Kapan joint design dari V grove bisa di rubah ke double V grove?? Kalau saya lihat di standard API 650 gak ada statement mengenai perubahan joint tersebut dan kalau saya lihat di ASME IX pun untuk joint detail bukan termasuk essential variabel.

Tanya – lukman hakim

Dear All,

Mohon pencerahannya mengenai joint detail neh,

Kapan joint design dari V grove bisa di rubah ke double V grove?? Kalau saya liat di standard API 650 gak ada statement mengenai perubahan joint tersebut dan kalau saya liat di ASME IX pun untuk joint detail bukan termasuk essential variabel. Yang jadi kebingungan saya (yang masih sangat awam):

1. Joint detail (single groove atau double groove) adalah essential untuk welder performance test. Silakan lihat di QW-213 (salah satu contoh). Quote; this groove preparation shall also include back gouging, back grooving…..
Essential variable during welder performance test is change in welding condition which will affect the ability of welder to deposit sound weld metal such as; change in welding process, deletion of backing, electrode, F number, technique etc.

2. Welding procedure yang practice di Indonesia, selalu mencamtumkan joint detail dengan atau tanpa back grooving. Jika back grrove ditulis NA, padahal di field, dipakai back groove, nanti bisa menjadi pertanyaan.

3. ‘the welding operator performance test shall be welded in accordance with qualified welding procedure specification…’
Jika di welding procedure tidak ada back groove, so… test tidak boleh memakai back groove.
So Any advise??

Thanks & Regards,

Tanggapan – novembri nov

Pak Lukman,

Kalau untuk Sturktural WPS berdasarkan AWS D1.1 kita tidak boleh merubah grove karena dia merupakan essential variable dengan toleransi +10° dan -5°.

Untuk welder test hanya menguji kemampuan welder untuk dapat menghasilkan sound weld, Apa apa yang menjadi essential variable dalam welder test harus diikuti. Parameter welder test dengan WPS berbeda. WPS bertujuan untuk menghasilkan weldingan yang secara mechanical dan metallurgical memenuhi persyaratannya.Bisa dilihat di code lagi….

Kalau pada WPS berdasarkan ASME IX dan mungkin juga API 650 dia tidak merupakan essential variable, jadi sebenarnya boleh saja kita merubah dari single V ke double V. Tapi pastikan lagi biasanya ada spec client yang juga menjadikan groove menjadi essential variable karena pertimbangan mechanical test seperti Impact test nya.

3. Dalam welder test memang harus menggunakan WPS sebagai guidencenya. Mengenai joint preparation untuk welder test sebenannya tergantung dari proses welding yang akan di qualified. Kalau proses dengan root jadi maka tidak diperlukan preparation dengan back groove spt GTAW, SMAW. Tapi kalau prosesnya tidak bisa mengasilkan root jadi dengan baik sepeprti FCAW SS/GS maka diperlukan back groove untuk back weldnya. Qualifiednya bisa dipisah pisah dengan proses yang berbeda dalam satu joint tersebut apakh root aja, atau juga bisa fill and cap.