Dari dulu hingga sekarang, selalu menjadi pikiran bagi saya. Apakah dengan mengambil minyak, gas dan juga air didalam bumi ini akan mempengaruhi bumi baik secara langsung atau tidak langsung. Maksudnya, adakah hubungan antara gempa bumi dan bencana lainnya dengan pengexplorasian minyak/gas. Memang dari teori nya minyak/gas berasal dari jasad2 jutaan tahun lalu, kalaupun teori ini benar, berarti, minyak dan gas terbentuk menuju kestabilan tertentu (pada C, P, T dan t). Apakah kestabilan minyak, gas dan air tersebut juga berfungsi juga untuk menjaga kestabilan bumi (walau sedikit).

Pembahasan – Fadhli Halim fadhli.halim@saipem

Dear Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara/i,

Dari dulu hingga sekarang, selalu menjadi pikiran bagi saya. Apakah dengan mengambil minyak, gas dan juga air didalam bumi ini akan mempengaruhi bumi baik secara langsung atau tidak langsung.

Maksudnya, adakah hubungan antara gempa bumi dan bencana lainnya dengan pengexplorasian minyak/gas.

Memang dari teori nya minyak/gas berasal dari jasad2 jutaan tahun lalu, kalaupun teori ini benar, berarti, minyak dan gas terbentuk menuju kestabilan tertentu (pada C, P, T dan t).

Apakah kestabilan minyak, gas dan air tersebut juga berfungsi juga untuk menjaga kestabilan bumi (walau sedikit).

Mohon bapak, ibu, saudara/i berkenan memberikan unek2 dan sharing ilmunya.

Tanggapan 1 – Triez

Mas Fadhli,

Klo menurut saya efeknya tentu ada pada kestabilan bumi.

Cekungan yang kosong dibawah permukaan bumi karena kegiatan eksploitasi dan eksplorasi minyak dan gas bumi secara tidak langsung memicu bencana gempa bumi yang lebih hebat karena pergerakan pergerakan lempeng tektonik, yang tadinya stabil karena berat jenis hydrocarbon dan gas pada cengkungan lempeng ,sehingga misal terjadi gempa mungkin efek tubrukannya tidak akan begitu besar. Nah klo sudah di sedot kayaknya efek tubrukannya akan frontal dan mungkin gempa yang dihasilkan akan menjadi lebih hebat..mungkin gitu kali,ya klo saya dari logika orang awam..
Pakar2 geologi saya pikir yang lebih tao detailnya..

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Mas Fadhli,

Kalo sementara ini yang saya yakini, semua sudah diatur yang salah satunya dengan gunung. Memang, gathuk entuk, kita hanya bisa mengkait-kaitkan antara kejadian alam dan non alami yang ini dengan kejadian alam yang itu, dan menurut saya akan mempengaruhi bumi.
Yang saya artikan dari al-quran paling tidak seperti itu.

Seperti di salah satu ayatnya, Allah telah menciptakan gunung, yang (pada zaman itu, zaman teknologi belum semaju sekarang) orang-orang mengira bahwa gunung itu diam, padahal Allah dengan bahasanya bilang bahwa gunung itu bergerak bagai awan (kenapa nggak bilang bahwa tanah atau lapisan tanah yang bergerak? Wah ntar tambah bingung tuh yang baca quran. Atau jangan-jangan, memang inti gunungnya yang bergerak terus… maksudnya lavanya). Allah juga bilang bahwa gunung itu diciptakan sebagai tiangnya bumi (kurang lebih artinya seperti itu). Kenapa tiang? Karena gunung juga menjaga kestabilan bumi. Bukankah ahirnya diketahui bahwa bumi itu berputar… bisa diibaratkan mesin yang berputar dan terjadi un balance mass di suatu tempat… maka mesin akan bergetar hebat waktu berputar, untuk balancingnya bisa menambah berat di lokasi yang berlawanan. Gunung, dalam kaitannya dengan bumi, sebagai balancing… kadang dia perlu memuntahkan lahar untuk menambah beban di permukaan bumi di sekitarnya, … kalaupun dia sudah over (kelebihan), maka dia akan meletus…. Kalaupun di situ tetap diperlukan balancing point, untuk nantinya dipakai lagi… bisa juga dia beranak…. Maka lahirlah anak krakatau.
Demikian unek2 dan ilmu gathuk entuk saya. Semoga bisa masuk dan tidak menambah pikiran… magma itu apa dan bagaimana cara kerjanya, bagaimana agar dia bisa dibuat untuk manasin hidro carbon dari jasad jutaan tahun lalu yang terpendam di tanah dalam agar menjadi minyak/gas, karena katanya hidro carbon mesti mendapat panas yang cukup untuk menjadikannya minyak/gas (semoga kapan-kapan pas buka di quran ada secuil ayat yang bisa di gathuk entukkan).

Tanggapan 3 – Fadhli Halim fadhli.halim@saipem

Dear Pak Rifai,

Terima Kasih pak atas unek-uneknya…

Jika masalah ayat alqur’an, juga disebutkan kalau manusia ini memang telah membuat kerusakan dimuka bumi…
Apakah bisa di analogikan penebangan kayu yang menyebabkan kerusakan lingkungan di bumi dengan pengexplorasian minyak ?? maksudnya apakah pengexplorasian minyak akan menyebabkan kerusakan untuk masa yang akan datang?? apakah hal tersebut sudah diteliti para ilmuwan??

Tanggapan 4 – muhammad rifai

Mas Fadhli,

Tapi ini hanya sebatas pemahaman saya saja loh, yang pengetahuannya terlalu dangkal (atau pengen tahunya masih nol).
Kalau memang benar translatenya dan tidak ada ayat lain, jika hanya disebutkan… dimuka bumi, ya saya yakin separah-parahnya manusia mengexplor minyak, kerusakannya hanya sebatas di muka bumi (mesti buka dan iqro lagi, bagaimana pemetaan bumi itu… muka itu terdiri dari apa aja)
Bukankah juga ada firman : bahwa diciptakan hewan, tumbuhan.. juga apa-apa yang di perut bumi untuk dikelola dan dimanfaatkan oleh manusia? Artinya, memang minyak itu diciptakan untuk kita explor, tinggal bagaimana cara pengelolaannya saja. Sebagaimana penebangan kayu yang harus dikelola, bukan hanya ditebangin saja.

Yang didepan mata dan sudah diteliti serta diakui banyak negara saja masih ditolak (oleh amerika), seperti protokol kyoto, apalagi yang jauh dibawah kaki kita… padahal mungkin bisa diteliti tuh, untuk awal, akibat Lusi.

Tanggapan 5 – roeddy setiawan

Dear pak Fadhli,,

Menarik sekali sebenarnya pertanyaan bapak untuk mencari relationship antara exploitasi hydrocarbon dg bencana yg kita lihat sehari hari. tentu saja jawaban nya tidak akan pernah bisa tegas hitam putih tapi selalu in betwen. beberapa memang menjadi masalah tetapi banyak yg dimanfaatkan.

Kalau dilihat dr sisi thermo dinamika pak newton. Entropy (tingkat ketidak teraturan, dis array ) itu selalu meningkat, apakah itu jawaban dr pertanyaan bapak ..engak tahu juga, kalau dari hari ke hari tingkat ke tidak ter atur nya makin tinggi, bencana alam,, manipulasi , dll saya kira masing masing punya definisi sendiri sendiri ,,,, ada yg untung pd saat bencana tapi lebih banyak yg tidak…

Dari sisi thermo chemical katanya tiap 2 kejadian adalah usaha untuk mencapai tingkat kestabilan yg lebih tinggi, bisa juga bencana itu adalah natural phenomena supaya berada ditempat yg lebih stabil. sayang nya kita ada disitu, by definition jadi bencana. kalau kejadiannya 40 km dibawah mantle bumi barangkali kita bilang ah biasa ,,,,