Dalam waktu dekat ini di plant saya akan dilakukan insitu/field balancing rotor steam turbine oleh vendornya dg spesifikasi sbb: Power: 13.7 MW ; Rpm: 6300 (speed normal).
Mohon pencerahannya kepada milisters yg punya pengalaman dlm hal ini mengenai hal2 apa saja yg harus dilakukan atau diperhatikan.

Tanya – buddy cahyono

Dear Milisters,

Dalam waktu dekat ini di plant saya akan dilakukan insitu/field balancing rotor steam turbine oleh vendornya dg spesifikasi sbb:

Power: 13.7 MW

Rpm: 6300 (speed normal)

Mohon pencerahannya kepada milisters yg punya pengalaman dlm hal ini mengenai hal2 apa saja yg harus dilakukan atau diperhatikan.
Terimakasih sebelum dan sesudahnya.

Tanggapan 1 – mundir mundir

Dear Pak Buddy,

Sebelum bapak melakukan field balancing, harus tahu dulu kenapa turbine bapak unbalance???

1. Apakah ada blade yang patah/erosion corrosion?

2. Kwalitas dari steam (banyak condesate/mengandun g silika)?

3. Atau bahkan mungkin bukan unbalance tapi resonansi/misaligment?

Setelah itu kalau memang menurut analisa bapak murni unbalance dan harus di lakukan di field, persiapannya tidak banyak hanya uncouple coupling dan minimal 4x start stop untuk meletakkan trial weigh (TW) dan terakhir correction weigh (CR) yang di letakkan di half couplingnya bisa pakai welding atau bolt and nut…
Tapi kalau saran saya ini hanya untuk temporary saja, karena hasil field balancing tidak sebaik kalau di lakukan shop balancing.
Itu saja dari saya mohon maaf and CMIIW….

Tanggapan 2 – Ronny Hendra

Pak Buddy,

Setuju dengan Pak Mundir dan Pak Ilham sebelum melakukan in situ balancing, hendaknya di yakinkan dulu tuh masalah adalah unbalance.
Minimal 4 x Start/shutdown ?? hmmmm ky-nya kebanyakan deh Pak Mundir. Tiga kali mestinya sudah maksimal, apa lagi utk mesin2 besar seperti steam turbine ini, karena akan sangat costly utk start/shutdown. Kalo tuh mesin sudah pernah di balancing sebelumnya, kemungkinan satu kali start/shutdown berhasil utk di balancing semakin besar, karena influence vector-nya dah ketemu.

Saya kok kurang sependapat bahwa in situ balancing tidak sebaik shop balancing. Karena kalau hitungan keberhasilan balancing adalah vibrasi, in situ dan shop balancing sama2 bisa melakukan itu.

Oya, satu lagi, be aware of thermal growth, karena biasanya dominan utk mesin besar seperti ini (tapi itu dah urusan vendornya ya 🙂 )

Mohon maaf, mudah2an bermanfaat.

Tanggapan 3 – teuku adamsyah

Bapak-bapak yang terhormat,

Shaft unbalancing bisa jadi karena blade erosion (seperti yang pak mundir tulis), tapi erosion atau tidak tergantung design dari blade itu sendiri, untuk steam turbine >400 MW, disalah satu sisi bladenya ada alur-alur untuk meminimalisasi steam yang mungkin tinggal di blade tsb. Kalo miss alignment di bearing..kemungkinan besar dampaknya hanya berupa vibration, karena keterbatasan saya, saya belum pernah ketemu kasus shaft unbalance disebabkan bearing miss alignment.

Terus balance weigth bentuknya macam-macam, ada yang di attach ke hole yang memang sudah tersedia di shaft itu sendiri (bagian ujung dekat interface) dan ada juga (msaih berupa baut) yang sekaligus berfungsi berfungsi sebagai pengikat antara shaft dengan flexible coupling (untuk GT dengan GB). tapi karena ini steam turbine (biasanya) rigid coupling jadi balance weightnya nyantel di shaft itu sendiri (bener ya pak buddy?).

Kalo field balancing biasanya digunakan low speed balance, high speed balancing cuma ada di shop – actual speed dan over speed test sekaligus dilaksanakan.

Lowspeed balance kita bisa tonton secara langsung (biasanya dibawah 1st critical speednya), sedangkan high speed balancing, kita cuma bisa lihat lewat monitor.

Sekarang harus start stop sampe 4x….saya fikir cukup makan waktu, karena steam turbine butuh waktu untuk, casing warm-up, msv dan cv warm-up, terus rolling….lewatin 1st heat soak dan 2nd heat soak, 1st critical speed baru sampe di speed set (operating speed)…tunggu sebentar baru initial load….belum lagi synchronize, itu kalo cold start.
Lain lagi kalo modenya hot start atau very hot start…kita bisa bolak-balik start-stop.

Thermal growth / mismatch temp. itu biasanya saat kita mau rolling harus diperhatikan bener, karena ini selalu erat kaitannya dengan 1st stage blade. Kalo dengan balancing saya kurang tau korelasinya – maaf.

Maaf kekurangannya, silahkan bapak menambahkan.

Tanggapan 4 – Ilham B Santoso

Salam..P Adam,

Yang dimaksud bukan misalignment menyebabkan unbalance tetapi misalignment bisa memberikan ciri getaran seperti unbalance terutama kalau kita hanya mengamati 1X rpm spectrum atau perbesaran geometri orbit (apalagi kalau tidak ada data kompensasi dari slow roll) maka misalignment dan unbalance bisa memberikan ciri yang serupa.

Hal yang serupa juga terjadi dalam hal thermal growth dan pengaruhnya pada getaran mesin untuk mendiagnosa unbalance atau yang lain.

Tanggapan 5 – buddy cahyono

Salam for milisters,

Terimakasih banyak atas sumbangsih bapak-bapak semua.
Alhamdulillah setelah dilakukan trim balancing di-trial sampai 3 kali (penambahan nut di half coupling), bisa mereduksi vibrasi unbalance-nya, sekarang steam turbine sudah running dan loading compressor. Memang trim balancing dipilih karena urgensi waktu yg mengharuskan equipment running (customer requirement), hanya untuk mengurangi vibrasi ke level yg aman untuk sementara waktu.