Konon terdengar ada kebijakan dr Polantas utk menyalakan ‘Lampu Motor’ di Siang hari ??
Di Surabaya sdh berjalan sejak setahun yg lalu, katanya di Jkt akan/sudah menyusul (CMIIW).
Jika benar, konsumsi Energy jd lebih banyak donk, mungkin bisa jadi kebijakan ini sdh Acceptable menurut ALARP Criteria-nya Polantas.
Bahwa membayar Energy utk menyalakan Lampu disiang hari itu worthied untuk mengurangi angka Accident di Jalan.

Pembahasan – Akh. Munawir

Another Issue/Subject to discuss.

Demi keselamatan di Jalan raya,
Konon terdengar ada kebijakan dr Polantas utk menyalakan ‘Lampu Motor’ di Siang hari ??
Di Surabaya sdh berjalan sejak setahun yg lalu, katanya di Jkt akan/sudah menyusul (CMIIW).

Jika benar, konsumsi Energy jd lebih banyak donk, mungkin bisa jadi kebijakan ini sdh Acceptable menurut ALARP Criteria-nya Polantas.
Bahwa membayar Energy utk menyalakan Lampu disiang hari itu worthied untuk mengurangi angka Accident di Jalan.

Tanggapan 1 – Aroon Pardede

Pak Munawir,

Seingat saya, kasus ini sudah pernah ada yang membahas di majalah otomotif. Seingat saya, argumentasi nya adalah, listrik yang dipakai oleh lampu motor berasal dari dinamo, yang mendapat dayanya dari rotasi crank shaft, yang mendapat energi dari proses pembakaran di ruang bakar.

Dalam kaitan dengan lampu motor, yang besar dayanya sekitar 30~40Watt, dianggap tidak akan signifikan menambah beban ke dinamo sepeda motor, yang akan berpengaruh terhadap kenaikan konsumsi bahan bakar sepeda motor.

Namun, dengan menyalakan lampu motor di siang hari, maka motor akan semakin visible bagi pengguna jalan yang lain, dan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau insiden di jalan.

Setahu saya, kebijakan menyalakan motor di siang hari adalah kebijakan ‘copy paste’ dari negara lain. Dan, di negara lain tidak pernah ada yang mengkaitkan peningkatan konsumsi bahan bakar sebagai akibat dari penggunaan lampu sepeda motor.

Tanggapan 2 – rüstäm sälëh

Anggap tiap motor 20 watt kali 100 000 ribu unit motor sama dgn 2 MW energi, wah besar sekali pak.

Tanggapan 3 – Aroon Pardede

Lho.. kok malah ngebahas listriknya pak??? Listriknya kan diperoleh dari pembakaran bensinnya. Jadi, stressing pointnya adalah pada konsumsi bahan bakar yang meningkat apabila lampu motor dinyalakan. Nah.. apakah dengan penambahan beban sebesar sekian watt pada dinamo, akan meningkatkan konsumsi bahan bakar??? Menurut pakar sih, kalaupun ada, jumlah nya akan sangat kecil sekali, dan mungkin akan tertutup dari in effisiensi lainnya, seperti kebiasaan2 menggas sepeda motor ketika lampu merah…. menarik gas secara spontan ketika meliuk-liuk diantara mobil-mobil pada saat macet, dll.

The point is, konsumsi bahan bakar tidak akan meningkat secara signifikan, dengan penggunaan lampu sepeda motor.

So, dalam hal ini, first things first. Apakah menyalakan lampu sepeda motor meningkatkan keselamatan pengendara sepeda motor? Ya. Apakah konsumsi bahan bakar akan meningkat secara signifikan karena lampu dinyalakan? Tidak.

Demikian pak. Jadi, gak ada hubungannya dengan berapa watt konsumsi listrik yang pakai oleh lampu sepeda motor.

Tanggapan 4 – rüstäm sälëh

Sebagai org awam asumsi saya energi listrik = bahan bakar, Kan listrik yg dihasilkan berasal dr perubahan energi thermal bahan bakar ke energi listrik, saya teringat performa mesin pembangkit listrik thermal plant (diesel, gas turbine,..) ternyata kebanyakan efisiensi mesin hanya sekitar 40% sehingga 60% energi bahan bakar terbuang atau kembali ke alam dan hanya 40% yg terkonversi menjadi energi listrik (itupun pada sistem yg exhaust gas enginenya dimanfaatin buat pemanasan heating system or combine cycle), ini berarti ada banyak bahan bakar yg terbuang percuma untuk menghasilkan energi listrik yg tdk begitu besar (Please dikoreksi teman-2 power plant engineer jika salah krn sudah lama gak terlibat kalkulasi power generation dan konsumsi bahan bakar…).
So hanya 40% energi bahan bakar yg terkonversi menjadi energi listrik melalui peralatan generator dan begitu banyak yg tdk terpakai.

Saya membayangkan pada kendaraan bermotor pun seperti ini dan kemungkinan 20 watt energi yg terpakai telah menghabiskan kemungkinan beberapa sendok bahan bakar dan akan menjadi ber drum-2 akibat banyaknya kendaraan bermotor yg mengaplikasi penyalaan lampu di siang hari.

Tanggapan 5 – Aroon Pardede

Wa… kalau seperti itu pendapatnya, lebih tepat bapak menengok ke sistem A/V mobil yang juga lebih ‘boros’. Apalah konsumsi lampu motor sekian watt yang memang berfungsi untuk meningkatkan safety pengendara motor, dibanding pemborosan energi untuk sistem A/V, yang nyata-nyata hanya untuk memanjakan telinga dan mata. Bayangkan, satu power amplifier untuk ‘mengangkat’ sub woofer bisa bertenaga ratusan watt… dari mana tenaga itu?? kan dari bahan bakar juga….

So… yes, penyalaan lampu sepeda motor akan berkontribusi pada peningkatan konsumsi bahan bakar (walaupun sedikit sekali….). Tapi, bukankah tindakan ini sudah terbukti mampu meningkatkan keselamatan di jalan raya? Saya rasa, konsumsi bahan bakar ekstra itu cukup sepadan dengan kenaikan tingkat keamanan dan keselamatan yang ditimbulkan dari terang lampu sepeda motor di jalan raya?? Ya… dimana mana selalu ada cost-benefit. Ada cost yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan benefit… Nah, masalahnya apakah benefit > cost? Menurut saya, dalam kasus lampu sepeda motor di siang hari, jawabannya adalah YA.

Tanggapan 6 – Fahmi Dereinda

Kenapa hanya diberlakukan pada sepeda motor saja ya? apakah mobil tidak perlu?
Kalau melihat contoh di negara lain (yang saya tahu: Iceland), semua kendaraan harus menyalakan lampunya pada siang hari.
Memang disana motor jarang dijumpai dijalanan meskipun ada (biasanya moge), jadi kalau mau konsisten seharusnya semua kendaraan menyalakan lampu di siang hari… cmiiw.

Tanggapan 7 – Eko Yudha

Yang saya lihat di Norway. Walaupun waktu musim panas, matahari bersinar terang benderang dari jam 1 dinihari sampai jam 11 malam, semua kendaraan bermotor (mobil maupun motor) tetap wajib menyalakan lampu.

Yang jelas frekwensi ganti bola lampu karena putus jadi lebih sering. Tapi harusnya gak sepadan lah kalau tujuannya mengurangi angka kecelakaan 🙂