Select Page

Rekan milis sekalian saya mohon pencerahannya mengenai masalah Bolt & Nut Hot Deep Galvanize,
kebetulan diproject kami menggunakan conection joint dg bolt Grade 4.6 dan 8.8 dengan Hot deep galvanize, karena saya masih awam dibidang ini saya mohon pencerahannya kepada rekan milis, dimana saya bisa mendapatkan referensi seberapa persenkah penurunan kekuatan yang masih diizinkan untuk bolt Hot deep Galvanize?

Tanya – Hardinal, H

Dear Rekans,

Rekan milis sekalian saya mohon pencerahannya mengenai masalah Bolt & Nut Hot Deep Galvanize,
kebetulan diproject kami menggunakan conection joint dg bolt Grade 4.6 dan 8.8 dengan Hot deep galvanize, karena saya masih awam dibidang ini saya mohon pencerahannya kepada rekan milis, dimana saya bisa mendapatkan referensi seberapa persenkah penurunan kekuatan yang masih diizinkan untuk bolt Hot deep Galvanize?

Tanggapan 1 – andi setiyono

Pak Hardinal,

Untuk mengetahui hal ini, bapak bisa langsung lihat di code material bersangkutan.
Di sana ada diterangkan mengenai finishing dari baut bersangkutan.
Sebagai contoh saya ambil standardnya ASTM :

1. Bolt A307 (ini setara dengan grade 4.6) carbon steel ordinary steel bolt

> surface treatment black oxide (standard), yang terjadi di bolt adalah sebagai berikut:
– material composition tidak berubah (masih sesuai dengan chemical composition required di spec)

– bricnell hardness dan rockwell hardness nya normal

– Tensile strength normal sesuai spec

> surface treatment hot dip galvanized,

– material composition relatif tidak berubah (masih dalam batas chemical composition required di spec,
karena proses hot dip akan mempengaruhi komposisi material tsb, tapi karena kandungan carbon nya
masih memadai maka masih dalam batas yang di ijinkan spec)

– bricnell hardness dan rockwell hardness nya relatif normal masih dalam batas yang di ijinkan spec,
tapi apabila kita bandingkan dengan yang black oxide maka kapasitas kuat ulirnya akan lebih besar
yang black oxide.

– Tensile strength relatif normal sesuai spec (yang pasti akan ada pengurangan tensile strength karena
proses hot dip akan membuat material menjadi lebih getas tapi masih dalam batas yang di ijinkan spec)

– Torque forcenya lebih rendah dari yang black oxide (biasanya angka K nya 0.25)

2. Bolt A325 (ini setara dengan grade 8.8) Medium carbon steel, etc (high strength bolt)

> surface treatment black oxide (standard), yang terjadi di bolt adalah sama perilakunya seperti A307

> surface treatment hot dip galvanized, sama perilakunya seperti A307
atau dengan kata lain, spec masih memperbolehkan proses hot dip galvanized pada bolt ini.

3. Bolt A490 (ini setara dengan grade F10T) lebih tinggi dari A325

> surface treatment black oxide (standard),

> Tidak di perbolehkan untuk hot dip galvanized
karena kandungan carbonnya lebih sedikit, sehingga saat terjadi proses hot dip (celup panas), tensile
strengthnya akan berkurang banyak (menjadi sangat getas), parameter kuat ulirnya pun akan berkurang
banyak sehingga bila kita berikan torque yang sama, bolt A490 yang galvanized akan lebih cepat rontok
ulirnya dibanding yang black.

Kesimpulanya adalah Bolt A307 (setara Gr 4.6) dan A325 (setara Gr 8.8) masih diperbolehkan untuk di hot
dip galvanized, sedangkan A490 tidak direkomendasikan.

Tanggapan 2 – Endri Prasetyo

Dear Pak Hardinal,

Menurut saya setelah hot dip galvanize tidak akan mempengaruhi karakteristik base metal karena galvanize tidak dikategorikan dalam heat treatment. Heat treatment mempunyai ketentuan temperatur dan waktu untuk dapat merubah karakteristik material. Salah satu standard (ASTM) yang membahas galvanize adalah ASTM A123,saya tidak hafal isinya apakah mengatur temperatur dan material atau tidak tetapi mungkin dapat dijadikan referensi.
Ada yang dapat memberikan pencerahan lebih lanjut?

Share This