kerja dlsbnya.

Tanya – Dirman Artib

Rekan-rekan milis_migas Indonesia,

Apakah ada yang bisa beri pencerahan tentang HFE ?

Apa dan bagaimana serta di mana wilyah kerja seorang HF Engineer ?

Kebetulan saya harus berhubungan dengan tipe kerja beginian di Semenanjung Malaya ini (alamak…..apa pulak ini, pening…kepala awak !!)

Addtionally, jika memang ada professional bidang ini, berpengalaman dan memang biasa melakukan pekerjaan ini, boleh menghubungi saya lewat japri, karena kebetulan masih lowong/alias masih cari-cari partner.

Tanggapan 1 – bito@eng.ui.ac.id

Human Factor Engineering kata lainnya adalah Man-Machine Interface atau yang lebih singkat lagi adalah Ergonomics.
Adalah ilmu yang mempelajari segala faktor faktor yang terkait antara manusia sebagai pengguna atau pengoperasi mesin dengan mesinnya, sebagai pelaku kerja dengan pekerjaan yang dilakukannya. Mulai dari aspek manusianya seperti a.l. kemampuan fisik ataupun mental manusia dalam melakukan suatu pekerjaan, keterbatasan ukuran tubuh manusia, keterbatasan tenaga atau daya manusia, kelemahan fungsi fungsi organ tubuh manusia dlsb nya. Dari aspek mesinnya, misalnya antara lain ukuran dan bentuk tombol, handle pengendali, tempat duduknya, bentuk/ukuran mesinnya sendiri,
getaran/kebisingan mesin, kekerasan/kekuatan/tenaga untuk kendali mesin dlsb nya. Dari aspek lingkungan kerja misalnya terang/gelap, sirkulasi udara, panas/dingin, luas/sempit, tenang/bising dlsb. Dari aspek metode kerja misalnya postur kerja, posisi kerja, teknik/tata cara melakukan kerja dlsbnya.
Dengan memiliki pemahaman mengenai aspek aspek tersebut, diharapkan interface antara manusia dengan mesin atau dengan pekerjaannya dapat dirancang dengan sebaik baiknya sehingga produktivitasnya optimal tinggi dan pekerjaan berlangsung secara aman dan selamat. interface tsb bisa berupa metode kerja, bentuk khusus dari alat, bentuk khusus dari kursi kerja/meja kerja, rancangan khusus mengenai ruang kerja dlsb nya. Ilmu ini sangat berkaitan erat antara lain dengan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), biomekanik, teknik tata cata (time and motion), produktivitas/quality improvement, perancangan alat/mesin. Demikian sekedarnya, mudah mudahan membantu dan silahkan yang mau menambahkan.

Tanggapan 2 – Akh. Munawir

Pak Bito,

Just info neh, utk ‘Technical Term’ spy tdk membingungkan .

Di Control System / Automation, MMI (Man-Machine Interface) atau HMI (Human Machine Interface) itu device-nya adalah ‘Interactive – Process Animation Display’ dari SCADA (Supervisory Control & Data Aquicition).

Untuk sistem system yg lebih konvensional, MMI bisa berupa MIMIC Panel Device atau bahkan Tombol ON/OFF + Measurement Display di MMC Panel.

Tanggapan 3 – y_nugraha@e-steamboilers

Persis yang mas Wahyu sampaikan HFE merupakan metodologi analisa perancangan kerja atau lebih dikenal Ergonomic system : between man and machine, sehingga manusia sebagai operator mesin tahu benar letak dan fungsi organ kerjanya terhadap mesin & lingkungan kerja, Bp. Kuntoro Mangunsubroto yang dulu pernah memimpin negeri ini disektor energi & pertambangan pernah membuat buku pedoman masalah ini, maaf bila keliru.

Tanggapan 4 – Thomas Yanuar

Kebetulan ketika saya sedang mereview beberapa dokumen untuk kendali operasi, saya menemukan dokumen Human Machine Interface, dengan kata lain Ergonomics Design. Dan kebetulan juga membaca topik ini. Namun, saya tidak bisa lewat jalum sebelum Plant QG 2 diserah terimakan dari PMT ke Opco. Jika berminat, mohon hubungi saya japri.

Tanggapan 5 – Widodo Wirjono

Menambahkan sedikit informasi dari pak Wahyu, dari segi aplikasi sewaktu saya mengikuti salah satu project EPC, project kami mendatangkan HFE sewaktu model review, juga pada waktu tahap konstruksi 50% dan 90%, untuk mereview faktor2 yang disebut Pak Wahyu di bawah.

Saya sebagai user merasa senang dan terbantu, yang biasanya kita saja yang fight untuk minta suatu perubahan misalnya karena operability, dengan adanya HFE kita bisa minta advice dan rekomendasi dari dia, yang biasanya lebih dipertimbangkan.

Contoh dari segi mental, HFE juga akan mengidentifikasi factor2 yang bisa menimbulkan human error, misal pemberian tag number pada suatu seri peralatan, ESD system.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan April 2008 dapat dilihat dalam file berikut: