Select Page

Pada dasarnya Absorption system itu menggantikan fungsi kompressor dari sebuah system refrigrasi, dengan memanfaatkan sumber2 seperti exhaust engine, hot water, steam atau bisa juga direct fire.

Tanya – asatta Siregar

Dear Milister,

Ada teman saya yang sedang berencana untuk membuat sistem pendingin Absorpsi yang akan digunakan untuk menurunkan temperatur gas buang di sebuah sistem pembangkit.
Adakah di antara rekan2 yang mengetahui mengenai perusahaan di indonesia yang memiliki pengalaman dalam mendesain sekaligus memfabrikasi sebuah sistem pendingin absorpsi?

Tanggapan 1 – Yudhy Denan

Dear Boss Asatta,

Perusahaan kami Arya Jaya yang memang mengkhusukan diri dibidang Refrigerasi, cukup capable dengan urusan ini.
Kalo bapak tidak keberatan mungkin boleh saya minta kontak bapak untuk diskusi lebih lanjut?

Tanggapan 2 – Albert.Marihot@chevron

Dear Assata,

Jika konteks pembangkit listrik di sini bukan PLTG, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan :

1. Apakah sudah diperhitungkan sebelumnya target temperatur yang akan dicapai?, karena hal ini dibatasi oleh temperature kondensasi dari sulfur.

2. Jika temperatur gas buang masih tinggi, ada kemungkinan proses sebelumnya tidak efisien dan lebih baik lagi jika designnya mengarah kepada sistem regenerasi, dimana panas ditransfer ke proses lain, sehingga bukan sekedar dilepas ke lingkungan.

3. Draft dari cerobong

Tanggapan 3 – Dedy Desril A.

Saya kurang familiar dengan kata gas buang yang disampaikan, apakah maksudnya adalah exhaust engine alias knalpot.
Pada dasarnya Absorption system itu menggantikan fungsi kompressor dari sebuah system refrigrasi, dengan memanfaatkan sumber2 seperti exhaust engine, hot water, steam atau bisa juga direct fire.
Kalau memang bapak punya gas buang/exhaust engine kenapa gak dimanfaat untuk mendinginkan yang lain?

Tanggapan 4 – albmarihot

Dear Dedy,

Karena itulah saya batasi pada awal posting dengan konteks pembangkit listrik, dimana proses pemanfaatan panas gas buang secara regeneratif memiliki batasan temperature tertentu.
Gas buang di sini sama saja dengan exhaust gas (bukan exhaust engine) Kalau knalpot kita semua sudah faham adalah saluran dari gas buang dan bukan menunjukkan fluidanya atau kalau di power plant digunakan istilah stack (cerobong). Setuju apabila untuk konteks sistem refrigrasi, yang dimaksud dengan sistem refrigrasi absorpsi adalah sistem yang menggunakan panas luar untuk menghasilkan refrigration effect. Namun, imho, panas luar ini bukan untuk menggantikan peran kompresor pada sistem refrigerasi vapor compression cycle, karena prosesnya berbeda. Pada sistem absorpsi, panas luar ini digunakan hanya untuk memanaskan refrigerant sehingga terpisah dengan absorbent-nya. Sirkulasi selanjutnya dilakukan kemudian masing-masing oleh solution pump dan refrigerant pump.
Demikian juga dengan pemanfaatan gas buang, karena targetnya adalah menurunkan temperaturnya, maka pemanfaatannya bukan untuk mendinginkan tapi untuk memanaskan proses lain, dimana jika dihubungkan dengan refrigerasi absorpsi tadi, digunakan untuk memanaskan refrigerant. Jika ouput dari proses lain tersebut adalah mendingingkan itu tidak bisa dihubungkan secara langsung dengan penurunan temperatur gas buang.

Tanggapan 5 – Dedy Desril A.

Trima kasih penjelasannya Bang Marihot,
Maksud saya juga begitu.. tapi saya bicara bukan dengan bahasa tekniknya..
Kalo boleh tau temperature gas buang yang mau dicapai ini berapa bang..?
kenapa mesti pakai sistem pendingin..?
ohh ya kalo boleh diskusi dengan bahasa tekniknya,
yang menggantikan fungsi kompressor adalah sistem absorption ini bukan panas dari luar bang. apa bedanya proses pada sistem vapor compression dan sistem absorption kalo kompressor pada vapor compressian diignore dan sistem absorpsi ignore generator and pump yang memisahkan absorbent dan refrigerant? pada kondenser refrigerant akan turun juga temp, expansion valve drop down pressure as well as temperature, evaporator raise up temp until superheated after that come to compressor(compression)/ absorption system to flew up the temp and pressure.
orang awam juga tau bang kalo gas buang yang panas itu bisa memanaskan media lain, bukan mendinginkannya.. tapi panas dari gas buang ini diproses untuk menghasilkan media yang bisa mendinginkan media lain..
pada dasarnya sistem refrigerasi ini adalah memindahkan panas dari suatu media ke media lain..
karna pada dasarnya hukum alam ini panas akan berpindah dari media yang panas ke media yang kurang panas.. kenapa kurang panas, karena semua tempat pasti ada panasnya..

‘TobeOld and Wise you should be Young and Stupid’

Tanggapan 6 – Albert Marihot

Dear Dedy,

Dalam aplikasi power plant, pemanfaatan temperatur gas buang dibatasi terutama oleh temperatur kondensasi sulfur yang terkandung didalamnya. Temperatur kondensasi ini adalah sekitar 130 deg C. Namun ada juga yang temperaturnya bisa mencapai 80 deg C, tanpa menyebabkan kerusakan/korosi pada cerobong, dengan kondisi dimana konsentrasi sulfur sudah sangat rendah karena sebelumnya telah ‘ditangkap’ oleh sistem flue gas desulphurisation.

Share This