Select Page

Bagaimana menghemat biaya transportasi? mengurangi Global warming? Fiber optic sudah dibelakang punggung.. Kalau beruntung , lokasi rumah dilalui jaringan provider Multimedia , start rp 100k perbulan , unlimited , kecepatan mulai 300an kbps terus company langganan Virtual Private Network.. jadi servernya bisa di down load dimana saja , kapan saja. Kalau mobile , pakai HSDPA, asyik mau kerja dimana saja hayuuk , Kalau ngantor , tinggal pilih jam berangkat,..
Berangkat ke kantor seminggu sekali ,atau kalau perlu saja . kalau meeting jangan di Jakarta..

Pembahasan – rdanisworo1

Bagaimana menghemat biaya transportasi?

mengurangi Global warming?

Fiber optic sudah dibelakang punggung..

Kalau beruntung , lokasi rumah dilalui jaringan provider Multimedia , start rp 100k perbulan , unlimited , kecepatan mulai 300an kbps terus company langganan Virtual Private Network.. jadi servernya bisa di down load dimana saja , kapan saja.

Kalau mobile , pakai HSDPA, asyik mau kerja dimana saja hayuuk

Kalau ngantor , tinggal pilih jam berangkat,..

Berangkat ke kantor seminggu sekali ,atau kalau perlu saja . kalau meeting jangan di Jakarta..

Idealnya tiap kantor bikin remote office , Bekasi , Tangerang , Bogor .. , di sambung pake Fiber Optic, bikin virtual interaction.lewat virtual room.
Perusahaan bisa mulai ngitung penghematan .. Parkir rp 3000/ jam , space USD /sqm, toll , dll .
Kalau ketemu angkanya kan bisa cepat cepat planning investasi.. nyam nyam nyam , kalau 10% pekerja bisa di konvert per tahun ke fiber optic.

Jakarta gak macet lagi kok
Horeee…

( Warning : mengemudi di jakarta akan mengurangi IQ anda)

Tanggapan 1 – Administrator Migas

Apakah betul solusi yang anda tawarkan merupakan obat yang mujarab ?.

Ataukah masyarakat kita sedang bertransisi ke arah sana ?

Soalnya atas nama mobilitas, saya sudah menjalankan apa yang Mas Danis sarankan.
Koneksi HSDPA/UMTS (3.5G) malahan saya punya 3 buah (USB connection). XL (kuota 250 MB), IM2 (kuota 1200 MB) dan CBN (kuota tergantung penggunaan @ 350/MB).
Tapi tetap saja tiap hari harus bermacet ria ke Jakarta 🙁

Sekedar sharing saja, memang kecepatan HSDPA mendekati apa yang mereka klaim.
Sewaktu download update Windows Vista dan MS Office 2007 (sebesar 400 MB), kecepatan download adalah 1700 Kbps. Luar biasa, sangat jauh dibandingkan dial-up, ADSL ataupun CDMA.
Tapi pas download video BP Texas City (update terbaru dari CSB Maret 2008) sebesar 245 MB, he… he… butuh waktu satu malam.
Mungkin koneksi ke CSBnya yang lelet, karena begitu dicoba ke www.migas-indonesia.net, nggak masalah.

Tanggapan 2 – Akh. Munawir

Ide yg cemerlang dan effektif,
Dukungan infrastruktur yg memadai, nilai ekonomis, budaya, pendidikan & prilaku orang2 kita perlu dikembangkan secara comprehensive ke arah yg positive utk mendukungnya.

Tanggapan 3 – Eko Prasetyo

Dan tentu saja,

Tradisi orang indonesia yang harus ketemu muka kalo lagi kasak-kusuk strategi gak bisa dihilangkan…

Tanggapan 4 – rdanisworo1@mmm

Mas Budhi,

Memang tidak ada obat mujarab….

Solusi yang satu ini akan membantu mengurangi traffic load.

Ada berbagai solusi -( Obat ) yang bisa dikombinasi..

Yang jelas , manfaat dengan teknologi ini sangat terasa

ps. kalau ke offshore oleh olehnya ikan Kakap Merah , bisa buat BBQ bareng.

Share This