Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri atau sampai dengan Undang-undang negara. Dalam kasus pekerja meninggal dunia, harus dilihat terlebih dahulu meninggal nya dalam konteks apa. Apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau akibat kerja atau meninggal alami ?
Semua kasus meninggal diatas, biasanya diatur dan merefer kepada aturan yang berlaku. Disatu sisi lain ada santunan dari Jamsostek yang disesuaikan dengan upah terkahir ybs.

Tanya – raiza_ndut

Dear Guys….

Di tempat kerja saya ada salah satu karyawan yang meninggal dunia.
apakah karyawan meninggal itu ada hak nya untuk mendapatkan pesangon…?, kalau ada di undang2 no brp…?, karena dari pihak keluarga meminta hak pesangon nya sedangkan hak2 yang lainnya sudah di penuhi.

Tanggapan 1 – heru suprapto

Mbak/mas Raiza

Saya sebenarnya gak tahu banyak soal ini cuma pengin sharing saja.

Setahu saya yang dapat pesangon itu mereka yang perusahaannya mengalami kesulitan atau membuat kesalahan prosedur sehingga terpaksa mem phk karyawannya. Sebaliknya yang karyawannya ingin cabut ya dipersilahkan tapi perusahaan tidak punya kewajiban memberi pesangon. Mungkin saja memberi bantuan tapi tidak wajib. Untuk yang meninggal saya kira masuk dikatagori ini tapi ya silahkan tanya yang lebih berkompeten soal ini. Terima kasih.

Tanggapan 2 – Aifa Destriani

*Dear Raiza,,,

Mungkin sbg referensi bisa dliat di uu no 3 thn 92 atau pp pnyelenggaraan jamsostek **PP No.14 Tahun 1993.

Tanggapan 3 – bimasakti armada

Saya coba share juga ya

Untuk kematian akan mendapatkan dana kematian dari Asuransi bukan dari perusahaan
Di perusahaan saya ada Perusahaan Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan meliputi Kecelakaan kerja, diluar kerja dan Kematian.
Di indonesia dana asuransi ini biasanya dipotong dari pendapatan gaji, tergantung ada perusahaan yang membantu 30% dari angsuran tiap2 bulannya seperti perusahaan PMA saya dulu.
Besarnya dana kematian sudah fix tidak seperti kecelakaan kerja yang tergantung pada disability-nya.
Nah yang mendapatkan dana kematian itu adalah Ahli waris yang sudah tercantum pada ijazah asuransi yang sudah ditandatangai karyawan biasanya Istri dan anak2, tapi tidak menutup kemungkinan juga keluarga karyawan jika karyawan sudah menentukannya pada ijazah asuransi
Diperusahaan saya sekarang karna memang Negara bebas Pajak Karyawan tidak dikenakan deposit asuransi atau angsuran bulanan jadi bebas.
Jika terjadi kematian dana itu harus sudah diterima oleh ahli waris sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia.
Sebagai catatan: dana asuransi kematian biasannya lebih besar 3 kali lipat besar dari asuransi kecelakaan kerja maksimum.

Semoga membantu

Tanggapan 4 – Zulkifli Taher

Ada beberapa langkah yang bisa dilalui yaitu:

1. Silahkan merujuk kepada Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sedang berlaku. PKB ini biasanya disusun dan dirundingkan antara pemilik perusahaan yang diwakili manajemen perusahaan dengan pihak pekerja yang biasanya diwakili oleh Serikat Pekerja.

2. Kalau hal tersebut belum tercantum di dalam PKB, silahkan merujuk kepada peraturan pemerintah tentang tentang ketenaga kerjaan. Kalau tidak salah nomornya yang terbaru adalah nomor 13 tapi tahunya saya lupa.

3. Yang paling cepat dan praktis adalah datang saja dan konsultasi dengan Bapak-bapak dari kantor Depnaker di wilayah bersangkutan. Pengalaman saya, mereka sangat terbuka dan kooperatif dalam memberikan penjelasan. Datanglah kebagian yang tepat.

Demikian saran saya, lebih dan kurang mohon maaf.

Tanggapan 7 – pungki purnadi

Dear rekan Raiza,

Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri atau sampai dengan Undang-undang negara.

Dalam kasus pekerja meninggal dunia, harus dilihat terlebih dahulu meninggal nya dalam konteks apa. Apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau akibat kerja atau meninggal alami ?

Semua kasus meninggal diatas, biasanya diatur dan merefer kepada aturan yang berlaku. Disatu sisi lain ada santunan dari Jamsostek yang disesuaikan dengan upah terkahir ybs.

Untuk meninggal karena kecelakaan kerja sudah pasti mendapatkan uang santunan yang sangat besar dan hal ini diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besarannya di industri migas bisa mencapai 72x gaji. Ini pun dibayarkan klewat asuransi (dahulu lewat asuransi Tugu).

Bila meninggal akibat kerja, maka harus ada laporan history dari medical si pekerja dan juga semacam analisa dari dokter yang menangani si pekerja sebelum meninggal. Untuk kasus ini, juga biasanya diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besaran uang santunan tidak sebesar seperti meninggal karena kecelakaan kerja. Inipun biasanya dibayarkan lewat asuransi.

Kasus terakhir adalah meninggal alami, yang biasanya juga diatur tersendiri dalam peraturan perusahaan dan biasanya juga besarannya sangat kecil karena dianggap hanya uang bantuan atau uang duka saja. Jadi tegantung kebijakan dan kerelaan management perusahaan. Syukur kalau si pekerja diasuransikan oleh perusahaan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan kematian.

Jadi dari istilah nya pesangon sebenarnya kurang tepat, karena bila pekerja meninggal dunia yang didapatkan adalah uang santunan dan uang duka saja.

Demikian sedikit penjelasannya.

Tanggapan 8 – heru suprapto

Comment mas Pungki inilah yang benar dan jelas. Buat rekan lain commentnya pisahkan dong antara pesangon dan santunan biar gak jadi rancu. Karena ini sudah cukup jelas ya sudah kita akhiri saja case ini sampai disini. Terima kasih.

Tanggapan 9 – ndut aja

Ok Pak Pungki

Sebenarnya kejadiannya begini pak…
Pada saat itu (alm) change crew dapat kbr dari kampung bahwa ada saudara nya yg meninggal dia minta izin untuk plg sampai di jln mobil yg mereka kemudikan mengalami kecelakaan akhir nya dia Meninggal pada saat itu kira2 2 week santunan dan hak2 alm kami bayarkan nah baru sekarang dia minta pesangon karena kebetulan pada maret 2008 ini Rig kami habis kontrak atas dasar inilah keluarga menuntut pesangon.

Demikian kronologisnya pak pungki.